Ketua Osis Dingin Itu Suamiku

Ketua Osis Dingin Itu Suamiku
Sekolah


__ADS_3

Kediaman Keluarga Kim


Rara bangun dari tidurnya. Rara melihat jam yang masih menunjukan pukul 05.30 pagi dengan segera ia bangun dan melepaskan diri dari tangan kekar suaminya yang melingkar di perutnya, namun bukannya terbebas dari pelukan itu tapi Kenzo semakin mengeratkan pelukannya seakan tak ingin melepaskan sang istri bangkit dari tempat tidur.


"Lepasin kak tangannya Rara mau bangun nih terus mandi", ucap Rara


"Mau ngapain sih sayang ini baru jam berapa lagi pula ini hari weekend. Ini bukan hari kita masuk sekolah kan hari senin nanti kita baru sekolah", kata Kenzo yang masih melingkarkan tangan kekarnya di tubuh ramping istrinya.


"Iya emang hari weekend tapi bukan berarti kita harus malas-malasan dong kak. Udah ah Rara mau mandi dan masak untuk sarapan nanti", Rara mencoba melepaskan tangan suaminya dari perutnya namun dia kalah tenaga dengan Kenzo.


"5 menit aja sayang kayak ini please", dengan sedikit nada memohon pada Rara


"Oke, Rara biarin 5 menit lagi sudah itu lepasin Rara mau masak kak", ujar Rara dibalas Kenzo berdeham.


"Kak Ken lepasin udah 5 menit nih buruan lepasin ntar Rara kesiangan masaknya. Rara gak mau ya sarapan nya di masak oleh bibik, Rara mau masak sendiri", celoteh Rara dengan nada kesalnya membuat Kenzo pasrah melepaskan pelukannya. Dan langsung saja Rara masuk ke dalam mandi.


20 menit berlalu Rara pun selesai dengan ritual mandinya dan langsung memakai pakaian santainya, baju berlengan panjang serta celana pendek selutut. Kemudian Rara langsung turun ke bawah menuju dapur untuk memasak sarapan dan setelah selesai memasak ia meminta bantuan bik Asri untuk membangunkan penghuni rumah yang lainnya. Dan ia kembali ke kamarnya untuk membangunkan Kenzo yang masih tiduran di tempat tidur.


Setelah berhasil membangunkan sang suami dan menyuruhnya untuk mandi, Rara dengan setianya menunggu Kenzo selesai dan turun ke bawah bersama. Tak membutuhkan waktu yang lama Kenzo telah selesai mandi dan keluar hanya dengan menggunakan handuk sebatas pinggang sehungga memperlihatkan dada bidang serta perut yang kotak-kotak seperti roti sobek, Rara yang melihat suaminya keluar tanpa mengenakan pakaian langsung membulatkan matanya melihat Kenzo keluar dari kamar mandi hanya handuk yang melekat di tubuhnya membuat Rara terpesona.


Dengan cepat Rara mengalihkan pandangan nya dan segera menyuruh sang suami untuk memakai bajunya. Kemudian mereka turun bersama untuk sarapan bersama yang lainnnya.


"Pagi mommy, daddy, oppa", sapa Rara dengan cerianya.


"Selamat pagi mom, dad, hyung", Kenzo menyapa keluarga mertuanya.

__ADS_1


"pagi", jawab mereka yang ada di meja makan serentak.


Selesai sarapan mereka pun bersantai dengan kegiatan masing-masing.


•••••••••••^•^••••••••


Jam sudah menunjukan pukul 04.00 subuh. Rara sudah terbiasa terbangun dijam tersebut. Rara yang hendak bangun namun ada tangan Kenzo diatas perutnya, Rara berusaha memindahkan nya dengan perlahan agar sang suami tidak terbangun.


Setelah memindahkan tangan Kenzo. Rara langsung membereskan kamarnya terlebih dahulu, mulai dari menyapu, mengepel dan mengelap semua barang yang terlihat berdebu kemudian ia mengumpulkan pakaian kotor dirinya dan suami untuk dimasukan ke dalam mesin cuci untuk dicuci bersih. Dirasa semuanya telah beres, Rara langsung menuju dapur untuk memasak sarapan pagi. Rara bangin lebih awal agar semua pekerjaan yang menurutnya mampu ia kerjakan akan di kerjakannya, karena hari ini adalah hari pertama mereka sekolah.


