
Brugh..
Mobil tersebut menabrak Rara dengan cukup kuat sehingga membuat Rara terpental jauh dan kepala Rara terbentur keras mengenai tiang rambu yang ada disana.
Tubuh Rara dibanjiri dengan banyaknya darah yang keluar. Dan Rara telah ramai dikelilingi orang-orang yang melihat kejadian tabrakan itu. Mobil yang sebelumnya menabrak Rara sudah kabur meninggalkan taman.
"Rara.....!!!", teriak seorang laki-laki tak jauh dari Rara yang tergeletak tak berdaya. Orang tersebut ialah Arvin dan ia langsung menghampiri Rara.
Arvin tak sengaja melewati taman yang ada di dekat sekolah, ia menghentikan mobilnya saat melihat Rara tengah berada di taman itu. Arvin melihat semua kejadian saat melihat Rara dan Kenzo adu mulut sampai dimana Rara didorong Kenzo yang menyebabkan kecelakaan itu terjadi. Buru-buru Arvin turun dari mobilnya dan berteriak keras memanggil nama Rara kemudian menghampiri gadis cantik tak berdaya itu yang sudah bersimbah darah.
Teriakan Arvin yang sangat kencang itu pun membuat Dea, Olivia, Reza, Azka, Tama dan Kenzo serempak menoleh ke arah dimana Rara terbaring dipenuhi darah. Mereka seolah tak percaya apa yang telah terjadi pada Rara.
"As..astaga", ucap Olivia terbata seraya mendekap mulutnya.
"Kakak ipar..."
"Rara......", teriak Dea, Reza, Azka, dan Tama kompak dan langsung berlari mengampiri Rara. Dea telah banjir airmata yang membasahi kedua pipinya. Sedangkan Olivia dan Kenzo masih berdiri mematung ditempatnya. Hingga beberapa detik kemudian Kenzo tersadar dan langsung berlari kencang ke tempat Rara yang penuh darah meninggalkan Olivia sendirian.
"Ra, bangun Ra. Lo gak boleh ninggalin gue Ra, ayo buka mata lo Ra gue mohon. Ada gue Ra disini", Arvin mencoba untuk tetap membuat Rara membuka matanya. Arvin terus saja menepuk pelan pipi chuby Rara dan menguncang tubuh Rara.
"Kakak ipar bangun, kak. Jangan tutup mata kakak ipar", Dea juga mencoba membuat Rara tetap sadar. Begitu juga dengan ketiga sahabat Kenzo.
"Ra, bangun sayang. Kakak minta maaf, kakak menyesal buat kamu jadi seperti ini. Kakak mohon bangun sayang jangan tinggalin kakak", ucap Kenzo yang telah ada tepat disamping Rara.
"Minggir lo! Jangan sentuh Rara, lo puas sudah buat Rara kayak ini hah! Minggir gue mau bawa Rara ke rumah sakit dan lo jangan ikutin gue", tegas Arvin penuh amarah dan penekanan setiap kalimatnya. Arvin mengangkat tubuh Rara dalam gendongannya menuju mobilnya.
"Arvin, gue ikut lo ya ke rumah sakit. Gue mohon biarin gue ikut, gue gak mau terjadi sesuatu sama kakak ipar gue", ucap Dea memohon untuk ikut bersama Arvin. Membuat Arvin menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Iya Vin, kita juga mau ikut lo antar Rara ke rumah sakit", kata Reza, Azka, dan Tama
"Terserah kalian yang terpenting gue mau bawa Rara ke rumah sakit", ucap Arvin sedikit meninggi dan berjalan kembali menuju mobilnya. Dea, Reza, Tama dan Azka mengikuti Arvin dari belakang menyisikan Kenzo ditempatnya.
Sesampainya di mobil, Arvin menyuruh Dea terlebih dulu masuk ke mobil bagian tengah untuk menjadi bantal sekaligus menjaga Rara agar tidak jatuh dan Dea pun menurut apa yang di katakan ketua kelasnya itu. Sedangkan Tama dan Reza duduk dibagian belakang dan Azka duduk di depan bersama Arvin.
"Vin, mending gue aja yang nyetir. Gue liat lo gak fokus takutnya kita akan kenapa-kenapa", ucap Azka sambil menepuk pundak Arvin.
