Ketua Osis Dingin Itu Suamiku

Ketua Osis Dingin Itu Suamiku
Kejadian Yang Sebenarnya


__ADS_3

Setelah melakukan pengecakan darah, dan hasilnya menyatakan jika darah Jayden cocok dan sehat untuk Rara. Karena akibat kecelakaan itu Rara kehilangan darah yang cukup banyak, maka dari itu diperlukan dua kantong darah. Bagi Jayden itu tidak masalah sebanyak apapun darah yang dibutuhkan adik bungsunya akan ia berikan termasuk juga nyawa nya sendiri demi melindungi adiknya.


Selesai dengan pendonoran darah, kini Jayden telah bergabung kembali bersama yang lainnya. Ia duduk di kursi panjang depan ruang UGD yang ditempati oleh Rara.


"Dad, apa Rara sudah masuk ruang operasi?", tanya Jayden


"Belum Jay. Dokter dan suster yang lain sedang menyiapkannya. Gimana apa darah kamu cocok untuk adik kamu Jay", ucap daddy Woo Joon


"Alhamdulillah, dad. Darah aku cocok sama Rara jadi bisa langsung di transfusikan untuk Rara", jawab Jayden


"Semoga operasi adik kalian berjalan lancar. Kita do'a kan supaya operasinya lancar tanpa kendala apapun dan yang paling penting semoga Rara cepat sembuh. Mommy gak mau liat adik kalian terbaring lemah di dalam sana", ucap mommy Indira lirih dengan nada sedihnya.


"Iya lebih baik kita berdo'a semoga operasi yang akan dijalankan Rara berjalan lancar tanpa adanya hambatan", ujar papa Nathan


"Sekarang kita sama-sama berdoa'a dulu demi kesembuhan Rara", ucap daddy Woo Joon diangguki semua yang ada di depan ruang UGD tersebut. Mereka semua mendo'akan operasi Rara agar sukses dan semoga nantinya Rara cepat sadar. Selesai berdo'a tiba-tiba saja pintu ruang UGD terbuka dengan dokter Irvan dan beberapa suster membawa Rara keluar dari ruang tersebut menuju ruang operasi. Semua orang masih setia berada disisi dan menunggu perkembangan dari Rara, termasuk Reza, Azka, Tama dan Olivia.


Sesampainya di ruang operasi dengan cepat dokter Irvan dan para suster membawa masuk Rara dan segera melakukan operasinya. Semua keluarga menunggu di luar ruang operasi karena tidak diizinkan untuk masuk ke dalam. Dea, mommy Indira dan mama Lydia masih saja meneteskan airmata mereka tanpa henti seraya mendo'akan Rara yang sedang berjuang antar hidup dan matinya. Para lelaki yang melihat ketiga wanita yang menangis itu pun tak tega melihatnya.

__ADS_1


"Dea, Arvin, Kenzo dan kalian bertiga sekarang ceritakan secara detail semuanya pada daddy apa yang menyebabkan Rara bisa kecelakaan seperti ini. Ingat daddy tidak ingin ada kebohongan!", tegas daddy Woo Joon pada mereka yang mengetahui kejadiannya.


"Arvin nggak tau detailnya dad. Yang Arvin tau itu kalo dia yang menyebabkan Rara kecelakaan dan harus terbaring di rumah sakit ini", geram Arvin seraya menunjuk Kenzo dengan dagunya, membuat Kenzo semakin merasa bersalah.


"Lebih baik daddy tanya sama mereka, terutama pada Dea. Karena menurut Arvin sepertinya Dea mengetahui semuanya", lanjut Arvin menatap tajam ke arah Dea.


"Dea, sini sayang dekat ke daddy nak", ucap lembut daddy Woo Joon, karena ia merasa tidak tega jika ia harus berbicara tegas kepada Dea yang masih saja terisak. Dengan nurutnya Dea berjalan mendekat ke arah daddy Woo Joon.


"Dea, coba kamu ceritakan semua kejadian ini dari awal sampai akhir yang menyebabkan Rara kecelakaan separah ini. Kamu hapus dulu ya airmata kamu, karena daddy nggak tega liat kamu menangis terus ya", Dea menganggukan kepalanya mulai menghapus air matanya yang sedari tadi mengalir membasahi pipinya dan membuat matanya sembab.


"Itu daddy awal dari ini semua tuh bermula dari dua minggu lalu. Rara dan Dea mendapat kiriman pesan teror yang ingin membuat kak Kenzo dan Rara berpisah, orang meneror kami itu sebenarnya menyukai kak Kenzo dari lama dan sepertinya dia gak terima jika mereka bersama. Kami berdua sengaja merahasiakan ini dari kalian semua, karena Rara menganggap jika kami bisa menyelesaikan nya sendiri", jelas Dea mulai meneteskan kembali bulir bening ke pipinya. Semua yang mendengar pun terkejut tak percaya dengan cerita Dea.


Dea terus menceritakan semua yang ia tahu dan sesekali ia menyeka air matanya. Dea juga menceritakan saat Rara mendapatkan teror dari seseorang yang berisial O dan Dea mengarahkan itu semua pada Olivia. Olivia yang disebutnya merasa tidak terima dan membela dirinya, sehingga membuat mereka saling adu mulut.


"Kami ada bukti yang membuat kak Olivia sebagai pelaku teror itu. Ini ada kotak yang berisi boneka dengan kepala yang terlepas dan berlumur darah di dalamnya juga ada kertas yang bertuliskan 'MATI KAMU RARA' dan ada cincin yang berukir nama kak Olivia hiks... Kebetulan tadi pas pulang sekolah kak Olivia mengajak kami untuk bertemu di taman dekat sekolah, karena itu kami bilang sama kak Kenzo kalau kami pulang duluan padahal kami berdua mau ke taman. Kalo daddy nggak percaya ini Dea kasih kotaknya dan ini ada gelang serta surat teror yang selama ini Rara dan Dea terima, ini juga pesan yang kak Olivia kirim ke hp Rara untuk bertemu di taman sengaja Dea suruh Rara untuk gak hapus oesan ini sebagai bukti. Daddy bisa periksa semuanya", ucap Dea menyerahkan kotak, gelang, handphone Rara dan beberapa lembar surat teror yang mereka dapatkan sebelumnya. Dengan segera daddy Woo Joon mengambil dan memeriksanya.


Benar saja apa yang Dea bilang jika di dalam kotak itu ada boneka yang kepalanya terlepas dan berlumuran darah, dan ada kertas yang memang tulisannya 'MATI KAMU RARA' dengan menggunakan darah. Tak ketinggalan cincin yang Dea bilang jika ada ukiran nama dari Olivia dan itu jelas ada di cincin itu dan gelangnya. Satu per satu daddy Woo Joon membaca semua surat teror yang di terima anak kesayangannya dan Dea.

__ADS_1


"Saat kami berdebat, tiba-tiba kak Kenzo datang langsung membela kak Olivia dan kak Kenzo nggak percaya dengan yang Rara bilang kalo kak Olivia itu jahat sama kami. Kak Kenzo malah mengira kalo Rara lah yang jahat dan menuduh Rara sudah jahat sama Dea, karena Dea jatuh padahal sebenarnya Dea jatuh itu karena gak sengaja menginjak batu dan itu membuat Dea hilang keseimbangan bukan karena Dea di dorong sama Rara. Kak Kenzo bilang kalo di percaya sama kak Olivia karena dia sangat mengenal kak Olivia dari siapapun jadi Rara gak berhak untuk bilang kak Olivia itu orang jahat. Karena Rara emosi sama kak Kenzo yang gak percaya sama dia dan selalu membela kak Olivia, Rara ingin menjambak rambut kak Olivia tapi kak Kenzo mendorong Rara sangat kuat membuat Rara terdorong ke jalan. Belum sempat Rara melangkah, tiba-tiba ada mobil yang melaju kencang ke arah Rara sehingga Rara tertabrak mobil itu dan Rara terpental jauh, Dea juga liat kalau kepala Rara terbentur keras tiang rambu yang ada di taman. Arvin dengan cepat menghampiri Rara, Dea, kak Reza, kak Azka dan kak Tama dengan cepat membawa Rara ke rumah sakit ini dad hiks...hiks...hiks", Dea kembali menjelaskan semua kejadian yang dialami Rara hingga ia tak kuasa menahan airmatanya yang telah mengenang. Dan semua yang sedari tadi menyimak mendengar cerita Dea pun merasa tak percaya apa yang mereka dengar. Mommy Indira, mama Lydia serta aunty Alice pun sudah terisak menangis mendengarnya. Jayden, Jordan, dan Arvin yang mendengar pun langsung membuat amarah mereka memuncak.


Bugh...


Kenzo terjatuh ke lantai dengan sudut bibir yang berdarah karena pukulan seseorang. Semua mata tertuju pada Kenzo yang jatuh dan Jayden. Karena dengan langkah yang sangat cepat Jayden menghampiri Kenzo dan memukulnya tepat di wajah Kenzo sampai menyebabkan bibirnya berdarah dn itu membuat yang lain tak menyadari gerakannya yang begitu cepat.


"Puas lo buat adek gue kecelakaan dan masuk rumah sakit hah! Gue udah percayakan Rara sama lo tapi kenapa lo buat dia begini, lo lebih percaya sama cewek lain daripada adek gue dan lo nuduh dia yang sudah dorong adek sepupu lo sampe jatuh!", kini Jayden tengah dikuasai amarahnya sampai Jordan harus menahan kakak kembarnya agar tidak kembali memukuli Kenzo.


•••••••••••••••••••••••••••••


Hai readers kesayangan


Maaf Author baru up hari ini. Karena beberapa hari ini Author tengah sibuk mengerjakan ujian semester dan itu membuat Author baru up


Jangan lupa like...komen...dan vote


Selamat membaca

__ADS_1


__ADS_2