Ketua Osis Dingin Itu Suamiku

Ketua Osis Dingin Itu Suamiku
Pulang ke Jakarta


__ADS_3

Keesokan Siangnya


"Mau kemana sayang?", tanya Kenzo ketika melihat Rara hendak berjalan keluar kamar.


"Rara mau ke dapur bantuin mommy sama mama masak makan siang", jawab Rara


"Kakak mau dimasakin apa sama Rara?", tanya Rara pada sang suami.


"Apa aja sayang, asal kamu yang masak pasti enak", ucap Kenzo membuat Rara tersipu.


"Ya udah Rara ke dapur dulu ya suamiku yang ganteng", Kenzo tercengang mendengar Rara memanggilnya seperti itu. Dan Rara hanya tertawa kecil.


"Coba kamu ulangi tadi kamu manggil kakak apa", pinta Kenzo


"Suamiku yang ganteng", kata Rara kemudian melangkah keluar dari kamarnya. Sedangkan Kenzo hanya tersenyum mendengarnya.


Rara menuruni anak tangga sambil bersenandung ria menuju dapur. Terlihat ada mommy Indira dan mama Lydia yang ditemani oleh bik Ira, langsung saja Rara bergabung untuk membantu masak makan siang.


"Eh anak mommy, kenapa ke dapur sayang. Apa perlu sesuatu?", tanya mommy Indira


"Mom, ma Rara bantu masak ya daripada Rara bosen gak ada kerjaan. Capek duduk-duduk aja, boleh ya", ucap Rara dengan mata yang berbinar.


"Duh mantu mama yang cantik. Iya boleh dong sayang kenapa gak", ujar mama Lydia.


Hampir satu jam lamanya ketiga wanita cantik itu bertempur di dapur untuk memasak makan siang itu. Terlihat dimeja ada banyak sekali hidangan makan siang yang mereka buat diantaranya kepiting saus padang, ayam goreng, cumi goreng tepung dan masih banyak lagi. Ditengah-tengah meja juga ada nya buah-buahan segar sebagai pencuci mulut.


"Sayang kamu panggil gih suami kamu dikamar untuk makan siang, biar yang lainnya mommy dan mama kamu yang panggil", diangguki cepat oleh Rara apa yang mommy nya pinta dan berjalan menaiki anak tangga.


Sesampainya di kamar Rara yang melihat Kenzo tengah berbaring di atas kasur sambil memainkan handphone nya pun langsung mendekati sang suami.


"Kak ayo turun kita makan siang. Yang lain pasti udah ngumpul dimeja makan", ajak Rara. Kenzo yang melihat istrinya langsung duduk dari baringnya.


"Ayo kita turun", ucap Kenzo menarik tangan Rara untuk digandengnya.


Setibanya dimeja makan semua orang telah berkumpul disana.

__ADS_1


"Ya ampun dasar pengantin baru mau nya gandengan mulu. Yang awal nya nolak sekarang lengket terus kayak permen karet dasar abg labil", ledek papa Nathan saat melihat anak dan menantunya.


"Iih kenapa sih papa tu selalu aja ya mau buat Rara kesel. Namanya juga dijodohin awalnya kan gak tau pa kalo akhirnya kami bisa kayak gini, udah deh mending papa diam aja terpenting kami berdua sudah menerima pernikahan ini", oceh Rara pada papa mertuanya langsung disambut tawa lainnya.


Akhirnya mereka berdua duduk. Rara langsung mengambil piring sang suami untuk mengisinya dengan makanan, kemudian meletakkannya kembali. Semua orang telah terbiasa dengan pemandangan seperti itu. Nampak semua orang menikmati makan siang tersebut.


Seusai makan daddy Woo Joon, papa Nathan, Daniel, J twins dan tak tertinggal Kenzo duduk di ruang keluarga untuk bersantai. Sedangkan para wanita membereskan piring kotor yang ada di meja kemudian mencucinya. Tak lama mereka bergabung dengan para lelaki di ruang keluarga.


"Daddy, kapan kita pulang ke Jakarta?", tanya Rara pada pria tua awet muda itu.


"2 hari lagi sayang. Karena kalian akan masuk sekolah lagi, jadi mulai sekarang kalian harus berkemas agar nanti kita pulang sudah siap semuanya. Kalian sudah berkemas belum", tanya daddy Woo Joon


"Belum lah dad. Ayo kak kita berkemas barang-barang kita sekarang", ajak Rara dengan cepat diangguki Kenzo dan mereka pamit ke kamar.


"Huh dasar pengantin baru mau nya berduan mulu. Sampe berkemas pun harus berdua kah", canda papa Nathan membuat semua tertawa.


••••••••••••^•^••••••••••••


"Biar Rara aja yang kemas semua pakaian. Kakak duduk aja sana", kata Rara menyuruh Kenzo untuk duduk. Tetapi bukannya duduk di sofa kini malah Kenzo mendekat ke arah Rara dan membantunya berkemas barang-barang mereka berdua.


