Ketua Osis Dingin Itu Suamiku

Ketua Osis Dingin Itu Suamiku
Rapat Osis


__ADS_3

Sesampainya di parkiran Kenzo langsung masuk ke dalam mobil miliknya. Dengan perasaan yang kalut, Kenzo sebenarnya enggan untuk meninggalkan istri kecilnya di rumah sakit ini. Namun apalah daya jika kedua mertuanya memaksa dirinya untuk pergi ke sekolah dan pihak sekolah serta anggota osis membutuhkan kehadiran dirinya.


"Kenapa disaat begini mereka malah mengganggu gue untuk menjaga Rara di rumah sakit. Kalau bukan urusan osis, mungkin gue gak bakalan datang. Ah... Dasar! ", batin Kenzo sambil menjambak dan mengacak rambutnya.


Tak ingin membuang waktu lagi, kini Kenzo menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan wilayah rumah sakit. Masih sama dengan perasaan yang kalut, Kenzo masih saja memikirkan keadaan istrinya jika tanpa dirinya. Walaupun disana ada kedua mertuanya yang menjaga istri kecilnya itu.


20 menit berlalu, tibalah Kenzo di rumah masa kecilnya yang tak lain ialah rumah keluarga Aditama. Kenzo memarkirkan mobilnya tepat di halaman rumah, kemudian ia turun dari mobil dan melangkah masuk ke rumah. Masuknya Kenzo pun langsung disambut oleh kepala pelayan yang ada di rumah Aditama.


"Selamat datang dan selamat pagi tuan muda", ucap kepala pelayan


"Selamat pagi paman Tino", balas Kenzo menyapa kepala pelayan yang bernama Tino tersebut.


"Papa sama mama ada kan paman? ", tanya Kenzo


"Iya tuan muda. Tuan dan nyonya ada di dalam", jawab paman Tino


"Oke paman. Ken mau ke kamar dulu, siap-siap ke sekolah", ujar Kenzo


"Baik tuan muda", sahut paman Tino


Kenzo pun langsung melangkahkan kakinya menaiki anak tangga yang menghubungkan ke kamarnya. Dengan gerakan kilat ia membuka bajunya, Kenzo kini sudah setengah telanjang. Dan sekarang Kenzo segera masuk ke dalam kamar mandi yang ada di kamarnya.


Setelah 15 menit berada di bawah guyuran air shower, kini Kenzo berjalan keluar dengan menggunakan handuk di pinggangnya. Nampak terlihat jelas tubuh atletis yang Kenzo punya, bagi perempuan yang melihat tentu akan tergila-gila akan tubuh sixpack Kenzo. Suami dari Rara tersebut dengan secepat mungkin memakai seragam sekolah miliknya dan langsung memilih pelajaran apa yang akan ia pelajari hari ini. Setelah selesai ia lantas keluar dari kamarnya menuju ruang makan untuk sarapan bersama mengingat waktu yang terus berputar tak terhentikan.

__ADS_1


Baik Nathan maupun Lydia tak ada dari mereka yang mengetahui keberadaan anak sulung mereka di rumah. Ketika semua orang telah berkumpul di meja makan, Kenzo dengan seruannya menghentikan aktivitas orangtuanya dan tentu adiknya Daniel.


"Tunggu! Apa kalian akan sarapan tanpa aku? ", seru Kenzo seraya bertanya. Ia langsung duduk diantara kedua orangtuanya dan adik kecilnya.


"Kamu pulang aja gak bilang-bilang, gimana mama sama papa bakalan tau kalo kamu ada di rumah. Lain kali kalo kau pulang itu kasih tau mama tau papa, ini gak ada angin, gak ada hujan tau-tau nongol aja di meja makan", sungut Lydia pada anak sulung kesayangannya itu. Dan Kenzo pun hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal setelah mendengar omelan sang mama.


"Iya ma, maaf. Habis tadi Kenzo buru-buru takut waktunya gak keburu, apalagi hari ini Kenzo ada rapat osis", sahut Kenzo meminta maaf.


Tanpa Kenzo sadari ada sebuah tangan yang hendak menarik telinganya, namun karena terlalu fokus pada sang mama akhirnya Kenzo tak mengetahuinya. Dengan cepat tangan itu menjewer telinganya pelan namun sakit tetap ia rasakan. Kenzo langsung melihat siapa yang saat ini tengah menjewernya dan yang mejewernya yaitu, tak lain adalah Nathan sang papa sendiri.


