Keturunan The Indigo

Keturunan The Indigo
Episode 56


__ADS_3

Pada saat mereka melewati pohon yang dilihat Risa tadi tiba-tiba...


Krekt... krekt... krekt...


" Awas Risa... " BRAAKH... teriak Andre yang langsung membawa Risa dalam pelukannya untuk menghindari ranting pohon yang tiba-tiba patah dan akan menimpa Risa.


" Astaghfirullah " jerit mereka yang juga sama terkejutnya.


" Kamu tidak apa-apa kan Ris ?" tanya Andre yang langsung di anggukan Risa yang masih dalam keterkejutannya, dan masih di pelukan Andre.


Untuk sesaat pandangan kedua anak muda itu saling bertemu satu sama lain dan sama - sama saling terdiam.


" Eehhhmm... Semuanya baik - baik saja ?" tanya Aditia, mendengar itu seketika Andre dan Risa langsung melepaskan diri dan berdiri seperti biasa.


" Maaf aku hanya membantu, tidak ada maksud apa-apa. " kata Andre yang sangat tidak enak di hadapan keluarganya saat ini.


" Tidak apa-apa kak, terimakasih sudah menolong " sahut Risa yang sesaat sangat mengagumi Andre yang sudah menjadi tunangannya saat ini.

__ADS_1


" Untung kamu waspada dan mengerti kalau ranting itu akan segera patah kalau tidak, ranting yang patah tadi akan langsung menimpa Risa. " kata Angga.


" Itulah sebabnya kami menjodohkan Risa dan Andre, untuk saling menjaga dan melindungi diri mereka sendiri dan juga untuk orang lain. " kata Nissa yang juga di anggukan Aditi dan Bu Siti.


" Ya sudah, yang penting semuanya tidak apa-apa, sekarang lebih baik kita cepat pulang, karena hari sudah semakin sore tidak baik untuk kita sekarang ." kata Aditia


" Baiklah, ayo kita pulang " kata Nissa lagi yang langsung di anggukan mereka semua.


Mereka langsung melangkahkan melanjutkan pulang ke rumah kakek Agus. Tapi sebelum pergi dari tempat itu, Risa sempat melihat kembali ke arah pohon itu.


" Astaghfirullah apa itu, iiihhhhh... aastaga... serem banget pantas saja ranting bisa patah sendiri eh ternyata ada sesuatunya. " kata Risa dalam hati, tapi masih dapat di dengar oleh Nissa, Angga dan Andre.


Tidak butuh waktu lama mereka tiba di depan rumah kakek Agus dan pada saat Nissa yang lebih dulu melangkahkan kakinya menginjak halaman rumah tiba-tiba...


" Astaghfirullah... Apa lagi ini " gumam Nissa dan otomatis menghentikan langkah mereka semua.


" Ada apa Bun kenapa lagi ?" tanya Angga

__ADS_1


" Entahlah, tadi ketika Bunda hendak melangkah kaki untuk menginjaknya tiba - tiba saja kaki Bunda seperti tersetrum lagi seperti saat bunda memeriksa Bu Siti " jawab Nissa .


Dengan bergegas Andre dan Angga memeriksakan, kesana kemari mereka berdua menginjak kakinya di tempat yang membuat Nissa tersetrum.


" Tidak terjadi apa - apa Bun, coba kamu Risa Yang memeriksanya " kata Angga yang juga di anggukan Andre.


Risa pun mengangguk, Tanpa menunggu lama lagi, ia langsung melangkahkan kakinya menginjak tepat ibunya yang tersetrum tadi.


Saat Risa menginjak depan halaman itu memang tidak terjadi apa-apa pada kakinya, hanya saja langsung timbul sekelebat bayangan yang menggambarkan suatu kejadian yang tidak di ketahui oleh orang lain.


Melihat Risa yang diam mematung sambil memejamkan matanya, membuat Aditia, Nissa, Andre Angga dan Bu Siti mengerti, lalu mereka menunggu sampai Risa mengatakannya langsung.


Di penglihatan Risa saat ini, ia melihat ada seseorang yang menutupi wajahnya dengan cadar dan berbalut pakaian hitam sedang sibuk membaca mantra di tempat Risa berpijak saat ini.


Setelah itu orang itu menanam sesuatu di dalam tanah, tepatnya tanah yang bekas di injak Nissa tadi, setelah itu orang itu kembali, tapi sebelum kembali orang itu sempat berkata yang membuat Risa sangat terkejut.


" Aku pastikan tidak sampai seminggu salah satu dari keluarga kalian akan mati, setelah itu satu persatu dari keluarga kalian akan menyusul ke alam baka, sampai keluarga ini habis tak tersisa, rasakan itu Wati sialan hahahaha.... " kata orang berjubah hitam dan menutupi wajahnya dengan cadar itu sehingga Risa tidak mengenali siapa orang itu.

__ADS_1


Setelah selesai dengan tugasnya orang itu pun pergi, dan Risa pun langsung tersadar dan bayangan kejadian itu langsung hilang begitu saja.


" Astaghfirullah... " gumam Risa pelan.


__ADS_2