"Udah mending kita bereskan bersama ya supaya lebih cepat selesai sayang", Rara mengangguk dan langsung saja melipat rapi pakaian dirinya dan suami. Sedangkan Kenzo menyusun semua pakaian yang sudah dilipat Rara ke dalam koper.


Semua barang telah masuk semua ke dalam koper dan meletakan koper tersebut disamping lemari besar yang sebelumnya mereka isi dengan pakaian keduanya.


"Yuk kita tidur siang kak daripada gak ngapa-ngapain terus bosen", ajak Rara untuk tidur siang bersama sang suami.


"Hmmm", Kenzo hanya berdeham menuruti keinginan istrinya untuk tidur siang.


Lantas keduanya naik ke atas kasur King size milik mereka. Kenzo merentangkan tangan kanannya sebagai bantal untuk Rara, dengan senang hati Rara langsung tidur berbantalkan tangan kekar suaminya. Kenzo mendekap Rara ke dalam pelukan nya dengan damai, kemudian tertidur dengan nyenyak sekali.


Semua orang yang di ruang keluarga merasa heran kenapa pasutri muda itu tidak lagi kembali bergabung dengan yang lainnya di ruang keluarga. Hingga papa Nathan menyuruh Jayden untuk mengecek keadaan kedua adiknya itu.


"Jayden coba kamu cek ke kamar Rara dan Kenzo, kenapa mereka berdua tidak kembali lagi ke sini. Sudah lama mereka berdua di dalam kamar", perintah papa Nathan diangguki cepat oleh pria muda itu.


"Iya pa", singkat ucap Jayden

__ADS_1


Jayden berpikir jika kedua adiknya itu kelelahan hingga menyebabkan mereka tertidur. Dan benar saja apa yang ia pikirkan setelah sampai di kamar pasutri muda itu, karena pintunya tidak di kunci jadi memudahkan Jayden untuk membuka pintu dan melihat keadaan keduanya.


Jayden kembali turun ke ruang keluarga dan langsung memberitahukan pada semua orang.


"Mereka berdua tertidur di kamarnya. Wajar aja mereka gak balik lagi ke sini", ucap Jayden duduk di sebelah adik kembarnya. Yang lainnya menanggapi ucapan Jayden hanya manggut-manggut saja.


••••••••••••^•^••••••••••


Siang berganti malam, waktu terus berjalan. Tepat 2 hari kemudian dua keluarga itu akan pergi meninggalkan kota Bali dan akan terbang ke Jakarta, jam 11.00 mereka akan take off. Keluarga Kim telah masuk ke dalam mobilnya begitu pula dengan keluarga Aditama tak ketinggalan Rara dan Kenzo juga masuk ke mobil masing-masing, mereka sengaja menaiki mobil yang terpisah.


Sesampainya di bandara Ngurah Rai Bali yang memakan waktu tempuh 30 menit lamanya. Mereka berangkat lebih awal ke bandara agar tidak terburu-buru jika waktu telah mepet dan tak akan ketinggalan pesawat.


Di pesawat semua masing-masing duduk ditempat yang sama dan berdekatan.


"Sayang, sini tasnya kakak simpenin", kata Kenzo dan duduk disamping Rara. Rara menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya sambil memainkan handphone nya. Kenzo merasa diabaikan oleh sang istri karena handphone yang digenggamnya langsung saja Kenzo mengambil handphone milik Rara.


"Sayang, kok kakak diabaikan sih, malah fokus banget sama handphone", katanya manja sambil menggenggam tangan Rara.


"Iiih...kenapa kakak jadi manja banget kayak ini sih", ucap Rara.


"Manja sama istri sendiri, gak apa apa kan daripada sama yang lain", kedua pasang orangtua mereka tersenyum bahagia melihat tingkah kedua anaknya.


Akhirnya sampai juga di Jakarta setelah tiga jam perjalanan diatas awan. Kedua sahabat karib itu pun berpisah di bandara untuk pulang ke rumah masing-masing. Karena papa Nathan harus menghandiri rapat penting yang mendadak hari itu juga dan tidak bisa di tunda.


Mulai dari hari itu Kenzo pun tinggal di rumah keluarga Kim untuk sementara sebelum mereka mempunyai rumah sendiri dan itu atas perintah daddy Woo Joon. Sebelumnya papa Nathan telah menyuruh anak buahnya untuk memindahkan seluruh barang-barang pribadinya untuk diletakkan di kamar Rara.


•••••••••••••••^•^•••••••••••••


Mohon maaf semuanya para readers kesayangan karena Author baru up sekarang


Sebenarnya kemarin Author sudah nulis dan mengirimnya tetapi tidak lulus review. Jadi hari ini Author kirim ulang semoga lulus ya


Jangan lupa vote... like dan komen


Terima kasih 🤗

__ADS_1


__ADS_2