"Aduh...aduh...aduh sakit pa. Kenapa telinga Ken malah dijewer sih pa, salah Ken apa coba", ucap Kenzo


"Makanya lain kali kalo pulang itu kasih tau orang rumah biar gak kaget liat kamu tau-tau ada di rumah. Orang mau makan sarapan tiba-tiba ada yang teriak dari atas buat orang hampir jantungan", ujar Nathan seraya masih menjewer telinga sang anak.


"Iya pa...iya maaf kan tadi udah Ken bilang kalo Ken itu buru-buru makanya gak sempet kasih tau kalian. Aduh sakit pa lepasin napa sih, ma bantuin Ken dong suruh papa lepasin nih jeweran. Sakit nih telinga Ken", Kenzo berupaya meminta pertolongan sang mama agar terlepas dari jeweran dari papanya.


~•~•~•~•~


Selesainya sarapan kini mereka para lelaki bersiap untuk berangkat ke tujuan mereka masing-masing. Berhubung Kenzo tengah terburu-buru, ia langsung pamit pada kedua orangtuanya. Sedangkan Daniel kini diantar oleh Nathan.


Kenzo membawa mobilnya keluar dari perkarangan rumah keluarga Aditama. Kenzo mengendarai mobil hitam kesayangannya dengan kecepatan sedang menuju SMA KEBANGSAAN tempat ia menimbah ilmu selama 3 tahun lamanya.


sesampainya Kenzo di sekolah, ia terlebih dahulu memarkirkan mobilnya di halaman parkir sekolah. Seusainya dengan mobilnya, lantas Kenzo membawa kakinya melangkah ke ruang kelasnya. Disana tentunya sudah ada ketiga sahabat Kenzo yang telah menunggu kedatangannya.

__ADS_1


"Woi Ken! Kenapa lo keliatan lesu gitu sih?", tanya Reza


"Iya Ken, lo kenapa sih kayak nggak ada semangatnya hari ini", timpal Tama


"Kayak kalian gak tau aja kenapa Kenzo begini. Yang jelas ini semua karena dia tuh gak mau jauh dari rara, gitu aja kalian gak tau", sahut azka yang mengetahui sebab kenapa Kenzo terlihat lesu.


"Yaelah Ken kirain kenapa. Kok lo lesu sih, emang ada hal apa yang buat lo kek gini. Tapi yah gue perhatiin sejak lo nikah sama Rara, kayaknya lo berubah gitu. Yang tadinya lo gak mau berurusan dengan hal percintaan dan dingin ke siapapun termasuk Rara yang sekarang jadi bini lo, apalagi lo sampe dijuluki ketua osis terdingin yang pernah ada di sekolah ini", terang Reza yang memang benar adanya.


"Iya ken, kita juga heran kok lo bisa berubah sejak adanya Rara. Padahal dulu kita aja bilang sama lo untuk merubah sikap lo yang dingin itu aja gak lo denger, sekarang giliran ada Rara aja luluh hati lo. Dasar bucin", ujar Azka sambil tertawa lepas karena berhasil mengejek sahabatnya itu diikuti Reza dan Tama.


"Enak aja gue nggak bucin ya. Yang bener itu gue sayang istri", jawab Kenzo mengelak.


"Ngeles aja terus kayak bajaj hahahaha", seru Tama tertawa


"Udah diem kalian, berisik tau. Bentar lagi guru datang, jadi mingkem tuh mulut kalian biar gak ada laat yang masuk", ucap Kenzo dengan nada dingin khasnya. Dan tentu itu membuat ketiga sahabatnya terdiam tak berkutik mendengar ucapan dingin sahabatnya.


"****** sudah. Keluar lagi nih jiwa dingin dari seorang Kenzo Aditama", batin Reza


•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•


Author comeback again readers kesayangan


Maaf up nya telat setelah libur panjang akhirnya up lagi 😢. Do'akan semoga setelah ini aku bisa up tiap hari untuk kalian semua ya ☺

__ADS_1


Jangan lupa like... komen... dan vote ya


Happy reading kesayangan 🤗🤗🤗


__ADS_2