
Sementara Bu Indah dan Ros mulai mengaji membaca ayat suci Al-Quran, Risa langsung duduk bersila di hadapan pak Dedy yang sedang berbaring tak berdaya.
Setelah memejamkan matanya, jiwa Risa langsung keluar lalu langsung pergi bersama Aisyah ke sebuah tempat yang sangat menyeramkan.
" Tempat apa ini bi ?" tanya Risa yang sangat merinding setelah berada di tempat itu.
" Disini jiwa pak Dedi di tawan, ayo kita cari sekarang " jawab Aisyah yang menuntun Risa masuk kedalam sebuah goa yang hanya berpenerangan lampu obor di setiap jalannya.
" Iiiiiii serem banget bi " gumam Risa pelan sambil melihat kesana kemari.
" Udah gitu aja takut, makanya harus terbiasa, buang tu takutnya " sahut Aisyah yang sangat gemas dengan anak sahabatnya ini yang memiliki kemampuan supranatural tapi masih saja penakut.
Mendengar ucapan Aisyah itu bibir Risa langsung manyun, dan sedikit kesal di bilang penakut, meskipun kenyataannya memang penakut.
Sesampainya mereka di dalam goa itu, benar saja saat ini jiwa pak Dedy sedang di kurung di sebuah sangkar yang lumayan besar dengan di jaga makhluk besar hitam dengan mata yang juga merah menyala.
Tapi bukan hanya itu, di situ juga ada seorang lelaki paruh baya yang sepertinya dukun sedang sibuk membaca mantra, dan juga seorang wanita paruh baya yang juga duduk di hadapan dukun itu seperti sedang menunggu.
__ADS_1
Aisyah dan Risa yang melihat itu dari jauh, langsung berjalan mengendap-endap mendekati mereka, tapi keberadaan mereka berdua tetap saja langsung di ketahui oleh makhluk hitam besar itu.
" Siapa kalian berdua HAH... Berani - beraninya kalian masuk ke wilayah kekuasaan ku " kata makhluk itu yang langsung menghampiri Risa dan Aisyah.
Mendengar itu dukun itu langsung menghentikan mantranya, lalu melihat keberadaan Risa dan Aisyah.
Sedangkan wanita paruh baya itu tidak melihat apapun, karena hanya jiwa Risa yang berada di sana yang tidak bisa di lihat dengan mata biasa.
Melihat makhluk itu mendekati mereka, Risa pun langsung berlindung di belakang Aisyah, sedangkan Aisyah langsung memasang muka garangnya.
" Kami kesini hanya untuk mengambil jiwa lelaki yang sudah kalian tawan itu, cepat lepaskan dia " kata Aisyah dengan garangnya.
Mendengar itu semakin takutlah Risa mendengarnya.
" Coba saja kalau kau bisa, cepat lepaskan lelaki itu, kalau tidak akan ku hancurkan tempat ini " kata Aisyah dengan geramnya.
Mendengar ucapan Aisyah itu, tanpa menunggu lama lagi, makhluk itu langsung menyerang Aisyah, dan Aisyah pun langsung menghalau setiap serangan dari makhluk itu.
__ADS_1
Sedangkan Risa hanya melihat saja, tapi seketika matanya lalu tertuju pada sangkar besar yang berisi jiwa pak Dedy itu.
Tidak membuang kesempatan Risa langsung menuju sangkar itu, setelah sudah hampir dekat dengan sangkar itu tiba-tiba...
" Berhenti, enak saja kau menginginkan tumbal ku, tidak akan ku biarkan, rasakan ini " kata dukun itu yang langsung menyerang Risa.
Risa pun tidak tinggal diam, ia juga langsung menghalau setiap serangan dari dukun yang hanya jiwanya juga yang bertarung sedangkan tubuhnya masih duduk bersila sambil membaca mantra di hadapan wanita paruh baya itu.
Brasshh
Brasshh...
Serangan demi serangan sama - sama mereka keluarkan, Aisyah melawan makhluk hitam besar itu, sedangkan Risa melawan dukun itu.
Cukup lama mereka bertarung satu sama lain sampai tiba-tiba...
Wuuussshhh...
__ADS_1
BRAAKH..