Keturunan The Indigo

Keturunan The Indigo
Episode 54


__ADS_3

Meskipun bingung dan sangat penasaran, Angga Andre dan Risa terpaksa keluar kamar Bu Siti, dan hanya Bu Siti, Aditia dan Nissa yang masih berada di dalam.


" Kira - kira apa ya yang akan ayah dan bunda bicarakan dengan ibu, bikin penasaran saja " kata Risa yang mondar mandir di depan kamar itu.


" Tunggu saja dek, nanti kalau sudah selesai kita juga akan di kasih tahu " kata Angga yang duduk di kursi.


" Tapi kenapa harus nanti sih kasih tahunya, kenapa nggak langsung saja, kan sama saja. " kata Risa lagi yang tidak habis pikir dengan orang tuanya.


" Mungkin ada yang sangat penting yang mereka diskusikan yang tidak boleh kita dengar, makanya meminta kita keluar " kata Andre juga.


" Nah itu dia kak, itu yang bikin penasaran, kenapa perasaan Risa sedikit tidak enak ya apa ada hubungannya dengan Risa sekarang. " kata Risa yang bermonolog sendiri.


" Mungkin itu perasaan kamu saja karena penasaran. Ayo duduk sini, ga capek apa mondar mandir seperti itu terus dari tadi " kata Angga.


Mendengar itu Risa langsung memanyunkan bibirnya dan ikut duduk di kursi di tengah - tengah keduanya.


Tidak lama, akhirnya Aditia Nissa dan Bu Siti keluar dari kamar dan langsung bergabung bersama mereka bertiga.

__ADS_1


" Sudah selesai pembahasannya Yah Bun ?" tanya Risa yang sudah tidak kuat lagi menahan rasa penasarannya.


" Iya, kami sudah selesai dan sekarang kalian boleh mengetahuinya. " jawab Aditia


" Benarkah, memangnya apa yang sudah di bahas tadi Yah Bun Bu ?" tanya Risa lagi yang juga di anggukan Angga dan Andre.


" Begini Nak, Ayah dan Bunda kalian ingin meminta pendapat ibu, bagaimana kalau misalnya Andre dan Risa di jodohkan saja. " kata Bu Siti yang menghentikan bicaranya sebentar untuk melihat reaksi mereka bertiga.


" Oh kalau begitu sih, Angga tidak masalah, Angga setuju - setuju saja, dan menurut Angga itu adalah pilihan yang bagus, biar sama-sama saling melindungi. " kata Angga mengutarakan pendapatnya.


Sedangkan Risa dan Andre langsung terdiam, mereka berdua begitu sangat terkejut mendengar ucapan Bu Siti barusan.


" Iya, Ayah Bunda dan Bu Siti sepakat untuk menjodohkan kamu dan Andre, agar kalian bisa saling melindungi. " jawab Aditia.


" Bunda berharap, kalian menyetujuinya terutama kamu Risa, hanya Nak Andre yang bunda percaya untuk menjagamu. " kata Nissa juga


Mendengar itu Andre dan Risa saling pandang, bahkan sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi.

__ADS_1


Setelah pembahasan itu mereka semua terdiam untuk beberapa saat agar Andre dan Risa tenang dan tidak terkejut lagi.


" Bagaimana, apa kalian setuju Andre, Risa ?" tanya Aditia setelah sudah hampir tiga puluh menit mereka terdiam.


" Kalau ibu, ayah dan bunda memang sudah merestui maka sekarang Andre bersedia di jodohkan dengan Risa. " jawab Andre.


Setelah menjawab Andre langsung berjalan menuju ke arah Risa dan langsung berjongkok di hadapan Risa dan itu sukses membuat semua orang yang ada di situ sangat terkejut, terutama Risa ia begitu sangat terkejut melihat Andre yang seperti itu di hadapannya.


" Apa yang kak Andre lakukan ?" tanya Risa


" Risa, jauh sebelum orang tua kita memutuskan untuk menjodohkan kita, aku sudah terlebih dulu menyimpan perasaan untuk mu, dan sekarang adalah kesempatan untuk ku mengutarakannya di hadapan keluarga kita. Bismillahirrahmanirrahim, Marissa, aku sangat mencintaimu, bersediakah kau menjadi pendamping hidup ku, mengarungi bahtera rumah tangga sampai ke jannah nya Allah nanti. " kata Andre dengan tegasnya sambil berjongkok di hadapan Risa dan melamarnya langsung di depan keluarga mereka.


Mendengar itu Risa begitu sangat terkejut, ia tidak menyangka akan mendapat lamaran dari orang yang baru baru ini selalu bersamanya dan keluarganya.


Sampai - sampai sekujur tubuh Risa rasanya membeku, karena begitu sangat terkejutnya.


Melihat Risa yang hanya diam saja belum memberikan jawaban, Nissa pun menyentuh pundak putrinya itu.

__ADS_1


" Astaghfirullah... "


__ADS_2