
" Astaghfirullah... " gumam Risa sambil perlahan membuka matanya.
" Ada apa sayang, apa yang sudah terjadi ?" tanya Nissa yang langsung menghampiri Putrinya itu.
Begitu juga dengan yang lainnya mereka juga langsung menghampiri Risa.
" