
Malam semakin larut dan sebentar lagi akan menunjukan tengah malam. Operasi Rara masih berlangsung dan belum ada kabar apapun dari dokter Irvan. Dea dan Alice telah terlelap dipelukan David yang merentangkan kedua tangannya untuk memeluk kedua wanita kesayangannya, karena kelelahan menangis sepanjang hari. Begitu juga dengan Indira dan Lydia yang ikut terlelap di pelukan suaminya masing-masing, hingga akhirnya para suami ikut tertidur. Sementara para lelaki muda Kenzo, Arvin dan J twins masih terjaga dari tidurnya. Mereka tidak tenang jika belum mendengar kabar apapun tentang Rara, Kenzo merasa sangat bersalah akan keadaan istrinya saat ini. Arvin terus saja sesekali memberikan tatapan tajam pada Kenzo walau sedang mengobrol sama J twins.
Kenzo merasa telah gagal menjadi suami yang baik untuk istrinya sampai ia penyebab kecelakaan istrinya sendiri. Ia bersumpah pada dirinya sendiri jika istrinya sudah sadar dan pulih, maka ia akan menjadi suami yang lebih baik lagi dan ia akan mempercayai istrinya daripada orang lain. Satu harapannya saat ini yaitu istrinya bisa tersenyum kembali padanya, ia akan meminta maaf bahkan akan bersujud di kaki istrinya agar sang istri bisa memaafkannya dan menerimanya kembali.
Tepat pukul 12 malam dokter Irvan keluar dari ruang operasi sontak keempat lelaki muda itu berdiri dari duduknya, membuat semua orang terbangun dari tidur mereka. Dokter Irvan berjalan perlahan mendekati anggota keluarga seraya melepaskan masker yang ada di wajahnya selama operasi tadi.
"Ba...bagaimana dokter? Apa operasi anak saya lancar?", tanya mommy Indira lirih terbata-bata dan seakan siap meluncurkan bulir bening yang membasahi wajahnya sepanjang hari.
"Iya dok, bagaimana dengan operasi Rara? Dia baik-baik saja kan", ucap Kenzo dan Arvin
Nampak dokter Irvan menghela nafas panjang sebelum menyampaikan kabar terbaru dari kondisi Rara. Ia bingung bagaimana menyampaikannya, karena itu akan membuat semua keluarga bersedih.
"Dok, gimana kondisi anak saya?", tanya daddy Woo Joon
"Baiklah semuanya. Alhamdulillah operasi nona Aira berjalan sukses tanpa hambatan, tapi...", dokter Irvan menggantungkan kalimatnya karena merasa berat menyampaikannya.
"Tapi apa, dokter?", tanya papa Nathan
"Iya dok, tapi apa", ucap Jordan membuat semua ikut bertanya dan merasa gelisah mendengarnya.
"Operasi nona Aira memang berjalan sukses dan telah keluar dari bahaya, tapi nona Aira masih dalam keadaan koma. Semoga saja nona Aira bisa cepat sadar dan segera melewati masa kritisnya. Kita sekarang hanya bisa berdo'a untuk kesembuhan nona Aira", jelas dokter Irvan dan semua yang mendengar pun seperti ada bom yang meledak di hadapan mereka. Betapa terkejutnya mereka dengan keadaan Rara saat ini sontak para wanita menangis.
"Apa dalam waktu dekat ini Rara bisa sadar dok?", tanya daddy Woo Joon
"Saya tidak bisa memastikannya tuan, karena saya tidak ingin membuat kalian semua kecewa dengan prediksi saya. Kita hanya bisa bersabar dan terus mendo'akan nona Aira agar cepat sadar. Setelah ini kami akan memindahkan nona Aira ke ruang rawat", ujar dokter Irvan
"Baik dok", jawab daddy Woo Joon
•^•^•
Keesokan Harinya
__ADS_1
Kini Rara telah dipindahkan ke ruang rawat VVIP yang ada di rumah sakit tersebut. Semua keluarga setuju jika Rara di rawat di ruang tersebut agar lebih intensif perawatannya. Rara masih setia dengan tidurnya seolah tak ingin bangun karena terlalu nyaman, tapi bagi keluarga yang melihatnya merasa sedih sebab gadis cantik itu tak kunjung membuka matanya.
Kenzo, Dea, dan Arvin hari ini masuk sekolah seperti biasa, walau pada awalnya mereka bertiga menolak untuk sekolah karena masih ingin menemani Rara di rumah sakit. Tapi para orangtua memaksa mereka untuk sekolah dan jangan terlalu memikirkan keadaan rumah sakit, mereka diminta untuk tetap fokus pada pelajaran mereka saja. Dengan berat hati mereka bertiga terpaksa menuruti ucapan para orangtua. Tak hanya mereka bertiga yang akan ke sekolah, melainkan Jayden dan Jordan akan ikut ke sekolah mereka. Karena kedua kakak kembar Rara tersebut diminta daddy Woo Joon untuk ke sekolah dan meminta izin pada pihak sekolah mengenai kondisi Rara saat ini, mereka akan meminta waktu yang cukup panjang untuk Rara karena mereka tidak tau sampai kapan gadis cantik itu koma.
