
Setelah dari pengumuman dari Arvin yang disampaikannya beberapa hari lalu, kini banyak anak kelas datang menjenguk Rara ke rumah sakit saat pulang sekolah. Terutama kelima sahabat Rara dan tentunya Arvin yang berjanji akan setiap hari menjenguk Rara di rumah sakit walaupun sahabatnya itu belum juga membuka matanya sampai saat ini. Mereka sangat sedih melihat Rara terbaring tak berdaya di ranjang pasiennya, apalagi terdapat banyak selang yang ditubuh Rara untuk menunjang hidupnya.
Tak hanya sahabat dan teman kelas yang sedih melihat kondisi Rara yang dipenuhi dengan selang dan infus yang selalu diganti jika sudah habis setiap harinya, namun seluruh keluarga juga sangat sedih melihatnya seakan dunia mereka runtuh. Karena putri kesayangan mereka tak juga membuka mata indahnya dan menampilkan senyum menawan miliknya yang akan menjadi penyemangat hidup mereka.
Tepat di hari minggu ini Kenzo, Arvin dan J twins mereka menjaga Rara di ruang VVIP yang juga ada sebuah kamar untuk mereka tidur berempat, namun dari semalam Kenzo terus saja duduk di samping ranjang pasien milik istrinya. Ia tak pernah meninggalkan tempat duduknya, hingga ia tertidur dalam posisi duduk dengan wajah yang ia letakkan ranjang istrinya yang disanggah tangannya.
Tepat pukul 07.00 pagi Kenzo terlebih dulu bangun dari tidurnya dibandingkan Arvin dan kedua kakak iparnya yang masih berada dalam dunia mimpi mereka. Saat ia bangun, tentunya wajah sang istri lah yang pertama kali dilihatnya. Dengan tatapan sendu ia membelai pipi chuby istrinya dengan lembut seraya menggenggam tangan Rara yang tak terpasang oleh selang jadi ia bisa leluasa memegangnya.
"Sayang, kakak kangen sama kamu. Kangen dengan senyum kamu, kangen dengan cerewatnya kamu, manjanya kamu sama kakak, kakak juga kangen ke sekolah bareng sama kamu dan juga kakak kangen banget tidur sama kamu di kamar kita. Kapan kamu bangunnya? Apa kamu gak kangen sama kakak, sama semua keluarga kita. Mereka semua sedih liat kamu begini sayang. Kakak minta maaf sudah jadi penyebab kamu seperti ini. Maaf jika kakak lebih mempercayai orang lain daripada kamu, istri kakak sendiri dan sekarang pelaku yang meneror dan menabrak kamu sudah ditangkap oleh polisi juga dia sedang menjalankan hukumannya"
"Kakak benar-benar minta maaf sama kamu sayang. Kakak menyesal dengan apa yang terjadi sama kamu. Kalau nanti kamu sadar kakak akan memohon maaf sama kamu bila perlu kakak sujud dikaki kamu sayang. Kami mohon bangunlah dari tidur panjang kamu ini, harus sampai kapan kamu tidur nyenyak kayak itu, sampai kapan kamu mesti terbaring lemah disini. Kakak sangat tersiksa melihat kamu Ra, kalo bisa rasa sakit yang kamu alami ini dipindahkan ke tubuh kakak", Kenzo mencurahkan isi hatinya panjang lebar sambil memegang erat tangan istrinya. Hingga tanpa sadar ada bulir bening jatuh membasahi pipinya. Ia sudah tidak bisa menahan airmatanya untuk jatuh keluar.
Kenzo dengan cepat menghapus airmatanya agar tidak ada orang tahu jika dirinya sedang menangis. Ia tak ingin lemah dihadapan sang istri, meski itu hal wajar jika ia bersedih. Kenzo bangkit dari duduknya menuju kamar mandi yang ada di ruang tersebut untuk membasuh wajahnya. Hingga 5 menit kemudian ia berjalan keluar dari kamar mandi, disusul dengan bangunnya Arvin dan kedua kakak iparnya. Ketiganya duduk di sofa yang sama, sedangkan Kenzo tetap duduk disamping Rara dan menggenggam erat sang istri.
"Ngapain lo duduk disamping Rara dari kemarin. Bukannya lo senang kan liat kondisi Rara kayak itu, kan lo sendiri penyebab ini semua! Kenapa lo gak sama siapa itu cewek yang lo bela waktu itu? Ah kak Olivia yang katanya lo lebih mengenalnya dari siapapun termasuk Rara ya kan? Udah deh lo gak usah sok sedih gitu gak pantes", sindir Arvin dengan kalimat pedas yang keluar dari mulutnya. Kenzo diam tak menanggapi perkataan Arvin.
"Udah Vin. Ini masih pagi untuk cari ribut, kasihan Rara yang selalu dengar kalian berisik", ucap Jayden
"Tapi emang benarkan hyung. Dia penyebab ini semua", jawab Arvin
__ADS_1
"Udah deh daripada kalian ribut disini mending lo ikut hyung buat beli sarapan untuk kita berempat", ujar Jordan seraya menepuk pundak Arvin dan mereka pun berdiri dari duduknya.
