
3 jam sudah mereka semua berada diatas awan, tepat pukul 8 malam mereka telah tiba di bandara Ngurah Rai Bali. Selama penerbangan Rara dan Kenzo yang duduk berdampingan pun hanya tertidur nyenyak karena mereka kelelahan. Dua pasang orangtua itu pun tersenyum tingkah kedua anak mereka yang tertidur dengan saling mengenggam tangan satu sama lain, rasa tidak ingin terpisahan. Begitu juga dengan Jayden, Jordan dan Daniel yang sama-sama tidur. Namun mereka berdua harus di bangunkan karena mereka telah sampai di Bali.
Akhirnya mereka semua turun dari pesawat dan mengambil barang-barang mereka, kemudian mereka berjalan menuju area penjemputan.
"Yeay...akhirnya sampai juga di Bali", teriak Rara sambil meregangkan otot-otot nya yang kaku dan berlari kecil untuk ke area penjemputan namun ia salah arah langsung saja Jayden menegurnya.
"Rara sayang, mau kemana kamu ke arah sana? area penjemputan nya di sana Ra, kenapa malah ke sana. Kamu itu terlalu semangat sampe salah arah ya, apa masih ngantuk?", Rara yang mendengar ucapan kakaknya pun langsung menghentikan langkahnya dan berbalik ke belakang, dan benar saja ia seorang diri yang berjalan kearah yang salah. Mukanya pun langsung merah karena malu dan ia menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya sontak membuat semua orang tertawa melihat tingkahnya termasuk juga Kenzo yang gemas akan tingkah calon istrinya.
Di area penjemputan ada beberapa mobil yang sudah menunggu keluarga besar Aditama telah terparkir rapi di tempat penjemputan tersebut. Mobil-mobil ini khusus disiapkan oleh papa Nathan untuk membawa mereka semua menuju villa keluarga Kim.
"Selamat datang Tuan Aditama dan Tuan Kim silahkan masuk", kata salah seorang supir yang telah disiapkan oleh papa Nathan dan membukakan pintu untuknya. Perjalanan malam itu berlanjut menuju villa besar yang berada dekat pantai yang indah.
•••••••••••••^•^••••••••••••
Villa
Sesampainya di villa yang memakan waktu perjalanan 30 menit pun akhirnya tiba. Terlihat para asisten menyambut kedatangan tuan nya dengan begitu antusias.
"Selamat datang Tuan Kim. Akhirnya Tuan bisa berkunjung lagi ke Bali bersama keluargs besar Tuan", ucap seorang laki-laki paruh baya yang merupakan kepala pelayan di villa tersebut dan ia adalah orang kepercayaan dari daddy Woo Joon.
"Iya, terima kasih Bayu. Tolong kalian bereskan barang-barang ini ya dan masukkan koper-koper mereka ke dalam kamar masing-masing dan antar mereka ke kamarnya agar mereka bisa istirahat", perintah daddy Woo Joon pada kepala pelayan yang bernama Bayu tersebut seraya tersenyum tipis.
"Baiklah kalian semua istirahat lah terlebih dahulu malam ini besok ada yang ingin saya sampaikan pada kalian semua", kata daddy Woo Joon pada semua orang yang ada di sana. Dan mereka pun mengangguk setuju.
__ADS_1
Dengan sigap Bayu melaksanakan perintah tuannya dan menyuruh pelayan-pelayan lain untuk segera menjalankan perintah tuannya untuk membawa barang-barang, koper, serta tamunya ke kamar masing-masing. Dalam villa ini memang terdapat banyak sekali kamar, jadi mereka semua akan kebagian.
Pagi harinya tepat pukul 07.00 semua telah berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama. Di meja makan terdapat menu nasi goreng dan roti tawar dengan berbagai macam selai yang ada di meja agar mereka bisa memilih sendiri menu sarapan mereka. Setelah memilih menu masing-masing mereka pun menikmati sarapan mereka.
Selesai dari sarapan mereka langsung berkumpul diruang tengah untuk mendengarkan apa yang akan daddy Woo Joon sampaikan kepada semuanya.
"Baiklah karena kalian semua sudah berkumpul disini, daddy mau memberitahukan bahwa pernikahan Rara dan Kenzo akan digelar dalam 2 hari lagi. Maka dari itu mulai dari sekarang nanti akan ada orang dari WO yang akan mendekor villa ini untuk pernikahan kalian berdua", ucap daddy Woo Joon
Rara yang mendengar apa yang ucapan sang daddy pun langsung terbatuk-batuk.
