Ketua Osis Dingin Itu Suamiku

Ketua Osis Dingin Itu Suamiku
Kotak Misteri


__ADS_3

Keesokan Harinya


Rara seperti biasa terbangun dari tidurnya yang lebih dulu dari sang suami. Langsung saja Rara melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi melakukan ritual paginya. Rara berjalan keluar dari kamar mandi yang telah selesai mandi dan sudah memakai seragam sekolahnya. Rara mengeringkan rambut panjang hitamnya dan kemudian membangunkan Kenzo untuk mandi dan bersiap untuk sekolah.


Kenzo yang merasa tubuhnya diguncang pun langsung mengerjabkan matanya sebelum membuka lebar kedua bola matanya. Ia tersenyum melihat sang istri yang selalu melaksanakan tugasnya setiap pagi layaknya seorang istri pada umumnya, dan senyuman nya dibalas oleh istrinya dengan manisnya. Namun Kenzo masih enggan untuk bangun dari tidurnya hingga membuat Rara gemas akan tingkah suaminya.


"Ayo bangun kak nanti telat ke sekolahnya", ucap Rara


"Cium dulu baru kakak bangun", pinta Kenzo


"Gak mau ah. Udah buruan sana kakak mandi gih, Rara udah siapin airnya", ujar Rara


"Gak mau sebelum kamu cium, kakak gak mau bangun. Biarin telat ke sekolah", kata Kenzo yang masih tidak mau bangun dari tidurnya. Rara pun akhirnya menyerah dan menuruti apa mau sang suami.


Cup...


Rara mencium Kenzo tepat dibibirnya. Kenzo yang mendapat ciuman dari istrinya langsung duduk dengan mata yang terbuka sempurna dan tersenyum pada Rara. Kenzo turun dari tempat tidur untuk melakukan mandi pagi tapi sebelum itu Kenzo dengan sekilas kening sang istri yang kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Rara yang terkejut dengan Kenzo yang mencium keningnya pun hanya menggelengkan kepalanya.


Rara membuka lemari pakaian untuk mengambil seragam sekolah milik suaminya, tak lupa perlengkapan yang lainnya. Tak berselang lama Kenzo pun selesai dengan ritualnya dan keluar dari kamar mandi yang hanya menggunakan handuk yang melingkar dipingganya mendekati istrinya dengan memeluknya dari belakang.


"Sekarang kakak cepat pakai seragam dan kita turun untuk sarapan. Kasihan yang lain lama nungguin kita kak", ucap Rara


"Iya sayang, kakak pakai seragam dulu ya", Kenzo mengambil seragam sekolahnya n memakainya dibantu Rara yang memasangkan dasi pada Kenzo.


Keduanya telah selesai dengan kegiatan persiapan sekolah mereka. Kini mereka menuruni anak tangga menuju dapur untuk sarapan bersama keluarga Aditama.

__ADS_1


"Pagi ma, pa, semuanya", sapa Rara dan Kenzo


"Pagi sayang, sini duduk kita sarapan dulu", ucap mama Lydia


"Maafin Rara ya ma, hari ini Rara gak bantuin mama masak sarapan. Ini semua karena kak Kenzo susah bangunnya, mana manja lagi", ucap Rara kesal dengan tingkah suaminya saat dibangunkan tadi. Kenzo hanya menggarukan kepala yang tak gatal mendengar apa yang dibilang istrinya.


"Iya gak apa-apa sayang, kan masih ada bibik yang bantu mama. Jadi kamu tenang aja kalo lain kali suami kamu manja lagi suatu saat", mama Lydia tertawa kecil mendengar menantunya bilang kalo anaknya susah dibangunkan dan manja. Begitu juga dengan papa Nathan, aunty Alice, uncle David, Dea dan Daniel, sedangkan orang yang namanya disebutkan hanya bisa menyembunyikan wajah malunya.


•^•^•


Ruang Kelas Rara


Keadaan sekolah saat ini masih terlihat sepi, belum banyak siswa yang datang ke sekolah termasuk kelas Rara. Hanya ada dua orang yang telah datang, namun mereka menyempatkan diri ke kantin sekolah untuk mengisi perut kosong yang belum mereka isi dengan sarapan pagi dan kembali kelas kosong.


Ada seseorang yang berjalan mengendap-ngendap dan memperhatikan sekeliling agar ia tidak dilihat oleh orang lain apalagi jika sampai ketahuan. Ia membawa sebuah kotak berukuran sedang yang tidak diketahui apa isi didalamnya. Ia melangkahkan kakinya ke meja biasa Rara duduk sembari membawa kotak tersebut.


•^•^•


Rara, Dea dan Kenzo pamit pada semua keluarga dan akan berangkat ke sekolah. Ketiganya masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil tersebut ke sekolah mereka. Handphone Rara berdering keras memecahkan keheningan yang ada di dalam mobil, dengan segera Rara mengambil handphone nya yang ternyata kembali ia mendapatkan pesan teror dari orang yang masih belum jelas identitasnya.


