
"Dea, apa benar yang kamu katakan ditelpon tadi kalo Rara masih hidup?", tanya daddy Woo Joon
"I..iya benar dad. Dea aja gak percaya kalo Rara ternyata msih hidup", jawab Dea
"Terus gimana keadaannya?", tanya papa Nathan
"Belum tau pa. Dokter masih periksa Rara di dalam sana", balas Dea
"Papi kaget waktu kamu bilang kalo Rara masih hidup. Kami semua kaget jadi buru-buru balik lagi ke sini", ucap papi David
Flashback On
"I..ini beneran Rara hidup lagi? Apa cuma khayalan kita aja", ucap Bella
"Gak! Ini bukan mimpi atau khayalan, tapi ini nyata Rara masih hidup. Cepat kalian panggil dokter dan seluruh keluarga. Dea cepetan kamu keluar panggil dokter dan telpon semua untuk ke sini", perintah Kenzo pada adik sepupunya itu.
"I..iya kak. Dea keluar dulu panggil dokter dan telpon mereka", jawab Dea
Dea mengambil ponsel miliknya yang ada di dalam tas untuk menghubungi seluruh keluarga dan memberitahukan jika Rara masih hidup dan bernafas. Dengan segera ia mencari kontak sang papi lalu menghubunginya dan terdengar nada sambung dari sebrang sana ponselnya.
Dea : "Assalamu'alaikum. Ha..halo papi"
Papi David : "Wa'alalikumsalam. Ada apa sayang kamu telpon papi"
Dea : "Papi dan semuanya lagi ada di mana. Dea mau kasih tau kabar buat kalian semua"
Papi David : "Kami lagi ada di loby rumah sakit. Kabar apa sayang? Bentar papi loudspeaker dulu biar yang lain bisa mendengar kabar dari kamu"
Dea : "Iya pi"
Papi David : "Sekarang coba kamu kasih tau kami apa beritanya sayang?"
Dea : "I..itu pi Rara...."
Daddy Woo Joon : "Dea ada apa sama Rara, nak?"
Dea : "Itu dad Rara... Rara masih hidup. Tadi tiba-tiba aja jantung Rara berdetak lagi, makanya Dea telpon kalian untuk ke sini secepatnya",
Daddy Woo Joon : "Apa? Rara masih hidup? Kamu gak bercanda kan sayang", semua kaget mendengarnya
Dea : "Kalo kalian tidak percaya. Kalian liat aja sendiri ke sini, Dea tunggu",
Papi David : "Baiklah kami semua akan ke sana",
Panggilan pun diakhiri dan sekarang seluruh keluarga langsung bergegas kembali ke ruang VVIP di mana Rara berada. Dan setelah mendengar kabar Rara masih hidup itu membuat mommy Indira senang karena seakan nyawanya kembali ke raganya. Dan dengan tak sabarnya ia menyuruh yang lain untuk lebih cepat lagi melangkah.
__ADS_1
Sementara dokter Irvan dan dua orang suster telah tiba di depan ruang nona muda mereka berada untuk memeriksa keadaannya setelah mendapat keajaiban dari Tuhan.
Flashback Off
Sudah satu jam lamanya dokter Irvan dan dua orang suster kepercayaannya berada di dalam ruangan itu, namun belum juga keluar dari sana. Suami, keluarga dan para sahabat Rara pun kini sudah tidak sabar untuk mendengar kabar perkembangan dari gadis cantik tersebut.
"Sayang, kakak mohon sama kamu segera sadar. Kami semua merindukan kamu, tapi yang terpenting sekarang kamu harus cepat sembuh supaya kita bisa berkumpul lagi. Kakak kasihan melihat mommy yang menangis tiada henti untuk kamu sayang. Ku mohon sadar lah", Kenzo bicara dalam hatinya seraya melafalkan do'a untuk sang istri.
"Dad, Rara akan segera sembuhkan? Biar kita bisa berkumpul lagi", tanya mommy Indira pada sang suami sambil meneteskan cairan bening miliknya dalam pelukan suaminya.
"Rara pasti akan sembuh mom. Rara itu anak yang kuat, dia akan sadar secepatnya. Jadi kita harus selalu mendo'akan kesembuhan untuk anak kita mom", daddy Woo Joon menenangkan sang istri. Ia juga merasakan kecemasan dan rasa takut kehilangan seperti yang sedang dirasakan istrinya. Dia juga tidak mau lagi ditinggal pergi oleh sang anak kesayangan. Terlebih hati mereka hancur sewaktu mengetahui Rara meninggal sebelumnya.