Pagi ini Rara akan memasak nasi goreng, sambal tahu tempe dan sayur sop yang ia campur dengan telur puyuh.


•••••••••••^•^•••••••••


Terlihat Kenzo yang masih berada di kasur dan tangannya meraba kasur sampingnya dan menemukan keberadaan istrinya disamping. Kenzo mengerjabkan kedua matanya untuk menyesuaikan cahaya ruangan dan ia melihat ke samping yang ternyata tidak ada istrinya, langsung saja ia masuk ke dalam kamar mandi karena ia teringat bahwa hari itu ialah hari pertam dimana mereka akan sekolah kembali setelah liburan yang panjang.


Di dapur Rara telah selesai dengan acara masak-memasak nya langsung menuju kamarnya, saat ia membuka pintu terlihat Kenzo telah rapi dengan seragam sekolahnya dan tengah memakai dasi di lehernya. Rara yang melihat itu pun langsung menghampiri sang suami untuk membantunya memakaikan dasi tersebut.


"Maafin Rara ya kak karena lupa menyiapkan seragam sekolah kakak", ucap Rara dengan nada menyesalnya dan terlihat sedikit murung. Karena merasa bersalah pada suaminya.


"Iya gak apa-apa sayang. Kakak maafin kok udah ya jangan murung gitu lebih baik sekarang kamu mandi terus kita turun ke bawah sarapan pagi, oke!", ucap Kenzo seraya mengelus sayang kepala istrinya kemudian ia mengecup kening Rara.


Selesai mandi Rara pun keluar dari kamar mandi dengan memakai seragam sekolah yang lengkap, dan dengan cepat ia menyisir rambutnya kemudian ia kuncir kuda sehingga terlihat cantik. Rara mengajak Kenzo menuju meja makan seperti biasa untuk sarapan bersama.


"Selamat pagi semuanya. I'm coming", teriak Rara sedikit cempreng. Kenzo yang mendengarnya hanya menggelengkan saja kepalanya. Tak lama Rara mencium satu per satu pipi daddy, mommy dan tentunya kedua kakak kembarnya.

__ADS_1


"Selamat pagi mom, dad, hyung", begitu Kenzo menyapa semuanya.


"Pagi sayang yuk duduk kita sarapan, kayaknya Rara udah masak enak nih", ucap mommy Indira disambut senyuman manis Rara.


Masih ada waktu tersisa untuk sekedar mengobrol santai dan telah selesai makannya. Semuanya masih duduk dimeja makan.


"Apa kalian akan ke sekolah bersama?", tanya daddy Woo Joon


"Iya dad kami akan berangkat ke sekolah bersama", dengan tegas Kenzo menjawab pertanyaan mertuanya. Rara yang mendengar jawaban suaminya itu pun terkejut.


"Kak kalo kita ke sekolah nya bersama, kita akan ketahuan dong status kita berdua gimana", ucap Rara cemas


"Gak apa-apa sayang. Jika ada anak-anak yang bertanya apa hubungan kita, ya kita kasih tau saja jika kita pacaran jadi tidak ada yang curiga kan", jelas Kenzo membuat Rara lega


"Mommy setuju dengan ucapan suami kamu sayang. Kalian kan bisa tinggal bilang kalo kalian berdua itu pacaran jadi mereka akan mengerti", mommy Indira menyetujui ucapan menantunya.


"Oke deh kalo gitu. Tapi Rara mau nya ke sekolah naik motor ya please dad", Rara memohon pada pria tua kesayangannya.


"Iya sayang boleh, tapi Kenzo kan tidak ada motor Panda", ujar daddy Woo Joon


"Kan bisa pinjam motor nya Jayden oppa. Jayden oppa Rara pinjam ya motornya mau berangkat ke sekolah sama suami Rara, boleh ya", dengan manjanya Rara memohon pada Jayden.


"Iya sayang boleh, ambil sendiri sana kuncinya", ucap Jayden pada sang adik.


Rara langsung bersorak gembira mendapat persetujuan dari kakaknya dan langsung berlari masuk ke dalam Jayden untuk mengambil kunci motor kakaknya itu. Kemudian merek berdua pamit pada orang rumah untuk berangkat ke sekolah bersama.

__ADS_1


__ADS_2