Keturunan The Indigo

Keturunan The Indigo
Episode 49


__ADS_3

Dan benar saja tidak lama setelah jiwa Risa Angga dan Andre menghilang, tiba-tiba...


BRAAKH... BRAAKH... wuuussshhh... wuuussshhh...


Dok Dok Dok... brasshh...


" Astaghfirullah... " kata Aditia Nissa Fatimah dan Aisyah bersamaan mendengar Suara itu terdengar di seluruh penjuru rumah Andre.


" Suara apa itu Bun ?" tanya Aditia yang sangat terkejut.


" Tidak tahu Yah, sebaiknya kita waspada saja " jawab Nissa dan langsung di anggukan Aditia.


" Ayo kita periksa " kata Aisyah mengajak Fatimah.


" Tunggu " kata Nissa dalam hati.


" Ada apa niss ?" tanya mereka berdua yang tidak jadi pergi karena di cegah Nissa


" Jangan pergi kak, biarkan saja apa yang terjadi di luar, yang penting sekarang kita fokus menjaga mereka saja " kata Nisa dalam hati yang langsung mencegah Aisyah dan Fatimah untuk pergi.


" Baiklah kalau begitu " kata Aisyah dan langsung di anggukan Fatimah.


Suara - suara itu terus terdengar hingga beberapa kali mengejutkan mereka berempat, tapi mereka terus fokus menjaga Risa Angga dan Andre dan berusaha mengabaikan suara suara yang bermacam-macam bunyinya itu.

__ADS_1


Sampai tiba-tiba


Wuuussshhh...


Sesosok makhluk putih dengan rambut panjang menutupi wajahnya, melayang hendak mendekati ketiga anak muda yang sedang berjabat tangan yang saling terhubung dengan Bu Siti itu.


Brasshh...


Seketika Aisyah langsung menghalau sosok itu ketika hendak mengganggu ketiga anak muda yang sedang kosong tanpa jiwa itu.


" Mau apa kamu haah, jangan coba-coba mengganggu mereka, kalau tidak jangan salahkan aku kalau aku akan memusnahkan mu. " kata Aisyah sambil menangkap makhluk itu lalu membawanya pergi menjauh dari tempat itu.


Hihihihihi... Hihihihihi... heeeeggggrrrhhh... Hiiiaaaa...


Sedangkan Fatimah, dan Nissa melihat itu dari balik jendela kamar Bu Siti. Dan Aditia berdiri tak jauh dari sana masih setia menjaga anak - anaknya.


 


Di alam lain, saat ini Angga, Andre dan Risa menyusuri sebuah tempat yang temaram seperti senja yang suasana di situ hampir tidak terlihat.


" Kita dimana ini Ris ?" tanya Andre.


" Entahlah kak, yang jelas kita mengikuti arah dari kekuatan itu yang menuntun kita sampai ke tempat ini. " jawab Risa.

__ADS_1


Sedangkan Angga hanya diam saja sambil berjalan di depan lebih dulu, Risa di tengah dan Andre berjalan di belakang.


Mereka terus berkeliling, menyusui tempat itu sampai...


Hahahaha.... heeeeggggrrrhhh... heeeeggggrrrhhh... hahahaha...


Suara menyeramkan itu menggelegar di tempat itu.


Mereka bertiga langsung merinding dan langsung berpegang tangan satu sama lain.


" Suara apa itu Ris ?" tanya Andre yang sangat takut mendengarnya.


" Itulah makhluk penyebab ibu ka Andre seperti itu " jawab Risa yang juga tak kalah takut dan merindingnya mendengar suara itu.


" Tetap waspada, karena makhluk itu tidak terlihat " kata Angga yang melihat kesana - kemari mengamati situasi dan keadaan.


" Terus sekarang kita bagaimana, dimana makhluk itu membawa jiwa ibuku ?" tanya Andre lagi setelah rasa takutnya berubah menjadi Amarah karena teringat akan ibu yang butuh pertolongannya sekarang.


" Kita cari saja dulu, perasaan ku mengatakan sepertinya makhluk itu berada di sekitar sini kak, dan bisa jadi juga jiwa ibu kak Andre tidak jauh dari kita sekarang. " jawab Risa.


Sedangkan Angga hanya mendengarkan saja mereka berdua berbicara, sampai suara itu terdengar lagi bahkan lebih keras dan lebih dekat.


" Hahahaha... heeeeggggrrrhhh... hahahaha... heeeeggggrrrhhh... Siapa kalian heeeeggggrrrhhh... Kenapa kalian berada di sini, beraninya kalian menginjakkan kaki di wilayah kekuasaan ku heeeeggggrrrhhh... " kata suara itu yang sangat menggelegar.

__ADS_1


" Astaghfirullah... " gumam mereka bertiga saking terkejutnya karena suara itu semakin keras sampai menyunggingkan pendengaran mereka bertiga.


__ADS_2