Keturunan The Indigo

Keturunan The Indigo
Episode 44


__ADS_3

Dengan menahan rasa takutnya Andre dan Risa terus melangkah melewati jalan dengan penampakan hantu kuntilanak yang berdiri di pinggir jalan.


Sambil menunduk kan muka mereka menghadap ke bawah mereka berdua saling berpegangan tangan tapi tetap Risa yang berjalan di belakang Andre dan Andre yang menuntut Risa di depan.


" Hihihihihi...."


" Astaghfirullah... " gumam mereka berdua pelan meskipun sangat takut tapi tetap saja mereka berdua terus melangkah.


Dan ketika mereka berdua sudah berada di depan hantu itu, semakin lemas lah kaki mereka berdua, tapi dengan sekuat tenaga mereka tetap melangkahkan kakinya.


" Hihihihihi.... hihihihihi...."


" Astaghfirullah " gumam mereka berdua sambil menunduk mereka berdua terus berjalan.


" Cepat jalannya kak " kata Risa pelan dengan sedikit mendorong Andre dari belakang.


" Iya, ini sudah cepat Risa " sahut Andre dan akhirnya mereka berdua berhasil melewati kuntilanak itu dengan berjalan sedikit jauh, setelah itu


" Lari Ris... " kata Andre yang langsung di anggukan oleh Risa.

__ADS_1


Lalu mereka berdua segera berlari dan terdengar suara tertawa makhluk itu setelah mereka berdua sudah berlari karena ketakutan.


" Hah hah hah... Akhirnya sampai juugga hah hah... " kata Andre yang masih ngos-ngosan duduk di teras rumah kakek Agus.


" Huh huh huh... Benar kak, huh rasanya Risa hampir tidak kuat lagi untuk berlari menyampaikan ke rumah ini huh huh huh... lemas Kaki Risa rasanya huh huh huh... " sahut Risa yang juga ngos-ngosan setelah berlari hingga sampai di depan rumah.


" Kalian kenapa sih, ngos-ngosan gitu ?" tanya Aisyah yang muncul tiba-tiba di belakang mereka.


" Astaghfirullah, bibi " kata keduanya yang kembali terkejut.


" Apa, kenapa kalian menatap bibi seperti itu ?" tanya Aisyah balik yang tidak mengerti apa-apa.


" Tahu nih bibi, untung jantungku kuat kalau tidak bisa kena serangan jantung aku hari ini huh " kata Andre juga karena merasakan apa yang Risa katakan.


" Hehehe maaf, memangnya kalian berdua kenapa bisa sampai seperti ini ?" tanya Aisyah lagi.


" Kita berdua habis jalan - jalan bi, terus di jalan berkali - kali juga kita di kejutkan dan di sapa makhluk halus siang - siang begini, heran Risa masih siang sudah pada berkeliaran aja tu hantu " kata Risa menggerutu karena saking lelahnya terus terkejut dan ketakutan hari ini.


" Bukan hantu itu Ris, tapi jin yang sengaja menampakkan diri " kata Andre.

__ADS_1


" Sama aja kak, hantu ke jin ke sama saja menyeramkan. " kata Risa lagi.


" Eh eh, enak saja, bibi juga jin tahu tapi tidak semenyeramkan itu, lihat nih mana seramnya bibi " kata Aisyah yang sedikit tersinggung karena di katakan seram oleh Risa.


" Untuk saja bibi tidak seram, kalau bibi juga berpenampilan seram seperti yang lainnya Risa tidak mau berteman dengan bibi " kata Risa


" Benar itu, memang manusia lah yang paling sempurna tidak seram sama sekali. " kata Andre juga.


" Kalian ini ada ada saja, kalian kan sudah biasa dengan hal seperti itu, kenapa masih saja takut ?" tanya Aisyah lagi yang heran dengan mereka berdua yang selalu ketakutan padahal sudah terbiasa.


" Sudah bawaan dari sananya bi, waktu belum bisa melihat saja Risa sudah takut, apalagi sekarang sudah bisa melihat mereka setiap saat, bertambah takut Risa karena mereka lebih menyeramkan dari yang Risa bayangkan hiiiiii " jawab Risa sambil bergidik negeri.


" Sama bi, Andre juga sama seperti Risa " jawab Andre juga.


" Wah kalian punya persamaan, yaitu sama - sama takut, bisa jadi kalian jodoh nih. Eh tapi bagaimana jadinya ya kalau kalian berdua memang jodoh beneran, bisa kemana - mana berdua karena memang sama-sama takut hahahaha... " kata Aisyah sambil membayangkan apa yang baru saja ia pikirkan tentang keduanya.


" Sembarang... " kata Andre dan Risa bersamaan setelah mendengar apa yang baru saja Aisyah katakan.


Setelah itu Andre dan Risa saling pandang, dan langsung salah tingkah akibat perkataan Aisyah yang memang asal bicara saja sesuai dengan yang ada di pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2