Ketua Osis Dingin Itu Suamiku

Ketua Osis Dingin Itu Suamiku
Masa Pemulihan


__ADS_3

Dua Hari Kemudian


Seperti biasa hari ini Rara pun kini tengah diperiksa oleh dokter Irvan mengenai perkembangan kesehatannya. Dan setiap harinya pasti akan menunjukan perkembangan yang baik hingga sekarang Rara berada di tahap masa pemulihan. Keluarganya dengan sabar dan senang hati menunggu serta menemani gadis cantik itu tiap harinya agar ia tidak merasa bosan.


Kenzo selalu berusaha membuat Rara untuk mengingat dirinya, namun hasilnya selalu nihil. Rara tak menunjukan adanya ingatan tentang Kenzo dan pernikahan keduanya, hingga terlihat jelas gurat kesedihan di wajah Kenzo. Sekeras apapun usahanya untuk membuat sang istri mengingat dirinya, itu akan membuat Rara merasakan sakit di kepala yang tak tertahankan dan itu membuat Kenzo menyesali apa yang dia lakukan pada istrinya tersebut. Meski para keluarga juga menginginkan gadis cantik itu bisa mendapatkan kembali ingatannya seperti dulu, tapi mereka tidak bisa memaksakan Rara untuk mengingat semuanya.


Namun sedikit demi sedikit mulai merasa terbiasa dengan keberadaan Kenzo di dekatnya. Rara mulai membiasakan dirinya jika Kenzo ingin mendekati dirinya walau ada rasa ragu melandanya. Dan Kenzo tanpa ragu memanggil Rara dengan panggilan 'sayang' seperti biasanya walaupun didepan semua keluarga, awalnya Rara risih dipanggil seperti itu. Tapi bukan Kenzo namanya jika ia tidak bisa menyakinkan sang istri bahwa dirinya adalh suami sahnya. Selama dua hari ini Kenzo dengan gencar membuat Rara agar kembali mengingat tentangnya dan pernikahan mereka berdua tentunya.


Kenzo menjelaskannya dengan perlahan dan sabar, meski selalu disangkal oleh Rara yang tak percaya dengan omongannya. Rara menganggap jika Kenzo hanya mengatakan omong kosong yang tidak ada gunanya dan berpikir jika Kenzo hanya menipu dirinya dengan mengaku sebagai suaminya. Namun Kenzo dengan cepat menunjukan foto pernihakan mereka yang dilaksanakan di pulau Bali. Di foto tersebut nampak jelas senyum merekah dari keduanya. Rara yang seketika melihat foto itu langsung terdiam merenung hingga air matanya jatuh membasahi pipi chubynya, entah apa yang ada dirasakannya.


"Kenapa foto ini terasa tidak asing dan sangat familiar. Apa benar orang yang ada di foto itu adalah gue dan kak Kenzo? Tapi kapan kami menikah, kenapa gue nggak ingat apapun? Daddy, mommy, Jayden dan Jordan oppa juga mengatakan jika kak Kenzo adalah suami gue. Apa benar gue istrinya? Terlihat jelas dimata kak Kenzo rasa sedih saat dia bilang kalo gue istrinya tapi gue nggak ingat. Gue harap, gue bisa secepat mungkin mengingat semuanya", ucap Rara dalam hatinya.


Kini hari sudah menunjukan jam satu siang yang berarti saatnya makan siang. Kebetulan hari ini Rara dijaga oleh para lelaki tampan, siapa lagi kalau bukan kedua kakak kembar dan suaminya Kenzo yang duduk bersama di sofa ruangan itu. Kenzo berniat akan membelikan makan siang mereka semua dan ia bertanya pada istri juga kedua kakak iparnya, apa yang ingin mereka makan saat itu. Kenzo bangkit dari duduknya dan bertanya apa yang ingin mereka makan.


"Hyung, kalian mau makan apa siang ini biar nanti aku yang belinya", tanya Kenzo pada kakak-kakak iparnya itu.


"Emm...kami mau nasi padang aja deh Ken, tolong ya", jawab Jayden sembari meminta tolong pada adik iparnya.


"Iya hyung", kini Kenzo berahlih pada sang istri dan bermaksud menanyakan hal yang sama.


"Sayang kamu mau makan apa biar kakak belikan untuk kamu", tanya Kenzo pada sang istri yang sedang duduk sambil membaca buku.


