Ketua Osis Dingin Itu Suamiku

Ketua Osis Dingin Itu Suamiku
Membuat Resah


__ADS_3

Rara dan Kenzo keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil. Rara menyuruh suaminya untuk segera menyalakan mesin mobilnya menuju ke tempat yang akan Rara tuju.


"Sayang sebenarnya kita mau kemana malam-malam gini, kamu bawa koper sebesar itu lagi. Mau tidur dimana kita yank", tanya Kenzo menatap istrinya.


"Kita nginap di rumah mama papa kak, tadi Rara sudah telpon mama kok untuk kasih tau kalo kita menginap di sana", jawab Rara


"Ya udah kalo gitu. Kakak kira kita gak punya tujuan untuk tidur malam ini", kata Kenzo melajukan mobilnya meninggalkan rumah besar keluarga Kim layaknya istana tersebut.


"Gak mungkin lah kak, Rara udah atur semua kok jadi kita akan punya tempat tujuan", ujar Rara


"Iya sayang", sahut Kenzo


•••


Di Kamar Dea


Dea begitu antusias nya menyambut kedatangan kakak dan kakak iparnya. Ia merapikan tempat tidur berukuran Queen size miliknya, karena ia berharap bisa tidur bersama dengan kakak iparnya malam ini. Dia ingin sekali curhat pada kakak iparnya tentang apa saja yang ia alami.


Di tengah-tengah merapikan kamarnya, tiba-tiba saja handphone nya yang ada di atas meja riasnya berdering menunjukkan sebuah pesan masuk hingga tidak berhenti berdering. Dea langsung mengambil handphone nya dan membuka satu per satu pesan tersebut.


"Hai...pasti lo bertanyakan siapa gue yang kirim pesan ini, lo gak perlu tau siapa gue sebenarnya. Gue kirim lo pesan ini cuma mau kasih tau lo kalo pacar dari kakak sepupu lo si Kenzo itu MURAHAN! Rara itu J*LANG gak ada harga diri! Kalo emang lo sayang sama kakak sepupu lo mending lo jauhin Kenzo dan Rara, karena cewek GAMPANGAN kayak dia gak pantes untuk jadi pacarnya Kenzo. Cuma gue yang pantes jadi pacar dan istri buat Kenzo", isi pesan pertama


"Gue heran kenapa kalian semua pada suka sama cewek kayak Rara itu. Apa bagusnya dia di mata kalian sampe-sampe kalian semua gak tau kalo dia itu J*LANG, MURAHAN, GAMPANGAN, CEWEK PENGGODA! Cukup gue aja yang jadi pendamping Kenzo karena gue sangat sayang dan cinta sama Kenzo. Kenapa mesti cewek kayak Rara yang Kenzo pilih? Kenapa bukan gue!"


"Gue ingeti sekali lagi buat lo. Mending lo pisahin kakak sepupu kesayangan lo dari cewek murahan Rara itu. Apa lo gak kasihan sama kakak lo yang perfect itu dapat pacar kayak Rara? Lebih baik lo ikuti saran gue buat mereka berpisah dan gue akan hancurin hidup Rara", Dea mengeryitkan dahinya setelah membaca ketiga pesan masuk yang di kirim oleh seseorang yang tak dikenalnya. Ia tidak tau apa maksud dari orang itu sehingga menjelek-jelekan kakak iparnya.


Jelas saja Dea tidak termakan akan hasutan dari orang yang mengirim pesan teror untuk menyuruhnya memisahkan Rara dari kakak sepupu nya. Karena yang dia tau dan ia kenal selama ini, kakak iparnya itu selalu baik kepadanya tidak pernah sekali pun kakak iparnya menjauhinya terlebih jika bersama kelima sahabat kakak iparnya. Rara selalu mengajak dirinya kemana pun itu bersama-sama. Oleh karena itu ia tidak akan ada pikiran untuk memisahkan kakak sepupu dan kakak iparnya hanya untuk orang yang tak dikenalnya. Ia juga berpikir akan menceritakan ini kepada kakak iparnya agar mereka bisa mencari jalan keluarnya bersama.


Kemudian Dea melanjutkan kembali aktivitasnya yang tengah merapikan dan membersihkan kamar tidurnya.


