Keturunan The Indigo

Keturunan The Indigo
Episode 38


__ADS_3

Saat ini Angga dan Risa sedang duduk di teras rumah karena tidak di perbolehkan untuk mendengar apa yang para orang tua mereka bahas.


Dan saat sedang asik dengan pikiran masing-masing tiba - tiba.


" Assalamualaikum " salam Andre yang datang tiba-tiba mengagetkan kedua kakak dan adik itu.


" Astaghfirullah " bikin kaget saat ka Andre nih " kata Risa sambil terkejut.


" Astaghfirullah Dre, bisa tidak datang jangan tiba - tiba gitu kaya setan saja " kata Angga kesal karena di kagetkan.


" Hehehe sekali - kali ga papa kan, ya elah gitu saja pada sewot. Apa kabar hari ini, kenapa kelihatannya pada murung begitu ?" tanya Andre yang duduk di tengah - tengah mereka berdua.


" Bukan murung ka, tapi lelah " jawab Risa


" Lelah memangnya habis ngapain ?" tanya Andre lagi


" Biasa, bertarung melawan makhluk halus " jawab Angga juga.


" Oh ya, kenapa kalian tidak mengajak ku. memangnya kasus apa lagi ?" tanya Andre yang sangat penasaran.


" Tidak sempat memberitahu mu Dre, biasalah yang berurusan dengan alam gaib dan... "


Wuuussshhh...

__ADS_1


Perkataan Angga Langsung terhenti saat melihat sesuatu.


" Dan apa ngga ?" tanya Andre yang kembali penasaran.


" Apa itu tadi dek ?" tanya Angga pada Risa.


Sedangkan Andre langsung bingung mendengar Angga bukannya menjawab pertanyaannya, malah bertanya pada sang adik.


Sedangkan Risa yang di tanya hanya diam saja karena juga melihat apa yang kakaknya lihat.


Bertambah bingung lah Andre melihat keduanya sampai matanya tak sengaja melihat apa yang dilihat Angga dan Risa barusan.


Wuuussshhh...


" Dasar penakut, ya sudah kita masuk saja daripada melihat pemandangan yang tidak mengenakan " kata Angga dan langsung di anggukan oleh Andre.


Lalu mereka berdua langsung masuk kedalam rumah menyusul Risa yang terlebih dahulu masuk.


" Kenapa siang - siang begini masih ada yang begituan ya ka ?" tanya Risa setelah mereka masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.


" Suasana desa memang seperti itu dek, tidak perduli malam atau siang, bagi mereka sama saja " Jawab Andre yang memang sudah biasa karena ini memang kampung halamannya.


" Di kota sama saja Dre, mungkin lebih banyak malam dari pada siang mereka keluarnya " kata Angga.

__ADS_1


" Iiiiiii serem... Biar bagaimanapun tetap saja mereka bukan manusia, tidak perduli malam atau pun siang yang namanya makhluk halus tetap saja menyeramkan " kata Risa sambil merinding membayangkan.


" Enak saja, tidak semua kali makhluk halus itu seram " kata Aisyah yang tiba-tiba muncul di tengah mereka.


" Astaghfirullah " kata mereka bertiga yang kembali terkejut dengan kedatangan Aisyah.


" Tidak usah terkejut begitu, kalian memang harus terbiasa sekarang " kata Aisyah lagi, dan sukses membuat ketiganya Langsung cemberut karena kesal di kagetkan.


" Ada apa ini, kenapa pada cemberut begitu ?" tanya Nissa yang baru saja keluar dari kamar orang tuanya, dan di susul yang lainnya.


" Eh ibu, sudah selesai pembahasannya ?" tanya Risa yang malah bertanya bukannya menjawab.


" Sudah, kalian sedang apa ?" tanya nek Wati pada mereka semua.


" Lagi duduk saja nek, Bu " jawab Angga dan juga di anggukan mereka bertiga.


" Kak Aisyah ada di sini, memangnya ada apa ?" tanya Nissa dalam hati bicara pada sahabat gaibnya.


" Biasa lah niss, di suruh kakek buyut untuk menjaga dan mengawal anak - anak mu. " jawab Aisyah


" Untuk apa menjaga kami, memangnya kami kenapa, kami tidak apa-apa " kata Risa dalam hati juga dan dapat di dengar oleh Angga dan Andre yang juga langsung di anggukan keduanya.


Sedangkan Nek Wati Langsung pergi ke dapur mengambilkan cemilan, dan Aditia serta kek Agus langsung duduk bergabung bersama mereka.

__ADS_1


" Sekarang kalian tidak apa-apa tapi nanti, entahlah apa yang akan terjadi hingga kakek buyut memerintahkan ku untuk menjaga kalian mulai sekarang. " kata Aisyah lagi dan langsung membuat mereka yang bisa melihat dan mendengar apa yang Aisyah katakan langsung merasa cemas dengan pikiran yang sudah tidak karuan.


__ADS_2