"Aku mau nasi goreng aja kak. Udah lama aku nggak makan nasi goreng", jawab Rara seakan air liurnya akan mengalir karena membayangkan lezatnya nasi goreng. Sedangkan Jayden dan Jordan yang melihat tingkah adik bungsu mereka itu hanya bisa menggelengkan kepala saja yang seolah-olah tak pernah makan nasi goreng seumur hidupnya, tetapi keduanya juga mengerti akan keadaan sang adik.

__ADS_1


"Oke kalau gitu kakak pergi belinya dulu ya sayang. Kamu baik-baik disini sama jayden dan Jordan hyung, nanti kamu kabur. Hyung aku titip Rara ya", pamit Kenzo pada istri dan kakak iparnya. Si kembar hanya menganggukan kepalanya, sedangkan Rara melayangkan protesnya.


"Iissh emangnya aku anak kecil apa pakai acara kabur segala", Rara mengerucutkan bibirnya karena kesal, sementara para lelaki tertawa akan tingkahnya itu.


Kenzo melangkahkan kakinya keluar dari ruang VVIP istrinya menuju lift untuk turun kebawah dan ia bisa segera membeli pesenan istri serta kakak iparnya. Setelah sampai dibawah ia langsung ke parkiran rumah sakit untuk mengambil mobilnya dan mencari rumah makan padang dan restoran kecil terdekat. Ia tidak ingin sang istri menunggu lama apalagi sampai kelaparan karena dirinya.


•^•^•


Rara masih berkutat dengan buku yang ia baca sebelumnya hingga akhirnya dia merasa bosan dan meletakan buku tersebut diatas nakas. Juga ia sedang menunggu kedatangan sang suami, meski ia belum mengingat sepenuhnya.


"Oppa, Rara haus", ucap manja Rara pada kedua kakaknya.


"Haus?", tanya Jayden langsung diangguki Rara dan Jayden dengan cepat berjalan mendekat ke sang adik tercinta untuk menuangkan air minum untuknya.


"Jayden oppa! Liat tuh Jordan oppa, kenapa mau cari masalah mulu sih sama Rara", rengek Rara pada kakak tertuanya.


"Jordan!", tegas Jayden seraya menatap tajam adik kembarnya.


"Iya hyung", sahut Jordan


Jordan yang melihat itu pun langsung diam menutup rapat mulutnya dan menundukan kepalanya, karena ia takut jika melihat ekspresi mengerikan dari kakak kembarnya itu. Walaupun mereka kembar dan memiliki usia yang sama meski hanya berselang 15 menit, tak akan mengubah takdir jika Jayden tetaplah kakak tertua dikeluarga mereka.


"Ini sayang minumlah", ucap Jayden lembut pada adik bungsunya sambil menyerahkan segelas air minum untuk sang adik. Dan dengan senang hati Rara menerima gelas tersebut dan tersenyum manis pada Jayden.

__ADS_1


"Jayden oppa", panggil Rara


"Apa sayang?",tanya Jayden mengusap lembut rambut Rara.


"Oppa, kapan Rara pulangnya. Rara bosen di rumah sakit ini. Berapa lama lagi Rara pulang", rengek Rara


"Oppa juga gak tau Ra. Kamu kan masih masa pemulihan sekarang, jadi oppa gak bisa apa-apa. Ini juga keputusan daddy supaya kamu cepat sembuhnya", Jayden mencoba memberikan pengertian pada adiknya. Ia tau jika sang adik bungsu merasa bosan di rumah sakit selama berhari-hari ini.


•^•^•


Kenzo kembali memasuki area parkir rumah sakit setelah berkeliling mencari pesanan sang istri dan kedua kakak iparnya. Dengan segera ia turun dari mobil sambil menenteng kantong plastik yang merupakan makan siang mereka kali ini.


Sepanjang berjalan menuju ruangan istrinya, banyak sekali yang memperhatikannya terutama para gadis muda dan para perawat yang ada karena terpesona dengan ketampanan yang ia miliki. Tidak ada yang menyangkal jika dirinya memang memiliki ketampanan yang didambakan banyak kaum hawa.


Namun itu tak dihiraukan oleh Kenzo. Ia tetap melangkah ke ruangan VVIP sang istri yang pastinya sedang menunggu kedatangannya serta makanan miliknya.


••••••••••••••••••••••••••••••••


Author kembali lagi untuk kalian


Jangan lupa like...komen...dan vote juga ya


Happy reading semuanya 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2