•••


20 menit sudah mereka menempuh perjalanan, karena jalanan terlihat renggang jadi Kenzo memacu kecepatannya agar lebih cepat sampai. Kini mereka berdua telah sampai di rumah besar keluarga Aditama. Kenzo memarkiran mobilnya di halaman rumahnya, Kenzo membantu istrinya untuk melepaskan sabuk pengaman yang merekat di badannya selama perjalanan. Keduanya turun dari mobil untuk mengeluarkan koper besar milik mereka, kemudian menyeret koper besar itu beriringan dengan langkah keduanya.


Ting...tong...ting...tong


Kenzo menekan bel rumahnya yang berada di dekatnya. Pintu pun terbuka dan mereka langsung disambut oleh bik Yati, art di rumah Aditama.

__ADS_1


"Silahkan masuk Tuan muda dan Nyonya muda. Tuan dan Nyonya besar dan yang lainnya telah menunggu kedatangan kalian" ucap bik Yati


"Iya bik terima kasih", balas Kenzo


Kini Rara dan Kenzo masuk ke dalam dan tentu saja langsung disambut oleh keluarganya. Mama Lydia dan papa Nathan yang sedari tadi menunggu kedatangan mereka pun terlihat senang, begitu juga dengan aunty Alice dan uncle David. Dan mereka menyuruh anak dan menantu mereka untuk duduk terlebih dahulu.


"Kakak, kakak ipar...." terdengar teriak Dea dari lantai atas yang sangat gembira menyambut kedatangan kakak sepupu dan kakak iparnya.


"Dea jangan lari-lari nak. Nanti kamu jatuh sayang kan bisa jalan gak perlu lari-lari kayak itu", tegur aunty Alice kepada anak semata wayangnya.


"Hehehe...habisnya Dea seneng banget waktu denger kak Kenzo dan kakak ipar bakalan nginap di sini beberapa hari ke depan, jadi Dea ada temennya sekarang. Dea gak sabar pas denger kalo mereka udah sampai Dea langsung aja lari ke bawah", jelas Dea sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal karena mendapat teguran dari sang mami. Dea duduk tepat di sebelah Rara.


"Kakak ipar malam ini tidur sama Dea ya di kamar Dea ya", pinta Dea


"Gak boleh, Rara harus tidur sama kakak. Kenapa mesti tidur di kamar kamu", sahut Kenzo


"Iih kak Kenzo pelit amat sih sama adik sendiri. Malam ini aja kak, Dea mau curhat sama kakak ipar", ucap Dea


"Pokoknya gak boleh, titik", tegas Kenzo membuat semua yang melihat tingkah keduanya hanya bisa menggelengkan kepala mereka.


"Mau kemana kalian", tanya Kenzo


"Ke kamar Dea lah kak. Kan tadi sudah Dea bilang, Dea mau curhat sama kakak ipar", jawab Dea


"Boleh tapi Rara tetap harus tidur sama kakak. Ingat itu", kata Kenzo seraya menatap tajam ke arah adik sepupunya. Dea yang melihat tatapan tajam dari Kenzo pun takut akan sorot mata kakaknya.


"Iya...iya nanti Dea balikin kakak iparnya ke kakak. Tapi sekarang Dea mau curhat dulu sama kakak ipar dan kakak gak boleh kepo", ujar Dea berlalu meninggalkan kakak sepupu dan yang lainnya sambil menggandeng tangan Rara. Keduanya menaiki satu per satu anak tangga kemudian masuk ke dalam kamar.


•••


Kediaman Kim


Di kamarnya mommy Indira begitu mengkhawatirkan anak perempuan satu-satunya yang pergi meninggalkan rumah malam hari, hingga ia menangis tiada hentinya.


Daddy Woo Joon mencoba menenangkan istrinya yang kini tengah menangis khawatir tentang anak perempuan mereka. Daddy Woo Joon berjalan mendekat ke arah mommy Indira dan membawanya masuk ke dalam pelukannya untuk menenangkan pikiran istri tercintanya.


"Sudah mom berhenti menangis. Daddy yakin kalo anak perempuan kita itu pasti akan baik-baik saja", ucap daddy Woo Joon mengelus rambut hitam panjang istrinya.

