
Kenzo meraih gelas yang ada di nakas samping ranjang pasien Rara untuk menuangkan air minum untuk istrinya. Lantas Kenzo langsung memberikan air minum tersebut kepada Rara agar gadis itu lebih tenang.
Rara menerima gelas itu dan langsung meninumnya hingga tandas. Gadis itu meletakkan gelas yang sebelumnya ia pakai di atas nakas. Rara yang masih diselimuti rasa takut itu pun tanpa aba-aba langsung masuk ke dalam pelukan hangat seorang Kenzo yang mengatakan jika dirinya adalah suaminya. Sedangkan Kenzo membalas pelukan dari sang istri dengan senang hati sembari mengeratkan tangannya ke belakang Rara dengan lembut yang seakan mengantarkan energi positif hingga membuat Rara sedikit merasa tenang dan aman, karena Kenzo tahu jika sang istri masih di landa rasa takut dari mimpi buruk yang terlihat dari gemetarnya tubuh Rara.
"Mimpi apa yang membuat kamu ketakutan seperti ini sayang? Apa sebegitu mengerikan mimpi itu", batin Kenzo
"Sayang, kamu istirahat lagi ya", ucap Kenzo lembut yang masih memeluk tubuh istrinya. Namun tak ada jawaban dari gadis cantik itu, seolah-olah mulutnya terkunci rapat.
"Sayang, kamu istirahat lagi ya biar kamu nggak capek. Nanti malam daddy sama mommy akan datang ke rumah sakit nemani kamu disini ya", Rara langsung mendongakkan kepalanya menatap mata indah sang suami, karena mendengar kedua orangtuanya akan datang menemaninya.
"Beneran kak?", tanya Rara dengan suara lemah
"Iya sayang. Jadi sekarang kamu istirahat lagi aja", pinta Kenzo, namun Rara menggelengkan kepalanya.
"Aku nggak mau kak, aku masih takut. Gimana kali mimpi itu datang lagi kali aku tidur. Nggak... Aku nggak mau kak", tolak Rara dengan raut wajah yang ketakutan.
"Kamu ngga perlu takut sayang, kan ada kakak yang jagain kamu disini. Ya udah kalo kamu gak mau istirahat lagi, mending sekarang kamu berbaring. Kakak kupasin buah buat kamu biar kamu ada tambahan vitamin dan lebih cepat sembuhnya", ujar Kenzo sambil mengambil buah apel yang ada di atas meja dan langsung ia kupas untuk istri tercinta. Sedangkan Rara hanya bisa mengganggukkan kepala mendengar ucapan sang suami.
Dengan penuh ketelatenan saat Kenzo mengupas buah apel dan buah-buah lainnya, walau sesekali jarinya terkena pisau. Namun tak membuat jarinya berdarah.
Selesai dengan mengupas buah apelnya, Kenzo langsung memberikannya kepada sang istri. Kenzo terlihat sangat senang saat Rara memakan buah yang ia kupas sebelumnya. Ia tak henti-hentinya melihat kearah sang istri, sampai sang gadis merasa canggung ditatap seperti itu oleh laki-laki yang ada disampingnya itu. Entah kenapa rasanya Rara masih ragu untuk mengakui Kenzo sebagai suaminya, walau Kenzo telah menunjukkan berbagai bukti jika mereka adalah sepasang suami istri. Namun tetap saja ada hal masih mengganjal dihati Rara.
"Apa benar laki-laki yang ada disamping gue ini beneran suami gue? Tapi kenapa rasanya gue nggak ada ingatan apapun tentang dia, meskipun begitu banyak bukti tentang pernikahan kami. Jika memang benar dia emang suami gue, gue cuma berharap semoga gue bisa mencintainya dengan sepenuh hati gue begitu pun sebaliknya, dia bisa mencintai gue setulus hatinya", do'a Rara dalam hatinya.
"Rara sayang, kamu gak apa-apa kan?", tanya Kenzo pada sang istri yang terlihat melamun, tapi tak ada jawaban dari gadis cantik itu.
__ADS_1
"Sayang", panggil Kenzo sambil melambai-lambaikan tangannya di depan mata Rara agar tersadar, namun nyatanya gadis itu masih hanyut dalam lamunan dan pikirannya.
