Keturunan The Indigo

Keturunan The Indigo
Episode 35


__ADS_3

Setelah lama mereka bertiga saling pandang di tengah mulainya acara itu tiba-tiba...?


" Aaaaccchh... " jerit pengantin perempuan yang tidak lain adalah Gina yang mereka cari.


Mendengar jeritan Pengantin semua orang langsung menghentikan acaranya.


" Ada apa sayang ?" tanya pengantin pria itu.


" Aaaaccchh, shiiiith..., sakit sekali kepala ku " kata Gina yang masih menjerit memegang kepalanya.


" Ada apa, kenapa kamu bisa seperti ini ?" tanya pengantin pria yang bingung melihat calon istrinya terus menjerit.


Sedangkan Rama dan Fatimah hanya diam saja, sebenarnya mereka tahu apa yang terjadi tapi mereka tidak mau ikut campur dan membiarkan saja kejadian saat ini.


Berbeda dengan Angga dan Risa, mereka berdua masih terus menatap kuat kearah Gina, karena tatapan itulah pengaruh sihir yang ada pada Gina mulai netral dan perlahan memulihkan kembali ingatan tentang dirinya.


Dan tidak butuh waktu lama pengaruh sihir yang ada pada Gina pun hilang.


" Aaaaccchh..., Tempat apa ini, dimana aku " kata Gina yang sangat bingung karena baru saja sadar.


" Cepat lanjutkan kembali acaranya " kata pengantin pria yang sepertinya terlihat sangat kesal.

__ADS_1


Mendengar itu Gina langsung berdiri dan langsung kabur dari pelaminan itu.


" Tangkap dia " teriak pengantin pria yang langsung memerintahkan anak buah dan pengawalnya.


" Tidak..., lepaskan aku, biarkan aku pergi dari sini lepaskan " jerit Gina yang sudah tertangkap oleh para penjaga.


Melihat Gina yang terus menjerit seketika Angga langsung menghampiri.


" Lepaskan, kita pergi sekarang " kata Angga yang langsung merebut Gina dari para penjaga dan langsung membawa Gina pergi dari sana.


" Kurang ajar, kejar mereka... " kata pengantin pria yang juga langsung pergi menghilang bersama anak buahnya menyusul Angga dan Gina yang sudah pergi dari sana.


Melihat itu Aisyah juga langsung pergi menghilang menyusul, begitu juga dengan Fatimah, tapi sebelum pergi Rama langsung menghentikan istrinya itu.


" Tapi kanda, itu sangat berbahaya, aku takut mereka tidak bisa mengatasinya " sahut Fatimah yang sangat cemas pada kedua keponakan anak dari sahabatnya itu.


" Kita lihat saja dulu, nanti kalau mereka tidak bisa mengatasinya kau boleh membantu bersama Aisyah, tapi sekarang kita biarkan saja dulu mereka mengatasinya hmm... " kata Rama lagi.


" Baiklah kanda, ayo kita pergi untuk melihat mereka " kata Fatimah lagi dan langsung di anggukan oleh suaminya.


Melihat berdua pun langsung pergi menghilang dari tempat itu menyusul mereka yang lebih dulu pergi, begitu juga dengan Risa ia sudah lebih dulu pergi setelah melihat kakaknya dan Gina pergi tadi.

__ADS_1


-------------------------------


Di alam manusia tepatnya di di belakang rumah Bu Zahra, saat ini Angga dan Aisyah sedang bertarung melawan segerombolan genderuo yang terlihat sangat marah itu.


Sedangkan Risa dan Gina hanya melihat mereka dan berdiri tak jauh dari mereka bertarung.


" Kurang ajar... Beraninya kau merebut pengantin wanitaku, akan ku habisi kau hiiiaaaa..." kata genderuo itu yang sudah merubah wujud aslinya yang sangat menyeramkan itu.


" Tidak akan ku biarkan kau menikahinya, hiiiaaaa... " kata Angga yang juga langsung melawan serangan dari genderuo itu.


Perkelahian pun sangat sengit, lima lawan dua, tapi karena kekuatan genderuo itu sangat besar sehingga membuat Angga dan Aisyah kewalahan, dan saat Angga sedikit lengah tiba - tiba.


Buukkhh..


" Aaakkkkhhh shiiiith... " Angga langsung terpelanting dan langsung mengeluarkan darah dai hidungnya karena terkena serangan.


" Waspada Ngga, kamu tidak apa-apa " kata Aisyah sambil masih bertarung bersama para genderuo lainnya.


" Kak Angga... " panggil Risa dan Gina bersamaan karena melihat Angga terkena serangan itu.


" Hahahaha... Rasakan itu manusia tidak tahu diri, bersiaplah untuk mati hiiiaaaa... " kata genderuo itu setelah tertawa puas dan seketika langsung menyerang Angga.

__ADS_1


Dan hampir saja Angga terkena serangan dari genderuo itu, tiba-tiba... ?


Brasshh...


__ADS_2