__ADS_1


"Iya dad, tapi kemana mereka perginya malam-malam begini. Apa mereka ada tempat buat mereka tidur", ujar mommy Indira


"Tenang aja mom. Daddy yakin kalo mereka tidak akan jauh-jauh perginya, mungkin mereka ke rumah Nathan dan menginap di sana", kata daddy Woo Joon asal menebak.


"Iya juga ya dad, Kalo mereka berdua beneran menginap rumah Nathan mommy bisa tenang mikirinnya", sahut mommy Indira


"Ya sudah lebih baik kita tidur aja ya mom", ajak daddy Woo Joon diangguki istrinya.


•••


Dea tak melepaskan genggaman tangannya dari sang kakak ipar hingga memasuki kamarnya. Ia menyuruh Rara untuk duduk di atas tempat tidurnya dan ia ingin sekali menceritakan tentang pesan teror yang di terimanya.


"Kakak ipar, Dea mau curhat sama kakak ipar malam ini dan siapa tau nanti akan dapat solusinya", ucap Dea


"Oke mau curhat tentang apa dulu nih", Rara menanggapi ajakan Dea yang ingin curhat padanya.


Nmun sebelum Dea menceritakan pesan teror itu, ia lebih dulu curhat masalah perasaannya yang saat ini memendam rasa untuk seseorang. Rara dengan anteng mendengarkan semua curhatan adik iparnya mengenai perasaannya hingga mereka berdua tertawa bersama seolah ada hal yang begitu lucu menurut keduanya.


"Astaga jadi kamu suka sama kak Azka, sahabat kak Kenzo?", tanya Rara yang terkejut mendengar bahwa adik iparnya itu memiliki perasaan pada Azka yang tak lain adalah sahbat dari suaminya.


"Iya kakak ipar. Dea suka sama kak Azka tapi Dea gak yakin apa kak Azka juga merasakan hal yang sama", ucap Dea


"Udah kamu jangan khawatir, aku rasa kak Azka kayak juga ada perasaan deh sama kamu", ujar Rara dan Dea hanya manggut-manggut.


"Oh ya kakak ipar, ada satu hal lagi yang ingin Dea ceritakan sama kakak", Dea ingin menceritakan masalah pesan teror tersebut.


"Mau cerita apa lagi emangnya", Rara dibuat penasaran akan ucapan adik iparnya.


"Itu kak, Dea mendapat kiriman seperti pesan teror yang mengancam akan memisahkan kakak dan kakak ipar. Dan ini coba kakak baca pesan ini", Dea menunjukan isi pesan yang ia terima sebelumnya. Rara begitu terkejut membaca pesan itu yang berisi ancaman seperti dirinya.


"Aku juga mendapat pesan teror ini, yang isinya akan menghancurkan hidup aku kalo aku belum juga tinggalin kak Kenzo. Pesan teror itu buat aku sangat resah dan keliatannya orang yang mengirimi kita pesan teror ini adalah orang yang sama. Dia ingin mendapatkan kak Kenzo", jelas Rara


"Jadi kita harus gimana kak? Menurut Dea orang ini mencoba untuk membuat kita salah paham hingga menyebabkan kita menjauh dan berselisih paham. Dea takut kak", Dea sangat takut jika hal yang tidak diinginkan terjadi pada mereka berdua.


"Udah kamu tenang aja. Kita ikuti aja permainan dia, saat dia terus mengirimkan kita pesan teror ini maka kita akan pura-pura kalo kita seolah bertengkar seperti keinginan nya. Jadi mungkin kita bisa menangkap pelakunya", ucap Rara


"Oke deh kalo emang harus begitu, Dea bakalan ikuti cara kakak ipar. Dan sekarang mending kakak kembali ke kamar yang seharusnya kakak tempati nanti kak Kenzo yang dingin dan kejam itu akan memakan Dea, karena terlalu lama menahan istrinya dan kamar kak Kenzo ada di dekat kamar Dea", ucap Dea yang takut dengan kakak sepupunya membuat Rara tertawa mendengar penuturan adik iparnya. Kini ia melangkahkan kakinya menuju kamar Kenzo yang akan menjadi kamar bagi keduanya.

__ADS_1


__ADS_2