Keturunan The Indigo

Keturunan The Indigo
Episode 59


__ADS_3

Melihat gumpalan api yang mengelilingi rumah dan atap rumah kakek Agus, mereka yang berada dalam mobil langsung bersyukur karena telah keluar dari rumah itu, sehingga tidak terjadi sesuatu pada mereka.


" Ayo cepat kita pergi dari sini Yah " kata Risa dan langsung di anggukan yang lainnya.


Beruntung mobil Aditia lumayan besar sehingga cukup untuk mereka semua. Tanpa menunggu lama lagi, Aditia langsung tancap gas meninggalkan tempat itu, sedangkan kakek Agus dan Nek Wati sangat sedih melihat rumah mereka yang di tinggalkan itu.


" Nissa ngerti perasaan bapak sama ibu, kita berdoa saja, kita bisa menghadapi semua ini, agar bisa secepatnya kembali kerumah kita lagi. " kata Nissa yang langsung di anggukan kek Agus dan Nek Wati.


Semakin mereka menjauh dari rumah itu, semakin besar rasa sedih yang Agus dan Wati rasakan saat meninggalkan rumah mereka meskipun hanya sementara.


Tidak terasa mereka sudah sampai di ujung desa, tepat jam delapan malam mereka keluar dari rumah kakek Agus dan sekarang mereka sudah hampir keluar dari desa itu.


Dan saat mereka melewati rumah Zahra, Angga menatap rumah itu dengan sangat dalamnya,entah apa yang ada di pikirannya saat ini.


Aditia, Nissa kakek Agus dan Nek Wati melihat itu lalu mereka saling pandang satu sama lain lalu tersenyum bersama.

__ADS_1


" Ada apa Ngga ?" tanya Andre yang melihat Angga hanya diam saja sambil melihat ke arah rumah Zahra sampai mereka melewatinya.


" Tidak apa-apa Dre " jawab Angga Andre pun langsung pokus mengemudikan mobil itu.


Andre tidak bisa mengendarai mobil terlalu laju karena mereka melakukan perjalanan malam, tapi meskipun pelan, akhirnya tepat jam dua belas malam mereka sudah sampai di kota, tepatnya di rumah almarhum pak Ahmad yang kini di tempati oleh Nissa dan keluarganya.


" Alhamdulillah akhirnya kita sampai juga " kata Angga.


" Benar, sudah beberapa hari kita meninggalkan rumah ini untuk pulang kampung, dan sekarang kita kembali ke kota lagi. " Kay Andre yang juga tak kalah senangnya.


" Ayo kita bangunkan yang lainnya, agar bisa beristirahat di dalam rumah " kata Angga yang juga di anggukan oleh Andre.


Sedangkan di kursi tengah, di duduki Nissa Risa dan Bu Siti, dan di kursi belakang ada nek Wati kakek Agus dan Aditia. Dan mereka semua sudah tertidur saat di perjalanan tadi.


Dengan perlahan Andre dan Angga membangunkan mereka, setelah bangun mereka semua langsung masuk ke rumah yang di amanahkan untuk Nissa itu.

__ADS_1


Setelah masuk kedalam rumah, tanpa menunggu lama lagi, mereka semua langsung tidur di kamar masing-masing. Karena waktunya memang sudah tengah malam, beruntung tidak sempat terjadi sesuatu pada mereka, sebelum mereka berangkat tadi.


Saat mereka semua sudah beristirahat di kamar masing-masing, jiwa Angga Andre Risa dan Nissa langsung keluar dari tubuh mereka dan langsung pergi ke alam gaib untuk menemui kakek buyut mereka.


Sesampainya di alam gaib tepatnya di depan mesjid yang di tempati oleh banyak santri dari alam gaib itu, mereka berempat langsung masuk.


" Assalamualaikum " sapa mereka berempat.


" Walaikum salam " sahut mereka semua.


" Kalau boleh tahu, Kakek buyutnya dimana ya ?" tanya Nissa pada salah satu santri di situ.


" Oh kakek buyut ada di dalam kak, masuk saja " jawab santai itu santai.


" Terimakasih, baiklah kami masuk dulu ya " kata Nissa lagi dan langsung di anggukan santri itu.

__ADS_1


Tidak menunggu waktu lama, mereka berempat langsung masuk untuk menemui kakek buyut mereka.


Setelah mengetuk pintu dan mendapatkan jawaban dari ruangan itu Nissa dan anak- anaknya langsung masuk, setelah masuk bertapa terkejutnya Nissa dan anak- anaknya saat masuk kedalam ruangan itu ...?


__ADS_2