•^•^•
Kenzo masuk ke kelasnya dengan ekspresi wajahnya terlihat muram tapi tidak menghilangkan wajah dinginnya. Kenzo duduk di bangkunya tepat disamping Azka.
"Woy Ken, gimana kabar Rara sekarang?", tanya Reza sambil menepuk pundak Kenzo.
"Iya sekarang gimana kabar Rara setelah kecelakaan itu?", Azka ikut bertanya perihal keadaan Rara.
Kenzo terlihat melamun dan tidak merespon pertanyaan Reza dan Azka. Hingga Tama melambaikan tangannya di depan wajah Kenzo agar tersadar dari lamunannya.
"Ah...i-iya kenapa", akhirnya Kenzo kembali dari lamunannya.
"Kita tuh pada nanya gimana kondisi sekarang?" Reza mengulang kembali pertanyannya.
"Oh...kondisi Rara sekarang, dia koma walau operasinya sukses. Tapi dia koma dan entah kapan sadarnya, dokter tidak bisa memastikannya", jawab Kenzo lirih dan tak bersemangat.
"Kita yakin kok kalo Rara itu gadis yang kuat", ucap Tama
"Iya, gue juga yakin kalo Rara itu cewek yang kuat. Kita akan selalu mendo'akan yang terbaik untuk Rara", sahut Reza
"Iya. Terima kasih atas do'a kalian", ucap Kenzo tersenyum getir.
•^•^•
Kelas XI IPS 1
Dengan gontai Arvin dan Dea berjalan menuju tempat duduk mereka dan meletakan tas miliknya. Kemudian Arvin berjalan ke depan kelas untuk menyampaikan pengumuman penting pada teman-teman kelasnya.
__ADS_1
"Perhatian semuanya. Gue berdiri disini untuk mengumumkan sesuatu yang penting untuk kalian semua", dengan lantangnya Arvin mengeluarkan suaranya agar terdengar oleh semua anak kelas.
"Pengumuman apa emangnya, pa", tanya Bella
"Iya emang ada pengumuman apa sih", ucap Dina
"Iya Vin, pengumuman apa yang pengen lo kasih tau sama kita-kita", ucap salah satu anak kelas yang lain.
"Kalian liat kan kalo bangku Rara hari ini kosong?", tanya Arvin pada anak kelas
"Apa hubungannya pengumuman dari lo sama kosongnya bangku Rara, Vin", ujar Laura yang tak mengerti maksud ucapan Arvin.
"Mulai hari ini atau entah kapan bangku itu di duduki Rara lagi", ucap Arvin membuat semuanya kebingungan.
"Maksud lo ngomong gitu apa Vin? Bisa gak langsung ke inti pengumumannya", ucap Kartika kesal
"Iya sepertinya bangku itu akan kosong untuk waktu yang lama. Karena kemarin baru aja Rara mengalami kecelakaan, sekarang di ada di rumah sakit keluarganya, yaitu rumah sakit Kim Internasional. Rara sudah menjalani operasi semalam dan sekarang kondisinya masih koma, dan dokter nggak bisa memprediksikan kapan Rara akan sadar. Dan itulah yang pengen gue umumin sama kalian semua", ucapan Arvin tersebut membuat satu kelas tercengang terutama kelima sahabat Rara.
"Kecelakaan? Lo serius Vin! Lo gak lagi bercandakan sama kita, yang bener lo", ucap Bella
"Yang gue bilang tadi itulah faktanya, karena gue sendiri yang bawanya ke rumah sakit kalo kalian gak percaya boleh tanya sama Dea", balas Arvin seraya menunjuk Dea dengan dagunya.
"Benar apa yang dikatak Arvin kalo kakak ipar gue kecelakaan kemarin dan sekarang dia masih koma hiks...", tangis Dea pecah saat membicarakan tentang kecelakaan kakak iparnya.
Kelima sahabat Rara merasa tersambar petir mendengar pengumuman Arvin. Mereka mengira jika yang disampaikan Arvin itu hanyalah kebohongan, namun dengan adanya ucapan Dea yang membenarkan perkataan Arvin pun langsung membuat mereka semua lemas. Tak terasa airmata mereka mengalir membasahi pipi mereka dan mereka sepakat selepas pulang sekolah nanti mereka akan menjenguk Rara di rumah sakit.
•••••••••••••••••••••••••
Hai semua kesayangan Author
Maaf jika masih ada salah penulisan kalimat atau typo dimana-mana, karena Author masih pemula
__ADS_1
Jangan lupa like...komen...dan vote ya
Happy reading semuanya 🤗🤗🤗