Keturunan The Indigo

Keturunan The Indigo
Episode 61


__ADS_3

Setelah saling pandang, Nissa Risa Angga dan Andre mengerti.


" Terimakasih banyak kek, sudah menjelaskan semuanya, doa kan kami ya kek, agar bisa mengatasi semuanya " kata Nissa.


" Iya kek doakan kami " kata Risa Andre dan Angga bersamaan.


" Kakek selalu mendoakan kalian agar selalu selamat datang bahagia selalu. " kata kakek buyut.


" Sekali lagi terima banyak kek, kalau begitu kami pamit. " kata Nissa yang juga di anggukan anak - anaknya.


" Iya nak, kalian tenang saja dari sini kakek akan selalu memantau kalian semua, jadi kalau ada apa-apa kalian tidak perlu takut, karena kakek akan selalu membantu kalian semua. " kata kakek buyut lagi.


" Terimakasih banyak kek, kami permisi Assalamualaikum " kata Nissa sambil mencium tangan kakek buyutnya.


" Pulang dulu kek Assalamualaikum " kata Angga juga yang giliran mencium tangan kakek buyut.


" Pamit kek, Assalamualaikum " kata Risa dan Andre bersamaan dan bergantian mencium punggung tangan kakek buyut mereka itu.


" Walaikum salam, lain kali berkunjunglah lagi kemari ya " kata kakek buyut dan langsung di anggukan mereka semua.

__ADS_1


Setelah pamit mereka berempat langsung pergi dari situ dan kembali ke alam manusia tempat raga mereka berada.


Sesampainya di rumah mereka langsung masuk ke dalam tubuh mereka masing-masing dan bertepatan dengan waktu subuh tiba.


Tanpa menunggu lama lagi, mereka langsung bangun untuk sholat subuh berjamaah bersama.


Setelah sholat subuh selesai, mereka masih duduk di atas sajadah masing-masing untuk membahas tentang masalah mereka.


" Bagaimana Niss, apa sudah ada jalan keluar untuk masalah kita ini ?" tanya kek Agus yang juga di anggukan nek Wati Bu Siti dan Aditia.


" Sudah Pak, kami sudah menemukan jalan keluarnya. " jawab Nissa sambil tersenyum.


" Alhamdulillah, syukurlah kalau begitu. " kata kakek Agus dan yang lainnya mengaminkan.


" Nanti malam setelah isya nak, karena pada saat itu orang itu pasti akan beraksi. " sahut Nissa.


" Baiklah, ada waktu untuk kita bersiap menyiapkan segalanya " kata Andre yang juga di anggukan mereka semua.


" memangnya apa yang akan kalian lakukan Bun ?" tanya Aditia.

__ADS_1


" Menyelesaikan semuanya Yah, kami harus berhadapan langsung dengan orang itu, dan hanya jiwa kami yang pergi, agar semuanya lebih aman. " jawab Nissa dan di anggukan mereka tanda mengerti.


" Ya sudah, berarti hari ini kalian harus mempersiapkan semua, dan kami hanya membantu lewat doa dan mengaji untuk mendoakan kalian." kata kakek Agus yang juga di anggukan Nek Wati Aditia dan Bu Siti.


" Iya Pak, semoga saja kita semua bisa mengatasi semuanya, agar bisa kembali ke rumah kita lagi " kata Nissa lagi.


" Aamiin " sahut mereka semuanya.


Setelah selesai pembahasan mereka semua langsung beranjak dari tempat duduknya, dan membereskan perlengkapan sholat mereka masing-masing.


Risa Nissa nek Wati dan Bu Siti langsung ke dapur untuk menyiapkan sarapan, sedangkan Angga dan Andre bersiap untuk berangkat ke kantor tempat mereka bekerja. begitu juga dengan Aditia yang juga memperkenalkan diri untuk berangkat ke tempat usahanya.


Berbeda dengan kek Agus, beliau malah lari pagi keliling komplek, tapi cuma sebentar dan itu pun tidak jauh - jauh agar tidak terlalu capek.


Setelah sarapan siap, mereka langsung sarapan bersama, dan pada saat sarapan pun tidak ada percakapan di antara mereka, mereka semua sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Setelah selesai sarapan, mereka langsung melakukan aktivitas mereka dan hanya tertinggal para perempuan saja yang masih berada di rumah.


" Kamu yakin Niss, bisa mengatasi orang itu, bagaimana kalau dia sangat kuat, bagaimana dengan kalian nanti " kata nek Wati yang sangat khawatir dengan keluarganya itu.

__ADS_1


" Insyaallah, doakan saja Bu " kata Nissa yang juga di anggukan Risa.


Setelah itu mereka berempat langsung membersihkan rumah itu dengan tugas masing-masing. setelah selesai membersihkan rumah, mereka berempat kembali duduk bersama, untuk kembali bercerita.


__ADS_2