
Mereka semua yang mendengar cerita Risa begitu sangat terkejut.
" Ya Allah, siapa yang tega berbuat seperti itu, apa salah kita sehingga orang itu ingin keluarga kita celaka. " kata Nissa yang begitu sangat cemas.
" Entahlah Nak, bapak juga tidak tahu kesalahan apa yang sudah keluarga kita lakukan, sehingga orang itu begitu dendam pada keluarga ini " kata kakek Agus yang juga tak kalah khawatirnya.
" Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang, bagaimana cara kita menghindari perbuatan orang itu ?" tanya Nek Wati yang terlihat lebih panik dari yang lainnya.
" Entahlah Bu, Nissa sungguh tidak tahu apa yang harus kita lakukan, dan yang Nissa heran kan kenapa Nissa bisa merasa sesuatu yang tidak beres, meskipun tidak tahu apa sebabnya. " kata Nissa yang tidak mengerti dengan kemampuannya.
" Mungkin itu satu kelebihan yang bunda miliki, dan Risa lah yang menyempurnakan kelebihan itu dengan menunjukkan bayangan penyebab petunjuk yang bunda rasakan " kata Aditia yang sedikit mengerti setelah melihat semua tadi.
" Sekarang apa yang harus kita lakukan, bagaimana kita menghindari perbuatan orang misterius itu ?" tanya Angga sedangkan Andre dan Bu Siti juga ikut memikirkan solusi untuk masalah mereka ini.
__ADS_1
" Kalau menurut Risa, seperti yang Bu Siti lakukan untuk keamanan, maka kita juga harus melakukan hal yang sama, semoga saja kita berhasil menghindari semuanya. " kata Risa yang memberi pendapat.
" Risa benar, seperti halnya ibu Yang sementara ikut kita untuk keamanan, maka kita juga bisa melakukan hal yang sama. " kata Andre juga yang mengerti jalan pikiran Risa, sedangkan itu langsung di anggukan oleh Risa.
" Jadi maksud kalian bagaimana ayah masih tidak mengerti ?" tanya Aditia yang juga di anggukan Nissa, Angga, nek Wati kakek Agus dan Bu Siti bersamaan.
Melihat itu Risa dan Andre langsung tersenyum.
" Jadi begini maksud Risa Yah, sebaiknya secepatnya kita pulang ke kota, kita keluar dulu dari rumah ini sebelum terjadi sesuatu, soalnya orang itu bilang tidak sampai seminggu salah satu dari keluarga kita akan celaka, kemudian yang lainnya akan menyusul. Jadi sebaiknya secepatnya saja kita keluar dari rumah ini terlebih dahulu. " kata Risa menjelaskan, yang juga di anggukan oleh Andre yang mengerti maksud calon istrinya itu.
" Benar, sebaiknya kita bergegas, lebih cepat lebih baik. Dan sebaiknya kapan kita keluar dari rumah ini ?" tanya Nissa yang juga menyetujui saran itu.
Sedangkan kakek Agus dan Nek Wati juga mengangguk menyetujui karena juga tidak ingin terjadi sesuatu dengan keluarga mereka.
__ADS_1
" Kalau bisa sekarang saja kita pulang ke kota Yah, Bun kak. Kalau besok Risa takut malam ini sihir orang itu bereaksi, dan yang Risa takutkan kita terlambat untuk bertindak, makanya saran Risa sekarang saja, mumpung belum terjadi sesuatu " kata Risa yang sedikit gelisah dan itu dapat di lihat mereka semua.
" Baiklah sekarang kita berisiap, malam ini juga kita pulang ke kota, Pak Bu, Bu Siti kalian juga ikut, kita berkumpul di kota saja, disana sudah terjamin aman karena sudah di pagar Abi. " kata Aditia.
" Benar, baiklah kita bersiap sekarang sebelum terjadi sesuatu yang tidak di inginkan " kata kakek Agus yang juga di anggukan yang lainnya.
Setelah itu mereka semua langsung bergegas bersiap, setelah siap tanpa menunggu lama lagi mereka langsung masuk ke dalam mobil dan langsung berangkat meninggalkan rumah kakek Agus.
Baru saja mereka keluar dari halaman rumah kakek Agus menggunakan mobil tiba-tiba...
Wuuussshhh... wuuussshhh...
Gumpalan api terbang menuju ke arah rumah kakek Agus dan terbang di atas atapnya.
__ADS_1
" Astaghfirullah... " gumam mereka yang sudah berada di dalam mobil yang sambil melaju pelan.