"Iya kak, tolong setirkan mobil ini. Gue mau nelpon keluarga Rara biar ke rumah sakit juga. Dan kita bawa Rara ke rumah sakit punya keluarganya saja, rumah sakit Kim Internasional kak. Dan sekarang ayo kita berangkat", ujar Arvin menyarankan untuk membawa Rara ke rumah sakit milik keluarga gadis cantik itu. Dan Arvin pun mencoba menghubungi keluarga Rara untuk memberitahukan jika Rara mengalami kecelakaan. Orang pertama yang dihubunginya ialah ayah dari gadis cantik tersebut, yang tak lain daddy Woo Joon.
Tut...tut...tut...
Terdengar suara nada sambung dari ponsel miliknya.
•^•^•
Woo Joon saat ini tengah mengadakan rapat dengan beberapa karyawan dan dewan direksi perusahaannya untuk membahas masalah proyek yang akan mereka bangun selanjutnya. Dengan sangat fokusnya Woo Joon mendengar dan menyimak apa saja yang disampaikan oleh karyawannya, hingga terdengar dering handphone miliknya yang ada diatas meja daan terlihat jelas nama Arvin yang masuk menelponnya. Woo Joon menyuruh karyawannya untuk berhenti sejenak dan ia menerima panggilan tersebut.
"Assamu'alaikum dad"
"Wa'alaikumsalam Vin. Ada apa kamu telpon daddy Vin, kenap suara kamu kedengar seperti orang cemas?"
"Rara dad..."
"Iya Rara kenapa Vin, jangan buat daddy risau"
"Daddy, Rara kecelakaan dad. Dan sekarang Arvin lagi bawa Rara ke rumah sakit milik daddy. Pokoknya daddy, mommy dan hyung ke rumah sakit sekarang juga, Arvin tunggu disana dad"
__ADS_1
"Apa? Kecelakaan? Baiklah nanti daddy, mommy sama hyung kamu akan menyusul ke rumah sakit. Kamu hati-hati di jalannya ya"
"Iya dad. Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam", Woo Joon langsung mengakhiri panggilannya dan menelpon Jayden untuk ke rumah sakit bersama Jordan. Sedangkan dirinya akan ke rumah sakit bersama sang istri. Tak lupa Woo Joon menghubungi dokter terbaik yang ada di rumah sakitnya untuk menangani sang anak ketika sampai di rumah sakit nanti
Setelah menghubungi semua orang. Kini Woo Joon menyuruh Bagas untuk menunda rapat untuk sementara waktu, karena ia akan menjemput istrinya di rumah dan menuju ke rumah sakit. Semua karyawan kaget mendengar jika nona muda dari keluarga Kim mengalami kecelakaan dan mereka mengucapkan rasa khawatir mereka dengan kata 'semoga nona muda cepat sembuh', serta Bagas yang merupakan asisten pribadi Woo Joon pun merasa sedih mendengar Rara mengali kecelakaan. Ia sudah menganggap Rara seperti adik kandungnya sendiri, sebab ia sangat dekat dengan Rara terlebih jika Rara datang ke perusahaan sang daddy.
•^•^•
Rumah Sakit Kim Internasional
Sesampainya di rumah sakit Arvin langsung turun dari mobil dan berteriak memanggil untuk segera datang menangani Rara.
"Dokter...suster... Tolong ada pasien kecelakaan", teriak Arvin
Datanglah seorang dokter dan 4 perawat sambil membawa tempat untuk Rara dibaringkan. Dengan cepat Azka, Reza, Tama dan Arvin membopong tubuh Rara untuk dibaringkan dan langsung dibawa ke ruang UGD untuk secepatnya ditangani oleh para tim medis rumah sakit. Dan Dea hanya mengikuti langkah yang lain dari belakang.
"Dok, biaran saya ikut ke dalam dok", ucap Arvin yang ingin menemani Rara di dalam, tapi di halangi cepat oleh dokter dan suster yang ada.
"Maaf tuan, Anda tidak bisa masuk ke dalam. Tuan Kim telah mempercayai saya dan perawat yang ada untuk merawat nona muda, jadi tuan tidak perlu khawatir", ucap dokter muda yang bernama Irvan tersebut.
"Tapi dok.."
"Percayakan pada kami tuan. Kami akan berusaha semaksimal mungkin"
"Baik dok. Tolong usahakan yang terbaik untuk Rara"
__ADS_1
"Iya tuan pasti saya dan yang lain berusaha yang terbaik untuk nona muda Aira. Baiklah jangan terlalu lama saya akan langsung menangani nona muda. Saya permisi", ucap sang dokter berlalu ke ruang UGD.