"HARI INI LO AKAN HABIS DITANGAN GUE. NYAWA LO BERADA DI GENGGAMAN GUE SAAT INI DAN GUE PASTIKAN LO AKAN CELAKA KETIKA SAATNYA TIBA. OH YA GUE MAU KASIH TAU LO KALO GUE ADA HADIAH BUAT LO YANG GUE TARUH DI MEJA LO. GUE HARAP LO SUKA DENGAN HADIAH YANG GUE KASIH YA. HAHAHAHA...BYE", Rara membulatkan matanya setelah membaca isi pesan tersebut. Kenzo penasaran apa isi pesan yang diterima istrinya.


"Sayang apa isi pesan itu, kelihatannya kamu kaget melihat pesan itu", tanya Kenzo


"Ah bukan apa-apa kak, biasa sahabat-sahabat Rara katanya kangen sama Rara dan juga Dea. Jadi Rara kaget baca pesannya, karena mereka gak biasanya kayak ini", kilah Rara yang tak ingin suaminya mengetahui yang sebenarnya.

__ADS_1


"Oh kakak kira ada apa sampai kamu kaget begitu", ujar Kenzo lega


Namun Dea mengetahui jelas jika kakak iparnya itu kembali mendapatkan pesan teror dari orang misterius yang selama ini menerornya. Nampak Dea khawatir dengan kakak iparnya, sebab tadi ia sekilas membaca isi pesan itu. Sama halnya dengan Rara yang kaget begitu pula yang dirasakan Dea setelah membaca pesannya.


Sesampainya di sekolah, Kenzo langsung memarkirkan mobilnya dan menyuruh dua perempuan kesayangannya untuk turun dari mobil. Mereka bertiga jalan bersama menuju kelas. Kenzo terlebih dahulu mengantarkan kedua wanita itu ke kelas mereka yang satu kelas dan baru lah ia melangkah ke kelasnya. Saat menuju kelasnya tiba-tiba ada seorang perempuan yang mendekatinya dan menyapanya.


"Selamat pagi Ken. Apa kabar lo hari ini", sapa perempuan itu sambil bergelayut dilengan Kenzo dan itu membuat Kenzo risih. Hingga Kenzo tak membalas sapannya.


"Ken, kenapa lo diam aja. Ken gue mau jujur sama lo soal perasaan gue ke lo selama ini. Gue sebenarnya cinta sama lo saat kita masih SMP dulu tapi lo malah jadian dengan Ivana. Dan sampe sekarang gue masih cinta sama lo, gue sayang sama lo Ken apalagi kita satu kelas. Lo mau kan jadi pacar gue", dengan lantangnya perempuan tersebut menyampaikan isi hatinya yang ia pendam untuk Kenzo. Kenzo yang mendengar itu dengan kasarnya menepis tangan perempuan tersebut agar terlepas dari lengannya.


"Sampai kapanpun gue gak bakalan mau buat jadi pacar lo. Satu hal yang lo harus lo tau, jangan pernah lagi lo sebut nama perempuan yang sudah gue anggap mati dalam hidup gue dan sekarang perempuan yang akan terus menjadi pendamping gue itu cuma Rara. Jadi lo jangan pernah ada diantara hubungan kami berdua. Ingat itu!", tegas Kenzo dengan nada dinginnya meninggalkan perempuan itu yang masih berdiri mematung di tempatnya.


"Awas aja lo Ken, gue bakal buat lo nyesel udah nolak perasaan gue. Gue bakalan buat cewek itu mati hari ini juga. Liat aja nanti", gumam perempuan itu.


•^•^•


Di Kelas Rara


Kelas XI IPS 1 saat ini masih dalam keadaan sepi, belum banyak anak-anak kelas yang datang bahkan kelima sahabatnya. Karena ia dan Dea datang lebih cepat dari biasanya. Rara yang teringat pesan yang mengatakan jika orang misterius itu meletakan hadiah untuknya. Setelah mencari, Rara pun menemukan sebuah kotak yang tak terlalu besar ukurannya. Sebelum membuka kotak itu, Rara memanggil adik iparnya untuk ikut membuka kotak tersebut dan langsung saja Dea mendekati kakak iparnya.


"Ayo kakak ipar buka kotaknya. Dea penasaran isi yang ada di dalam kotak itu", pinta Dea pada kakak iparnya untuk segera membuka kotak misteri itu.


"Aku takut bukanya. Tapi aku juga penasaran dengan isinya", ujar Rara yang sama-sama penasaran.


"Kakak ipar jangn takut kan ada Dea disini. Mending kakak ipar cepat buka kotak misterinya itu", ucap Dea diangguki cepat oleh Rara.

__ADS_1


Dengan tangan yang gemetar Rara mencoba untuk memberanikan diri untuk membukanya, tapi ia tetap menjulurkan tangannya pada kotak itu. Dengan perlahan ia membukanya dan terlihat lah isi kotak misteri itu yang sontak membuat Rara maupun Dea terperanjat kaget dengan isinya.


__ADS_2