
Dea masih saja memeluk dan bergelayut manja ditangan Kenzo walau sudah ditepis beberapa kali, Rara yang melihat itu pun diam. Rara pun akhirnya berjalan keluar dari kelasnya diikuti dengan kelima sahabatnya dari belakang, karena ia sudah tidak tahan lagi melihat Kenzo yang dipeluk Dea di depan mata nya.
Kenzo tak menyadari jika istrinya telah meninggalkan kelas terlebih dahulu, karena Dea masih saja bergelayut di kengan kekar milik Kenzo.
"Hei kak Ken, kenapa kakak keliatan gak senang gitu sih adiknya ada disini juga. Kenapa juga tadi kakak kayak gak kenal sama Dea mana ngomongnya tadi 'kamu anaknya om David Alexander kan?' biasa nya juga panggil papi David", ujar Dea memajukan bibirnya kesal terhadap Kenzo.
"Karena gue kaget tiba-tiba lo ada di sekolah gue, bocah", ucap Kenzo dingin
Dea adalah anak dari pasangan David Alexander dan Alice Aditama. Alice Aditama merupakan adik kandung dari Nathan Aditama. Alice menikah sama David Alexander karena memang saling mencintai dan kemudian lahir lah anak pertama mereka yaitu Dea Alexander. Awalnya mereka tinggal di Jakarta bersama Nathan namun saat Dea memasuki kelas 5 SD, kedua orangtua pindah ke Bandung karena mengikuti David yang bertugas disana. Sebenarnya Dea tidak ingin ikut ke Bandung, ia tak ingin berpisah sama sama kakak sepupunya yang tak lain ialah Kenzo sendiri. Hingga David dan Alice berusaha membujuknya agar mau ikut mereka ke Bndung dibantu Kenzo yang ikut membujuknya, sampai akhirnya Dea mau ikut kedua orangtuanya dan berpisah dengan Kenzo bertahun-tahun lamanya. Mereka berdua berkomunikasi hanya lewat telpon dan video call saja.
"Astaga kak Kenzo ku tersayang. Dea ini adik sepupu kakak loh masih aja dingin sama adik sendiri dan satu hal lagi Dea udah dewasa bukan bocah lagi ingat itu", omel Dea
"Oh ya kak, Dea denger kakak udah nikah ya karena dijodohin sama papa Nathan. Maaf ya kak kami gak bisa datang di hari pernikahan kakak. Dea jadi penasaran yang mana sih orang yang jadi kakak ipar Dea, apa dia cantik, baik dan sayang sama kakak?", lanjut Dea yang penasaran akan kakak iparnya itu.
"Tadi kamu sudah kenalan sama dia yang ada disamping kakak nih", tunjuk Kenzo disampingnya namun tidak ada keberadaan istrinya.
"Yang mana kak. Apa yang namanya Rara tadi?", tanya Dea langsung diangguki Kenzo
"Kayaknya kakak ipar cemburu deh sama Dea karena dekat sama kakak", kata Dea
"Iya bocah karena lo bini gue kabur ninggalin gue. Pake peluk-peluk segala lagi kalo dia salah paham gimana", ujar Kenzo datar seraya menatap tajam ke arah Dea. Membuat gadis itu sedikit takut.
"Ya sudah sekalian aja kita buat kakak ipar cemburu beneran. Dea pengen liat ekspresi cemburunya saat suaminya Dea ambil, ayo kak kita ke kantin sekalian kita kerjain kakak ipar. Pasti kakak juga pengen liat kan", jelas Dea
__ADS_1
Kenzo pun ikut penasaran bagaimana jika istrinya sedang cemburu padanya karena dekat dengan gadis lain.
"Oke, tapi inget jangan kelewatan bercandanya. Kita cuma akting", peringat Kenzo pada adik sepupunya iti dan langsung saja Dea mengiyakan perkatan kakak nya itu. Kedua nya pun berjalan keluar kelas menuju kantin sekolah.
•••••••••••••^•^•••••••••••
Kantin Sekolah
Rara dan kelima sahabatnya telah duduk di meja khusus milik mereka sendiri. Rara yang sedari tadi menahan emosi pun membuat wajahnya memerah serta rahang yang mengeras serasa ingun sekali menghajar perempuan yang berani sekali memeluk suaminya di depan matanya. Kelima sahabat Rara yang melihat itu mencoba untuk membuat Rara tenang agar emosinya reda.
