Keturunan The Indigo

Keturunan The Indigo
Episode 30


__ADS_3

Dengan lemah kakek Agus bersikeras tidak mau di bawa ke rumah sakit, sampai bergantian Risa yang memegang tangan kakek Agus.


Tapi baru saja Risa memegang tangan kakeknya tiba - tiba...


Wuuussshhh...


Sekelebat bayangan kejadian muncul di kepala Risa, sedangkan kek Agus hanya diam saja saat cucunya itu memegang tangannya.


Sebuah bayangan saat kakek Agus berada di sawah, lalu tidak sengaja menebang pohon kecil yang ada di ujung sawahnya, dan ternyata pohon kecil itu adalah sebuah rumah milik makhluk halus.


Dan sang pemilik rumah itu begitu marah pada kakek Agus, lalu memukul pundak kakek Agus karena telah menghancurkan rumahnya.


Karena kakek Agus tidak mengetahuinya, kakek Agus pun biasa saja sampai badan beliau terasa sedikit tidak enak lalu memutuskan untuk pulang.


Dan pada saat sudah sampai di rumah lah, baru kakek Agus merasakan efek dari pukulan makhluk halus itu dan menjadi seperti saat ini sekarang.


Itulah sekelebat bayangan yang muncul di kepala Risa saat Risa memegang tangan kakeknya itu.


Setelah bayangan yang ada di kepala Risa itu hilang, Risa langsung melepaskan pegangan tangannya pada ke Agus, lalu melihat pundak kakeknya itu dan benar saja pundak kakek Agus saat ini sangat biru sekali.


" Astaghfirullah " kata Risa setelah meriksa pundak kakeknya itu.


" Ada apa Ris ?" tanya Bu Nissa dan nek Wati bersamaan.

__ADS_1


" Cepat ambilkan air di gelas dan sedikit garam ka " kata Risa


" baiklah tunggu sebentar " sahut Angga lalu ia langsung ke dapur mengambilkan apa yang Risa minta.


" Sedangkan Bu Nissa langsung melihat apa yang barusan anaknya lihat pada pundak ayahnya.


" Astaghfirullah, bapak " kata Nissa yang sangat terkejutnya melihat pundak sang ayah yang sangat biru itu.


Mendengar itu nek Wati, Aditia dan Andre juga langsung melihat pundak kakek Agus.


" Astaghfirullah... " kata mereka bersamaan setelah melihat itu.


" Ini airnya dek " kata Angga datang membawakan segelas air yang Risa minta.


Dan setelah itu langsung saja Risa meminumkan air itu tadi ke kakeknya lalu menyisakan sedikit untuk mengusap pundak kakeknya itu.


" Minum dulu kek " kata Risa sambil meminumkan air pada kek Agus, dan kakek Agus pun menurut saja.


Setelah meminum air itu tidak lama biru di pundak kakek Agus pun perlahan menghilang, dan setelah itu Risa langsung mengajak ibunya ke ruangan lain.


" Ayo ikut Risa sebentar Bu " kata Risa dan langsung di anggukan oleh Nissa.


" Iya nak " sahut Bu Nissa yang mengerti apa yang akan mereka berdua lakukan.

__ADS_1


" Bu Nissa keluar sebentar, ibu sama ayah tunggu di sini saja jagain bapak sebentar, Angga temani nenek dan ayahmu ya " kata Nissa sebelum keluar kamar orang tuanya untuk menyusul Risa Yang lebih dulu masuk ke kamarnya.


" Iya nissa " sahut nek Wati dan juga langsung di anggukan oleh yang lainnya.


Sedangkan para warga hanya melihat saja apa yang di lakukan oleh Nissa untuk menyembuhkan ayahnya.


Setelah berpamitan Nissa langsung menyusul putrinya yang lebih dulu masuk ke kamarnya.


" Ayo Bu kita harus temui makhluk itu sebelum ia lebih menyakiti kakek lagi " kata Risa yang sudah duduk di atas tempat tidur.


" Iya nak ayo " sahut Nissa.


Lalu mereka berdua langsung duduk bersila di atas tempat tidur dan langsung memejamkan matanya.


Seketika jiwa mereka berdua keluar dari tubuh mereka dan langsung pergi ke tempat dimana makhluk yang menyakiti kakek Agus itu berada.


Setelah sampai di sawah Risa langsung membawa ibunya menemui makhluk halus itu.


" Maaf permisi " kata Nissa


Sedangkan Risa hanya diam saja karena sedikit takut melihat makhluk yang berbentuk setengah manusia setengah binatang harimau itu.


Mendengar itu makhluk itu langsung melihat kearah mereka berdua padahal sebelumnya ia hanya memandang rumahnya ya sudah hancur berantakan.

__ADS_1


__ADS_2