
Setelah kepergian kelima sahabat Rara yang balik ke kelas, Arvin masih duduk terpaku dengan buku yang ada ditangannya seraya menunggu bel sekolah berbunyi. Sebenarnya Arvin malas untuk pergi menjemput Rara dari rumah sakit, karena ia tidak akan sanggup melihat perempuan yang ia sukai bersama Kenzo yang jelas suaminya. Namun mengingat ia dan Rara telah lama bersahabat, jadi mau tidak mau ia harus rela datang demi sahabatnya itu.
Tak lama kemudian terdengar suara bel sekokah berbunyi menandakan waktu istirahat telah berakhir dan semua siswa diharapkan masuk ke kelas mereka masing-masing tak terkecuali Arvin yang dengan setianya duduk dipinggir lapangan. Dengan enggan Arvin bangkit dari duduknya menuju kelasnya.
Disisi lain persiapan acara penyambutan di kediaman keluarga Kim hampir selesai, semua pelayan berusaha keras untuk membuat acara yang berkesan untuk nona muda kesayangan mereka. Terdapat banyak sekali balon yang menghiasi sudut rumah hingga adanya balon berbentuk hewan kesukaan Rara yang tak lain adalah panda dengan berbagai ukuran.
Seluruh pelayan yang ada di rumah begitu antusias menyambut kepulangan nona mudanya. Seakan waktu berjalan dengan lambat seperti kura-kura kebanyakan dari mereka mengomel yang tak penting karena waktu berjalan sangat lama.
"Kenapa hari ini lama amat ya waktunya, kita kan mau cepat-cepat nyambut non Rara pulang dari rumah sakit. Mana bentar lagi dekorasi hampir selesai tapi waktunya masih lama", celoteh bik Ati
"Iya ya kenapa hari ini berasa lama banget, udah gak sabar nih nyambut non Rara pulang. Kan non Rara dirumah sakitnya udah beberapa bulan", sahut bik Eli
"Sudah-sudah mending kalian lanjutin pekerjaan kalian masing-masing biar gak kerasa waktunya. Kalo kalian ngeluh terus begitu ya gak akan selesai pekerjaan kalian dan waktu akan lebih lama dari biasanya ntar pekerjaan kalian belum selesai tiba-tiba non Rara sudah nyampe rumah emang kalian mau dimarahin Tuan karena dekorasinya belum selesai", ucap bik Asri menyudahi keluhan rekannya dengan menyebut tuan, bik Ati dan bik Eli langsung terdiam dan melanjutkan pekerjaan mereka agar cepat selesai agar tuan Kim tidak marah.
Tentunya untuk mendekorasi rumah untuk penyambutan kepulangan Rara tentu adalah ide dari daddy Woo Joon dan mommy Indira. Mereka meminta kepada seluruh pelayan rumah untuk bekerjasama dalam mendekorasi dan menghias rumah layaknya sebuah pesta namun lebih sederhana. Tak lupa mommy Indira mengingatkan kepada bik Asri selaku kepala pelayan di rumah besar itu agar tidak lupa menyiapkan balon karakter panda dengan berbagai ukuran, karena itu adalah hewan kesukaan Rara sejak ia berusia 5 bulan. Dengan ketidaksengajaan sang kakak, yaitu Jayden yang membelikan boneka Panda saat ia berusia tuga tahun. Saat itu kebetulan Jayden dan Jordan diajak daddy Woo Joon ke salah satu Mall yang ada di Jakarta untuk membelikan kedua anak kembarnya mainan. Namun ketika Jayden maupun Jordan telah mendapatkan mainan yang mereka inginkan, tak sengaja terlintas dibenak Jayden ingin membelikan sang adik tercinta boneka panda yang lucu saat melewati barisan boneka yang begitu banyaknya. Dengan segera Jayden mengambil satu boneka panda itu dan berlari mendekati sang daddy untuk memperbolehkannya membeli boneka panda itu dengan alasan akan ia berikan pada Rara. Tentunya mendengar hal itu daddy Woo Joon tersenyum dan mengiyakan keinginan Jayden tersebut, karena ia tahu bahwa kedua anak kembarnya akan sangat menyanyangi adik kecil mereka. Namun Jordan tak seperti Jayden yang membelikan sang adik hadiah, daddy Woo Joon hanya tersenyum saja melihat perbedaan kedua anaknya.