10 menit kemudian dokter Irvan telah berdiri di ambang pintu ruang Rara dan nampak ekspresi dokter Irvan yang sulit diartikan oleh semuanya. Hingga membuat seluruh keluarga dan sahabat Rara kebingungan dengan yang akan dokter Irvan katakan. Entah itu kabar baik atau kabar buruk lagi yang akan mereka dengar.
"Bagaimana keadaan putri saya, dok?", tanya daddy Woo Joon ketika melihat dokter Irvan keluar dari ruangan.
"Iya dok. Keadaan Rara sekarang gimana?", tanya Kenzo
Terlihat dokter Irvan menghela nafas panjang sebelum mengatakan perkembangan Rara. Mereka semua telah berharap cemas dengan apa yang akan nanti dokter Irvan sampaikan.
"Bagaimana dokter?", tanya Jayden
"Alhamdulillah sekarang nona Aira telah keluar dari masa komanya dan kemungkinan besar nona Aira akan sadar malam ini atau besok pagi. Kita selalu do'akan terus nona Aira agar segera bangun dari tidurnya, jika kalian ingin masuk ke dalam tidak apa-apa. Tapi jangan terlalu banyak orang yang masuk, karena itu akan menganggu istirahat nona Aira . Baiklah tuan, nyonya, dan semuanya saya permisi dahulu jika ada sesuatu terjadi pada nona Aira segera hubungi saya", ucap dokter Irvan
"Sekarang lebih baik kita semua pulang terlebih dahulu karena hari mulai gelap. Untuk sahabat Rara daddy ucapkan terima kasih kalian selalu datang menjenguk Rara setiap harinya dan sekarang kita pulang dulu ke rumah masing-masing nanti kalian semua akan di antar oleh Jayden dan Jordan ke rumah kalian", ucap daddy Woo Joon kepada sahabat anak kesayangannya.
"Oke daddy", sahut kelimanya serentak
"Kenzo gak mau pulang dad. Ken, masih mau disini temani Rara sampai sadar dad", kata Kenzo yang tak ingim meninggalkan istrinya.
"Arvin juga dad. Arvin gak mau pulang sebelum Rara sadar", tolak Arvin untuk pulang karena ia masih ingin menunggu Rara sadar.
"Baiklah jika itu keinginan kalian. Kami tidak bisa melarang kalian, daddy percayakan Rara pada kalian berdua. Jika Rara ada apa-apa segera hubungi kami secepatnya", pesan daddy Woo Joon kepada dua pemuda itu dan langsung diangguki keduanya. Dan seluruh keluarga dan sahabat Rara kini telah pergi meninggalkan rumah sakit untuk pulang ke rumah masing-masing, sementara kedua pemuda itu masuk kembali ke dalam ruang rawat Rara.
•^•^•
Keesokan Paginya
Sinar mentari masuk melalui cela-cela yang ada membuat cahayanya menyinari ruangan Rara, hingga membuat Kenzo dan Arvin terusik dari tidurnya. Keduanya mengerjabkan mata untuk menyesuaikan pandangan mereka. Kenzo melirik arloji yang ada di tangannya untuk melihat sudah jam berapa saat ini. Dan ternyata sudah menunjukan jam 8 pagi, Kenzo langsung bangkit dari duduknya untuk ke kamar mandi sekedar membasuh mukanya agar terlihat segar sementara Arvin masih menunggu giliran.
Saat Kenzo telah keluar dari kamar mandi langsung disusul Arvin masuk ke dalamnya. Kenzo duduk disamping brangkar sang istri sambil menggenggam erat tangan Rara. Ia merasa cemas karena sampai pagi ini Rara belum juga memperlihatkan tanda akan sadar dari tidurnya.
"Sayang, kapan kamu akan bangun. Semua keluarga kita sangat merindukan kamu terlebih mommy dan daddy. Kakak minta maaf sama kamu, please kamu bangun", ucap Kenzo lirih
Sesaat kemudian Kenzo tersentak dengan adanya pergerakkan dari tangan mungil yang tengah digenggamnya. Ia sangat merasakan gerakan tangan dari istrinya tersebut, hingga akhirnya Rara membuka kedua matanya namun belum sepenuhnya jelas. Kenzo dengan bahagianya melihat sang istri telah sadar dari tidur panjangnya yang sempat mengalami hilangnya detak jantung sampai akhirnya Rara diberi kesempatan untuk hidup kembali. Kenzo bersyukur ketika melihat Rara sadar.