"Kenapa istriku yang cantik ini melamun? Apa ada masalah yang sedang dipikirkannya, tapi apa", Kenzo bermonolog
"Rara, ada apa sayang", Kenzo sedikit mengguncang tubuh Rara dengan pelan, mencoba untuk membuat Rara tersadar dan usahanya pun berhasil.
"Ah iya, kenapa kak?", tanya Rara
"Kamu kenapa sayang? Dari tadi kakak perhatiin kamu melamun terus. Tadi juga kakak berulang kali manggil kamu tapi kamunya gak ada respon, kakak udah lambai-lambai juga kamu masih aja melamun. Kamu lagi mikirin apa sih sayang sampai segitunya?", tanya Kenzo penasaran.
"Aku gak lagi mikirin apa-apa kak", jawab Rara
"Kamu yakin gak mikirin apa-apa tapi melamun terus", ucap Kenzo
"Iya Rara yakin kak. Rara gak lagi mikirin apa-apa", ujar Rara
"Kak, Rara boleh pinjam hp kakak gak? Rara bosen nih gak ada mainan, hp Rara aja nggak tau kemana", ucap Rara yang ingin meminjam hp sang suami.
Tanpa bertanya Kenzo langsung memberikan hp nya kepada sang istri, karena ia juga tahu jika gadis yang ada di depannya itu lagi dilanda rasa bosan. Jadi tidak ada salanya jika ia meminjamkan hp nya pada istri tercinta.
Saat hendak membuka lockscreen hp suaminya, Rara tidak tahu akan passwordnya. Sudah berkali-kali ia mencoba membukanya namun tetap saja gagal, dengan rasa kesal akhirnya ia bertanya pada suaminya.
"Kak", panggil Rara
"Iya sayang ada apa?", tanya Kenzo tanpa melihat ke arah Rara.
__ADS_1
"Password hp kakak apa, Rara nggak tau. Berkali-kai coba buka tapi nggak kebuka juga, ini apa passwordnya kak?", tanya Rara
"Tanggal lahir kamu sayang", jawab Kenzo
"Masa tanggal lahir Rara, kakak bohong ya", ucap Rara tak percaya.
"Kalo kamu nggak percaya buka aja sendiri. Passwordnya tanggal lahir kamu sayang", kata Kenzo meyakinkan. Tak menunggu lama Rara pun langsung memasukkan password sesuai tanggal lahir dan itu pun berhasil terbuka. Rara tidak menyangka jika tanggal lahirnya dijadikan password di lockscreen suaminya.
"Gimana terbuka gak?", tanya Kenzo
"Hehehe iya kak kebuka hp nya", ucap Rara seraya tertawa kecil.
Beberapa menit kemudian Rara yang masih sibuk memainkan hp suaminya pun kini mulai diserang rasa kantuk tak tertahankan, hingga Rara menguap terus-menerus. Dirasa sudah tidak bisa menahannya lagi, sampai akhirnya Rara terlelap dalam tidurnya dengan hp yang ada diatas perutnya. Kenzo yang menyadari sang istri tertidur langsung meletakkan buku yang dibacanya diatas meja kecil. Ia mengambil hp miliknya diatas perut istri kecilnya itu. Namun sebelum ia masukan ke dalam sakunya, Kenzo melihat layar hp nya yang dimana menampilkan drama Korea yang ditonton oleh istrinya dan ia pun hanya bisa tersenyum melihatnya. Karena ia tahu jika sang istri sangat menyukai hal-hal yang berbau Korea tempat dimana sang ayah berasal dan Kenzo pun memahami kegemaran sang istri.
Setelah memasukan hp nya ke dalam saku celananya. Kenzo lantas membenarkan selimut Rara agar si gadis cantik itu tidak kedinginan dibawah dinginnya AC yang ada di ruang tersebut.
•••••••••••••••••••••••••••••••
Hay Readers Kesayangan
I'm comeback again
Karena aku sudah lama gak up kalian jangan pernah bosan membaca novel aku ya. Setelah ini aku akan mencoba untuk up setiap hari walau ceritanya pendek.
Jangan lupa dijadikan favorite...like... komen dan di vote ya
__ADS_1
Happy Reading 🤗🤗🤗