Keturunan The Indigo

Keturunan The Indigo
Episode 37


__ADS_3

Dan seperti yang dikatakan mereka tadi, setelah sholat subuh Angga dan Risa langsung berpamitan pulang.


" Kami pulang dulu ya Bu, Gina " pamit Angga.


" Pulang dulu Bu, Gina " pamit Risa juga.


" Iya nak Angga, nak Risa terimakasih sudah menolong anak saya. " sahut Bu zahra


" Terimakasih ka Angga Risa " kata Gina juga.


" Sama - sama Bu, Gina. Kalau begitu kami permisi Assalamualaikum " pamit Angga yang tersenyum hangat pada Gina.


" Assalamualaikum Bu, Gina " pamit Risa juga sambil menatap heran pada sang kakak yang tersenyum hangat pada Gina.


" Walaikum salam " sahut Bu zahra dan Gina bersamaan.


Setelah berpamitan Angga dan Risa langsung pulang ke rumah kakek Agus, sesampainya di sana mereka berdua langsung di sambut orang tuanya.

__ADS_1


" Assalamualaikum " salam Angga dan Risa bersamaan sebelum masuk kedalam rumah.


" Walaikum salam, Angga Risa " sahut mereka yang akan mulai sarapan.


" Ayo Langsung sarapan sini nak " kata Nek Wati yang juga di anggukan oleh yang lain.


" Iya Nek " sahut keduanya dan langsung duduk bergabung bersama yang lain.


Mereka pun langsung memulai sarapan mereka pagi ini sambil bercakap-cakap.


" Habis dari mana kalian, kenapa waktu sholat subuh tadi tidak ikut sholat berjamaah ?" tanya Aditia di sela makan mereka.


" Kami habis dari rumah Bu zahra Yah, kek " jawab Angga yang langsung di anggukan Risa sambil memakan sarapannya.


" Dari rumah Bu Zahra, apa kalian...?" tanya Nissa dan nek Wati pun juga langsung menatap tajam keduanya.


" Begini Bu, jangan salah paham dulu, sebenarnya dari Risa melihat Gina kemarin, Risa sudah merasa aneh, dan tadi malam kami melihat sesuatu yang menuju ke arah rumah Bu zahra, lalu Risa dan ka Angga langsung menuju rumah Bu Zahra dan... " Risa pun langsung mengatakan serta menceritakan semuanya pada semua sampai mereka berdua menginap di rumah Bu Zahra.

__ADS_1


" Apa, tapi kamu tidak apa-apa kan nak ?" tanya Nissa yang langsung cemas pada Risa setelah mendengar semuanya.


" Kalian berdua tidak terluka kan Ngga, Risa ?" tanya Aditia yang juga tak kalah khawatirnya.


" Seperti yang Risa ceritakan tadi Bu, pak kami berdua tidak apa-apa, dan Risa hanya butuh istirahat untuk memulihkan kembali tenaga Risa yang terkuras habis makanya kami menginap sekalian di rumah Bu Zahra. " jawab Risa dan juga di anggukan Angga.


Mendengar itu Nissa dan Aditia baru merasa lega karena anak mereka baik - baik saja.


Tapi tidak dengan ke Agus dan Nek Wati, mereka menatap aneh pada cucu laki-laki mereka ini yang hanya diam saja tidak ikut menjelaskan seperti yang Risa lakukan.


" Ya sudah, cepat selesaikan sarapannya ya. Nissa, Adit, setelah sarapan ibu dan bapak mu mau berbicara penting pada kalian berdua ya " kata nek Wati sambil menatap ke arah suaminya dan langsung di anggukan oleh ke Agus.


" Memangnya ada apa pak, Bu ?" tanya Nissa dan Aditia bersamaan.


" Nanti kita bicarakan, kita selesaikan dulu sarapannya. " kata kek Agus lagi dan langsung di anggukan keduanya.


Sedangkan Risa dan Angga hanya diam saja sambil melihat ke arah ke empat orang tua itu.

__ADS_1


Setelah itu mereka melanjutkan sarapan mereka sampai selesai, dan setelah selesai seperti yang di katakan oleh Nek Wati dan kek Agus tadi mereka langsung berbicara penting di kamar kek Agus.


Sedangkan Risa dan Angga hanya duduk di teras rumah saja, karena tidak di perbolehkan oleh para orang tua untuk ikut mendengar apa yang mereka bahas.


__ADS_2