__ADS_1
"Sayang, kamu sudah sadar? Alhamdulillah akhirnya kamu membuka mata sayang", ucap Kenzo yang masih mengenggam erat tangan Rara disusul kembalinya Arvin dari kamar mandi. Dan Arvin langsung mendekat ke samping Rara saat mendengar gadis itu telah sadar.
"Kamu siapa? Lepasin tanganku, aku tidak kenal sama kamu. Vin, siapa dia? Kenapa dia bisa ada disini", tanya Rara pada Arvin, karena dia tidak mengenal dan tidak ingat pada Kenzo. Rara hanya mengenali Arvin di ruangan itu. Ucapan Rara tersebut membuat Kenzo tersentak, pasalnya sang istri tidak mengenali dirinya.
"Ini kakak Ra, Kenzo. Suami kamu! Apa kamu tidak ingat sama kakak", ucap Kenzo yang menyebut dirinya dengn kata "suami" membuat Rara maupun Arvin kaget mendengarnya.
"Suami?", kompak keduanya diangguki Kenzo
"Lebih baik kita panggil dokter dulu untuk memeriksa keadaan Rara", kata Arvin langsung menekan tombol darurat yang ada di samping ranjang Rara.
Tak berselang lama dokter Irvan dan kedua suster masuk ke dalam ruang rawat Rara.
"Lebih baik kalian berdua keluar dulu karena saya akan mengecek nona Aira", ucap dokter Irvan. Kenzo dan Arvin mengangguk seraya keluar dari ruang VVIP tersebut.
Dan ternyata seluruh keluarga serta kelima sahabat Rara telah berada di depan pintu ruang rawat Rara, namun berpapasan dengan dokter Irvan saat tiba tadi. Sehingga menimbulkan kekhawatiran semuanya akan kondisi Rara.
"Ken, kenapa dokter masuk ke dalam ruangan Rara? Apa terjadi sesuatu pada Rara? Rara kenapa?", begitu banyak pertanyaan yang diajukan oleh mommy Indira pada sang menantu.
"Itu mom, sebenarnya tadi Rara barusan sadar tapi dia tidak mengenal Kenzo sebagai suaminya mom, Rara hanya mengenal Arvin. Makanya kami panggil dokter untuk memeriksa keadaan Rara sekarang", jawab Kenzo sedih karena istri kecilnya tidak mengenali dirinya. Jawaban Kenzo itu membuat semua orang terkejut mendengarnya.
"Suami? Emang Rara sudah menikah?", kompak kelima sahabat Rara bertanya dan tidak menduga jika sahabat mereka yang satu itu telah menikah.
"Nanti akan daddy ceritakan pada kalian semua. Tapi yang terpenting sekarang adalah kesembuhan Rara dan kenapa ia tidak mengenali suaminya sendiri", ucap daddy Woo Joon
Beberapa menit kemudian dokter Irvan keluar dari ruangan sambil melepaskan alat tetoskop miliknya dan dimasukannya ke dalam saku jam dokternya.
"Gimana keadaan istri saya dok? Kenapa Rara tidak mengenali saya?", tanya Kenzo
"Keadaan nona Aira saat ini telah membaik sepenuhnya tapi mendengar ucapan tuan Kenzo bahwa nona Aira tidak bisa mengenalinya. Karena berdasarkan pemeriksaan saya dan hasil dari keseluruhan kesehatan nona Aira saat ini. Dan ternyata nona Aira mengalami amnesia yang diakibatkan dari beturan keras pada kepala nona Aira saat kecelakaan dulu, itu artinya nona Aira kehilangan memorinya beberapa tahun belakangan ini sehingga ia tidak bisa mengenali tuan Kenzo namun bisa mengenali tuan Arvin, karena mungkin tuan Arvin telah lama mengenal nona Aira begitu juga dengan sahabat nona", jelas dokter Irvan panjang lebar.
"Amnesia dok? Tapi Rara bisa kembali ingat lagi kan dok?", tanya Kenzo
"Tentu bisa tuan, namun untuk kedepannya jangan terlalu memaksakan nona Aira untuk mengingat semuanya. Karena itu akan terlalu beressiko pada nona Aira dan juga akan berakibat fatal", jawab dokter Irvan yang cukup membuat semuanya tak percaya mendengarnya.
••••••••••••••••••••••••
Happy reading kesayangan
Maaf jika Author tidak maksimal dalam up ceritanya karena Author juga punya kesibukkan di dunia nyata.
Tapi Author akan selalu menyempatkan untuk selalu menulis.
Jangan lupa like...komen...dan vote ya
Salam manis dari Author 🤗🤗🤗
__ADS_1