"uhuk...uhuk...secepat itu dad?", tanya Rara
"Iya sayang. Lebih cepat lebih baik", Rara pun langsung bangkit dari duduknya dan berlari sekencang mungkin ke pantai.
Semua orang merasa heran melihat Rara langsung berlari meninggalkan ruang tengah menuju pantai setelah mendengar pengumuman dari sang daddy. Kenzo pun bangkit dari duduknya untuk menyusul Rara di pantai.
"Kenapa kamu langsung berlari setelah mendengar pengumuman daddy tadi? Apa kamu tidak mau menikah dengan ku 2 hari lagi?", tanya Kenzo yang membuat Rara kaget.
"Ah... Bukan begitu kak. Rara senang kalau akan menikah 2 hari lagi tapi apa kak Kenzo siap menikah dengan Rara 2 hari lagi, Rara tau sebenarnya kakak masih ragu kan dengan ini semua", ucap Rara karena ia merasakan keraguan di mata Kenzo. Kenzo terkejut Rara mengetahui jika ia masih ada ragu dengan pernikahan ini, tapi ia akan berusaha yang terbaik karena ia telah mencintai gadis cantik di depan matanya itu.
"Kata siapa kakak ragu hmm? Kakak siap kok untuk Menikah dengan kamu 2 hari lagi, jadi kamu jangan berpikiran yang aneh-aneh oke!", tegas Kenzo sambil tersenyum manis dan itu membuat Rara ikut tersenyum dan memeluk eret Kenzo.
•••••••^•^•••••••
__ADS_1
2 Hari Kemudian
Hari yang ditunggu-tunggu oleh kedua keluarga, yaitu keluarga Kim dan keluarga Aditama telah tiba, dimana hari pernikahan kedua anak mereka akan terlaksana hari ini. Villa yang menjadi tempat pernikahan pun disulap menjadi tempat yang mewah layaknya di hotel bintang lima, hanya dengan dekorasi dari WO yang berkualitas dan terpercaya.
Pukul 09.00
Di ruang tengah yang merupakan tempat akad nikah akan dilakukan. Terlihat seorang pengantin laki-laki yang duduk dihadapan penghulu dan dihadapan daddy Woo Joon yang siap untuk melaksanakan prosesi ijab qobul. Kini Kenzo menjabat tangan daddy Woo Joon.
"Bismillahirahmanirahim. Ananda Kenzo Aditama bin Nathan Aditama Saya nikahkan dan Saya kawinkan Engkau dengan putri bungsu ku Kim Aira Kusuma binti Kim Woo Joon dengan maskawin berupa seperangkat alat sholat dan emas seberat 9 gram dibayar tunai", ucap daddy Woo Joon dengan lantangnya.
"Saya terima nikah dan kawinnya Kim Aira Kusuma binti Kim Woo Joon dengan maskawinnya tersebut dibayar tunai", ucap Kenzo dengan sekali tarikan nafas dan lantangnya.
"Bagaimana para saksi SAH"
"SAH", ucap semua orang
Setelah ucapan sah keluar dari mulut semua orang, Rara langsung dijemput oleh mommy Indira dan mama Lydia dari kamarnya untuk menuju dimana Kenzo berada. Seketika semua mata para tamu tertuju pada kecantikan yang dipancarkan oleh sang pengantin wanita. Rara sangat cantik dan anggun hingga tak banyak tamu membicarakan kecantikkannya.
"Silahkan Mas Kenzo dan Mbak Aira saling memasangkan cincin nikahnya, kemudian setelah itu Mbak Aira mencium tangan sang suami dan begitu pula dengan Mas Kenzo mencium Kening istrinya", ucap pak penghulu memecahkan lamunan Kenzo yang memang terlihat melamun.
Kedua memasang cincin pernikahan yang telah disiapkan. Cincin emas putih yang berbentuk setengah hati dari kedua cincin tersebut, namun jika disatukan akan membentuk hati yang sempurna. Begitu juga dengan makna dari cincin itu yang bermakna cinta mereka akan terbentuk sempurna apabila kedua cincin terus tersemat di jari mereka berdua hingga maut memisahkan.
__ADS_1
Dan langsung Rara mencium punggung tangan suaminya, begitu pula dengan Kenzo. Dia langsung mencium kening sang istri cukup lama dihadapan semua orang. Seusai pelaksanaan ijab qobul, Rara dan Kenzo langsung sungkeman dengan kedua orangtua mereka diiringi derai nya airmata yang keluar dari mata mereka berdua.
Setelah mereka sungkeman, mereka berdua langsung ke kamar untuk beristirahat. Acara akan dilanjut nanti malam pada acara resepsi pernikahan Rara dan Kenzo yang begitu mewahnya.