Ketua Osis Dingin Itu Suamiku

Ketua Osis Dingin Itu Suamiku
Kangen Rumah


__ADS_3

30 menit berlalu, akhirnya mereka semua telah tiba di rumah sakit terkenal yang merawat Rara selama ini. Setelah roda mobil itu berhenti, langsung saja kelima perempuan yang sudah heboh itu tanpa menunggu Arvin maupun Lily berlarian masuk ke rumah sakit dengan langkah kecil agar tidak terlalu membuat kebisingan didalamnya. Lily yang melihat kelima adik kelasnya tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya, sedangkan Arvin mengumpat kelimanya.


"Dasar perusuh", umpat Arvin pelan namun masih terdengar ditelinga Lily dan Lily pun hanya bisa diam saja mendengarnya.


Akhirnya keduanya melangkah menyusul kelima gadis perusuh itu sebelum mereka membuat kerusuhan yang lebih parah lagi. Dengan santainya mereka berjalan menuju ruang rawat Rara. Ketika mereka sampai diruangan yang dituju, ternyata disana sudah ramai yang berdatangan walaupun sekedar menjemput Rara dari rumah sakit. Itu membuktikan jika banyak sekali orang yang sayang kepada Rara.


Tak disangka-sangka kelima perusuh itu membuat kegaduhan yang cukup nyaring sampai di telinga semua yang ada disana dan beruntungnya dilantai dimana kamar inap Rara berada sudah dipesan satu lantai oleh sang pemilik, yang tak lain ialah Kim Woo Joon.


Kelimanya secara bersamaan memanggil ayah dari sahabat mereka dengan cerianya namun cukup nyaring. Sedangkan orang yang dipanggil hanya bisa menghela nafas dalam dan menatap kelimanya dengan mata elangnya membuat kelima gadis tersebut cengengesan.


"Daddyyyyyyyy", panggil kelimanya seraya berlari kecil mendekat ke sang empu yang dipanggil oleh mereka.


"Duh! Bisa gak sih kalian berlima ini jangan buat daddy pusing dengar suara cempreng kalian. Ini tuh rumah sakit bukan hutan, bukannya orang jadi sembuh malahan bisa mati mendadak orang-orang yang dengar suara kalian. Untung daddy sengaja kosongkan lantai ini demi anak kesayangan daddy", ujar Woo Joon kesal akan tingkah dari sahabat anak kesayangannya sambil menatap tajam kelimanya yang terlihat cengengesan namun menunduk takut.


"Ma....maaf daddy soalnya kami terlalu semangat untuk jemput Rara dari rumah sakit", sahut Bella masih setia dengan kepala menunduk.


"Daddy nih kebiasaan banget buat anak-anak cantik ini takut", sarkas Indira kepada sang suami


"Udah kalian gak usah takut sama daddy, ada mommy yang bela kalian. Daddy hanya menegur kalian saja bukannya marah sama kalian semua, tapi ingat yang tadi jangan diulangi lagi ya sayang", ucap Indira dengan lembut


"Iya mommy, maaf", serempak kelimanya mendongakkan kepala mereka.

__ADS_1


Sementara Nathan, Lydia, Kenzo, kembar J, Lily dan Arvin hanya bisa diam menyaksikan apa yang terjadi didepan mata mereka seraya sesekali menggelengkan kepala mereka akan tingkah dari kelima gadis tersebut.


"Maafin kami ya dad", ucap kelimanya dengan serempak


"Iya...daddy maafin. Tapi inget lain kali jangan diulangi lagi teriak-teriak kayak gitu apalagi ini di rumah sakit. Paham?!", kata Woo Joon dengan tegasnya


"Iya daddy", kompak kelimanya


Tak lama kemudian dokter Irvan pun datang ke ruang rawat Rara bersama seorang suster dibelakangnya. Karena sudah saatnya untuk pemeriksaan Rara sebelum mengizinkannya untuk pulang. Setelah memastikan kondisi Rara telah stabil baru akan dipulangkan sore itu juga.


"Selamat Sore Tuan Kim dan semuanya", sapa dokter Irvan pada semuanya


"Selamat sore dokter", balas mereka


"Silakan dokter", sahut Indira


"Kalau begitu saya permisi ke dalam dulu Tuan, Nyonya dan semuanya", kata dokter Irvan seraya menunduk dan berlalu masuk ke ruang rawat tempat Rara selama ini dirawat.


••••••••••••~••••••••••••


15 menit kemudian dokter Irvan pun keluar dari ruang rawat Rara, semua yang melihat dokter Irvan keluar langsung menghampiri sang dokter untuk menanyakan bagaimana kondisi Rara saat ini.

__ADS_1


"Bagaimana dok, apakah putri saya bisa pulang hari ini atau masih harus dirawat selama beberapa hari?," tanya Woo Joon


"Alhamdulillah nona Aira bisa pulang hari ini, kondisi nona juga sudah stabil, tetapi saya harap kalian semua tidak terlalu memaksakan nona untuk mengingat apapun sementara waktu ini agar kondisi nona benar-benar kuat. Dan saya sarankan agar nona Aira melakukan cek-up rutin 2 minggu sekali agar sedikit membantu pemulihan ingatan nona", jelas dokter Irvan panjang lebar


"Baik dok, saya akan melakukan apapun saran dokter untuk putriku agar ia segeran pulih", ucap Woo Joon


"Baiklah tuan, kalau begitu saya permisi jika kalian semua ingin masuk silahkan dan saya harap semoga nona Aira lekas sembuh", ucap dokter Irvan diangguki Woo Joon dan berlalu meninggalkan ruang rawat Rara.


Tak menunggu waktu lebih lama lagi mereka semua langsung masuk memenuhi ruang rawat Rara. Kelima sahabatnya seketika heboh saat mengetahui sahabat mereka akan pulang, sementara yang lain hanya bisa menggelengkan kepala melihatnya.


"Akhirnya Ra, lo bisa pulang hari ini. Lo tau gak betapa kangennya kami sama lo", ucap Bella


"Iya Ra, kita-kita kangen banget sama lo. Sepi tau saat lo nggak ada", timpal Diana


"Gue juga kangen sama kalian semua, akhirnya gue bisa pulang hari ini soalnya gue gak mau lama-lama disini", ucap Rara


Sedangkan Indira saat ini tengah mengemaskan barang-barang putri tersayangnya untuk dibawa pulang nanti. Dan Woo Joon berjalan mendekat ke brangkar putrinya.


"Gimana, apa tuan putri daddy siap pulang ke rumah?", tanya Woo Joon sambil mengelus sayang kepala putri tercinta.


"Iya dong dad, Rara siap pulang hari ini. Rara udah gak betah lama-lama di rumah sakit, Rara udah kangen banget sama rumah apalagi kasur Rara yang empuk itu", jawab Rara dengan semangatnya membuat semua yang mendengarnya pun tertawa.

__ADS_1


"Cepat sembuh ya sayang ", ucap mama Lydia


"Iya ma, terima kasih", ucap Rara seraya tersenyum.


__ADS_2