Setelah pulang dari mall itu, ketika tiba dirumah Jayden yang tak sabar ingin memberikan boneka panda yang lucu itu kepada sang adik segera melepaskan genggaman tangannya dari sang daady dan berlari mendekati Rara yang tengah dipangku oleh mommy Indira di ruang keluarga. Dengan gerakan cepat Jayden mengeluarkan boneka panda itu dan memberikannya langsung ke Rara. Dengan cerianya Rara menerima boneka dari sang kakak, dicium dan dipeluknya boneka itu seakan tak mau lepas dari tanganya. Dan ketika tidur pun Rara tak ingin jauh dari boneka pandanya itu, sejak saat itulah Rara sangat menyukai boneka panda hingga dipanggil "Panda " oleh keluarganya tapi itu tak membuat Rara kesal ataupun marah, malahan ia sangat menyukainya.
Di Sekolah
__ADS_1
Pelajaran terus berlangsung dengan semestinya sesuai jadwal. Seluruh siswa mendengarkan semua penjelasan yang guru mereka sampaikan didepan kelas, namun ada lima gadis remaja yang begitu lesunya dibangku mereka ketika mendengarkan menyampaian materi oleh guru yang ada. Tentu saja kelima gadis remaja itu adalah sahabat dari Rara yang terduduk lesu dibangku masing\-masing. Mereka sudah tidak sabar lagi untuk menjemput salah satu sahabat kesayangan mereka dirumah sakit. Serasa dunia ini berputar dengan lambannya, membuat mereka hanya bisa mengeluh dalam hati supaya tidak terdengar oleh guru yang sedang mengajar dikelas mereka.
Hingga tak terasa beberapa jam kemudian bel sekolah berbunyi yang bertanda jika pelajaran hari itu telah usai. Dengan hebohnya Dina, Dinda, Bella, Kartika dan Laura berteriak membuat seisi kelas kaget mendengarnya dan dengan segera Arvin menegurnya dengan tampang yang dingin.
"Hey... Kalian bisa gak kalo biasa aja jangan terlalu heboh dengan teriakan kalian buat seluruh kelas kaget mendengar suara bising kalian" mendengar ucapan Arvin membuat kelima gadis itu terdiam menatap Arvin terbengong. Dan setelah menegur kelimanya Arvin langsung berlalu meninggalkan kelas dengan langkah besarnya. Membuat kelima gadis itu berlari mengejar Arvin.
"Vin.. Arvin woy tungguin kita\-kita napa jangan ninggalin kami kan mau barengan ke rumah sakitnya", teriak Bella dari jauh seraya mengejar Arvin yang jauh didepan bersama yang lainnya, namun tak dihirauka oleh Arvin. Ia terus melangkah menuju parkiran meninggalkan kelima gadis heboh dibelakangnya.
"Jangan lupa kasih tau kak Lily langsung ke perkiran sekolah, kita tunggu disana", ucap Bella
"Udah tenang aja udah gue kasih tau kok ke kak Lily kalo kita tunggu di parkiran", sahut Laura
__ADS_1
"Baguslah kalo gitu", ucap Bella
Ketika mereka semua telah sampai di parkiran sekolah, mereka berlima melihat Arvin dan Lily sedang mengobrol santai didekat mobil Arvin. Tak mau membuang waktu segera mereka berlima menghampiri Arvin dan Lily.
"Dasar lo Vin. Teganya ninggalin kami mana lo cepat banget lagi jalannya, capek tau ngejer lo dari kelas sampe ke parkiran", ucap Bella dengan nafas yang terengah\-engah akibat berlari.
"Makanya kalo jalan itu jangan kayak siput, dasar lamban", ejek Arvin dengan wajah datarnya membuat kelima gadis itu geram mendengarnya. Sedangkan Lily yang berdiri disana hanya bisa menjadi pendengar saja sampai akhirnya menyudahi drama yang terjadi.
"Daripada kalian bertengkar disini mending kita langsung ke rumah sakit sekarang biar kita gak kesorean sampai sana dan gak ketinggalan menjemput Rara", ucap Lily melerai mereka semua.
Tak ingin membuang waktu lebih lama lagi, mereka semua langsung naik ke mobil Arvin untuk menujuk ke rumah sakit. Arvin yang menyetir dan Lily yang duduk disamping Arvin, sedangkan kelima gadis heboh itu duduk dibagian tengah dan belakang mobil.
~~~~~~~~~~Happy Reading~~~~~~~~~~
__ADS_1