Keturunan The Indigo

Keturunan The Indigo
Episode 62


__ADS_3

Tidak terasa malam tiba, dan saat ini Mereka semua sedang menjalankan sholat isya berjamaah bersama.


Setelah selesai saat , ini mereka tengah bersiap dan masih duduk di atas sajadah masing-masing.


" Bagaimana Angga, Andre kalian sudah siap ?" tanya Nissa.


" Iya Bun, insyaallah kami sudah siap " jawab Angga dan langsung di anggukan Andre.


" Risa, kamu siap mengantarkan mereka ketempat orang itu, atau kita pergi bersama saja sekalian ?" tanya Nissa pada putrinya.


" Sebaiknya kita pergi bersama saja Bun, nanti setelah sampai di sana, biar kak Angga dan kak Andre yang menghadapi orang itu, dan kita akan membantu bila di butuhkan, dan tugas kita di sana untuk mengamati situasi. " jawab Risa yang memberi pendapat.


" Kamu benar, baiklah kita akan pergi bersama " kata Nissa yang juga di anggukan Angga dan Andre.


" Baiklah kalian berhati-hati lah, ayah, kakek nenek dan Bu Siti akan mendoakan kalian dari sini " kata Aditia yang juga di anggukan oleh Wati Agus dan Bu Siti.


" Baiklah anak - anak mari kita duduk membentuk lingkaran, dan ayah serta bapak ibu dan Bu Siti juga duduk di belakang kami yang juga membentuk lingkaran. " kata Nissa yang memulai semuanya.

__ADS_1


" Baik Bun / Nak " sahut mereka semua.


Mereka langsung bersiap dengan posisi masing-masing, Nissa di depan dan Bu Siti yang di belakangnya. Risa di depan dan nek Wati yang di belakang, dan Angga, dan Aditia sedangkan Andre kakek Agus yang berada di belakangnya.


Dengan mengucap kata bismillah, mereka memulai semuanya, Aditia Agus Nek Wati dan Bu Siti mulai membaca ayat suci Al-Quran, sedangkan Nissa Risa Angga dan Andre langsung memejamkan matanya dan seketika jiwa mereka berempat langsung keluar dari tubuhnya.


Tapi sebelum mereka pergi, Aisyah Fatimah serta para suami mereka juga langsung tiba di sana untuk membantu.


Dengan mengucap bismillah mereka semua langsung pergi ke tempat orang misterius itu, berbekal dari kekuatan yang Risa miliki.


Sesampainya di tempat itu, mereka langsung menyusuri tempat seperti sebuah rumah yang sudah lama tidak di huni.


" Entahlah, Nissa juga tidak tahu kak " jawab Nissa saat mereka sambil berjalan menyusuri tempat itu.


" Kayanya kita pernah masuk ke dalam rumah ini kan Ngga ?" tanya Andre sambil mengingat-ingat tempat itu.


" Kamu benar tapi rumah siapa ya ?" tanya Angga lagi.

__ADS_1


" Ini rumah Bu Ros yang terbengkalai itu kak " kata Risa yang dengan entengnya mengingat rumah itu.


" Jadi, orang misterius itu Bu Ros nak, bukankah beliau sudah meninggal lama ya " kata Nissa lagi yang sangat terkejut begitu juga dengan Fatimah dan Aisyah.


" Itu sebabnya lah kakek buyut menyarankan kalian datang kesini melalui jiwa saja, karena yang kalian hadapi kali ini bukan sembarang manusia, tapi manusia setengah iblis, bertubuh Manusia tapi jiwanya di tempati roh lain yang di bantu iblis untuk membalas dendamnya. " kata Rama raja genderuo itu yang juga di anggukan Bara yang juga mengetahui akan hal itu hanya dengan merasakan situasi di tempat itu.


" Wah, ternyata kalian semua datang dengan rame - rame, hebat juga kalian bisa mengetahui tempat keberadaan ku, luar biasa. Tapi ingat setelah masuk ke dalam tempat ini, maka selamanya kalian tidak akan pernah keluar dari sini lagi hahahaha... " kata seseorang yang tidak terlihat keberadaannya.


Mereka langsung terkejut mendengar itu, lalu mereka melihat kesana kemari untuk mencari di mana sumber suara yang bernada tinggi itu


" Waspada, rupanya orang misterius itu sudah mengetahui kedatangan kita " kata Bara.


" Dan ingat selalu siaga dan siap kapanpun kalau ada serangan sewaktu - waktu. " kata Rama mengingatkan mereka.


" Baiklah " sahut mereka semua yang sudah siap dengan posisi masing-masing.


Entah apa yang dilihat Risa seketika ia langsung memulai serangannya.

__ADS_1


Hiiiaaaa...


__ADS_2