"Hyung, aku beli sarapan sebentar", pamit Jordan pada kakak kembar dan Jayden hanya mengangguk sebagai jawaban.
Keduanya berjalan keluar dari ruang rawat Rara untuk membeli sarapan untuk mereka berempat. Sementara didalam hanya ada Kenzo dan Jayden saja. Mereka diam tanpa ada obrolan sama sekali, sampai akhirnya Jayden membuka suara terlebih dulu.
"Ken, hyung tau kalo kamu sudah menyesali perbuatan kamu sama Rara. Hyung juga sedih dengan keadaan Rara sekarang, tapi kamu jangan kayak orang yang kehilangan harapan hidup gitu. Kamu boleh sedih tapi jangan sampai mengabaikan kesehatan diri kamu sendiri, hyung perhatiin dari kemarin kamu makan cuma sedikit gak pernah dihabisin. Hyung ngerti dengan perasaan kamu, tetap saja kamu harus jaga kesehatan kamu", ucap Jayden menasehati adik iparnya tersebut.
"Iya hyung, tapi Ken benar-benar minta maaf kalo Ken mengabaikan kesehatan sendiri. Ken menyesal sudah menyebabkan Rara seperti ini, walaupun sebenarnya Ken gak pernah ada maksud untuk mencelakai Rara", jawab Kenzo tanpa menoleh pada Jayden karena pandangannya hanya fokus pada sang istri yang masih terlelap ditidurnya sambil menggenggam erat tangan Rara.
"Hyung tau kamu gak ada niat seperti itu. Jadi pas Jordan sama Arvin bawa sarapan, kamu harus makan sampai habis makanan kamu. Ngerti!", tegas Jayden
"Tapi hyung...", Kenzo menoleh pada kakak iparnya dan belum sempat menyelesaikan pembicaraannya, Jayden langsung menyela omongan adik iparnya.
"Iya hyung, baiklah. Ken akan makan habiskan sarapan nanti", balas Kenzo mendapat anggukan dari Jayden.
Kini mereka berempat tengah menyantap sarapan pagi mereka. Yang beralasankan karpet yang ada di ruang tersebut membentuk lingkaran.
"Nanti daddy, mommy, papa sama mama jam 10 nanti akan ke sini. Jadi kita bisa pulang sementara diganti mereka yang jaga Rara", ucap Jayden yang telah selesai makan. Diangguki Arvin dan Jordan kecuali Kenzo.
__ADS_1
"Oke hyung. Nanti kita pulang ke rumah buat mandi, badanku lengket semua", ujar Jordan
"Aku biar disini aja hyung jagain Rara. Aku gak mau pulang", kata Kenzo
"Lebih baik kamu ikut kami pulang dulu. Siang atau sore nantikan kamu bisa kesini lagi buat jaga Rara. Kamu bersihkan dulu badan kamu, pasti lengket juga kan oleh keringat", ucap Jayden
"Oke hyung", jawab Kenzo singkat.
•^•^•
3 Minggu Kemudian
Sudah 3 minggu lamanya Rara dalam keadaan koma. Belum ada tanda-tanda atau pergerakan dari Rara yang menunjukan akan bangun dari tidur panjangnya dan melewati masa kritisnya. Hari demi hari dilewati oleh seluruh anggota keluarga tanpa adanya senyum dan tingkah menggemaskan dari gadis cantik yang tengah terbaring lemah.
Tak satu hari pun Kenzo absen untuk menjaga sang istri di rumah sakit. Walau kadang ia harus dipaksa untuk pulang hanya sekedar membersihkan badannya dari keringat dan berganti pakaian oleh sang mama dan mertuanya.
Tampak ruang rawat Rara sepi yang hanya menyisakan Kenzo disana sendirian. Sedangkan yang lain tengah berada di kantin rumah sakit untuk mengisi perut mereka, karena hari sudah menunjukan terik panasnya yang artinya waktunya untuk makan siang. Kenzo sengaja tak ikut dengan seluruh keluarga sebab ia ingin berduaan bersama sang istri, meskipun gadis itu belum sadar.
"Sayang, kapan sih kamu bangun dari tidur kamu ini. Apa kamu gak capek tidur begini? Apa perut kamu gak lapar selama ini karena gak diisi makan? Kakak mohon sayang bangunlah istriku yang cantik. Kakak benar-benar kangen sama kamu begitu pula dengan keluarga kita, sudah hampir satu bulan kamu tidur nyenyak. Kakak mohon buka lah mata kamu, Ra"
__ADS_1
"Kakak minta maaf atas apa yang kakak lakukan sama kamu. Kakak menyesal, andai waktu itu kakak percaya sama kamu pasti ini semua gak bakalan terjadi sama kamu sayang. Kakak mencintai dan menyanyangi kamu, please bangunlah dari tidurmu sayang", kata Kenzo seraya mencium tangan mungil milik sang istri.
"Kakak emang suami terburuk di dunia ini. Kakak gak percaya omongan kamu apalagi kakak gak bisa melindungi kamu. Jangan pernah kamu tinggali kakak, kakak mohon sayang bukalah mata kamu", masih menggenggam erat tangan sang istri, Kenzo tak ingin melepaskannya barang sedetik pun.