"Ra, lo tau gak kalo muka lo lagi emosi tuh udah kayak kepiting rebus merahnya", ucap Dina
"Udah Ra gak usah emosi gitu, santai aja kali", kata Laura dan yang lain pun ikut bersuara untuk menenang kan Rara.
"Udah lo tenang aja gue yakin kok kalo kan Kenzo gak gitu orang nya", ucap Dinda dengan yakinnya.
Nampak Kenzo, Dea, Azka, Reza dan Tama berjalan mendekat ke meja yang dimana ada Rara dan geng nya duduk dan menggabungkan dengan meja yang lainnya, Kenzo dan Dea tak sengaja berpapasan dengan ketiga sahabat Kenzo yang juga ingin ke kantin jadi sekalian saja mereka bareng ke kantinnya dan mereka bertiga sudah mengetahui niat keduanya yang ingin mengerjai Rara.
Rara yang melihat Dea masih bergelayut di lengan suaminya itu hanya memutar bola matanya malas dan bukannya tenang malah semakin memuncak amarahnya saat mereka berjalan mendekat ke arahnya dan duduk didepannya. Kenzo, Dea duduk tepat depannya Rara, tapi dengan cepat Rara menarik tangan Reza untuk duduk disebelahnya.
"Kak Reza duduk disamping Rara ya", ucap Rara diangguki cepat oleh Reza.
Bella, Laura, Dina, Dinda dan Kartika hanya diam memeperhatikan tingkah Rara yang seakan menghindar dari Kenzo. Akhirnya mereka semua memesan makanan sesuai yang mereka inginkan. Rara dan geng nya memesan nasi goreng pak Mamad, Kenzo dan Dea memesan masing-masing seporsi batagor, sedangkan Reza dan Azka memesan bakso serta Tama yang memesan soto. Sementara untuk minumnya mereka kompak es teh manis sebagai penyegar dahaga. Hingga tak lama kemudian semua makanan yang mereka pesan tadi sudah tersaji di meja langsung saja mereka melahapnya.
__ADS_1
Lagi enak-enak nya makan Rara di buat terkejut akan pemandangan yang ada di depan matanya namun ia hanya diam saja.
"Kak Kenzo...aaa...", Dea memberikan sendok berisi batagor yang berasal dari piringnya hendak menyuapi Kenzo. Kenzo pun menerima suapan tersebut, sedangkan Rara hanya menatap jengah keduanya.
Dea yang pada dasarnya masih suka makan belepotan layaknya anak kecil pun tak ketinggalan dengan saus kacang dari batagor tersebut yang membuat sudut bibirnya kotor akan saus tersebut. Kenzo yang melihat itu pun langsung membersihkan saus kacang yang ada di sudut bibir adiknya menggunakan tangan nya. Rara yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik keduanya langsung mengebrak meja dengan cukup kuat membuat yang ada dimeja terkejut dengan ulahnya.
Brak....
Kemudian Rara bangkit dari duduknya setelah meneguk habis es teh nya dan berlalu meninggalkan semuanya yang masih terduduk dimeja kantin serta membuat seisi kantin terkejut dengan suara gebrakan meja itu. Kelima sahabatnya yang awalnya bengong pun tersadar dan langsung bangkit mengejar Rara tapi sebelum itu mereka meletakan uang untuk membayar nasi goreng yang mereka pesan termasuk yang Rara.
"Pak Mamad, uang nya Bella taruh di meja ya pak", teriak Bella
"Oke neng Bella", pak Mamad juga sedikit berteriak.
Kenzo, Dea, Reza, Azka dan Tama masih pada posisi mereka masing-masing masih menatap kepergian Rara yang meninggalkan kantin.
"Gila si Rara ngebrak meja tangannya kagak sakit apa, kaget gue mana duduk disebelahnya lagi", ujar Reza
"Lo yang disamping nya aja kaget apalagi gue yang duduk didepan nya", kata Tama mengelus dadanya.
"Ayo loh Ken, Rara marah tuh. Lagian lo apaan coba pake mau ngerjain dia buat cemburu, kalo dia susah dibujuk nya gimana coba. Bisa-bisa putus deh lo berdua", pungkas Azka yang mengomel pada Kenzo.
"Kenapa gak lo bilang aja sih kalo Dea itu adik sepupu lo, kan gak bakal gini jadinya. Kalo sampe kalian berdua beneran putus kami gak bakal bantu lo, soalnya gue rasa sedikit susah ngadapi Rara yang marah kayak gitu", jelas Reza membuat Dea bingung dengan kata 'putus' yang di ucapkan sahabat dari kakaknya itu.
__ADS_1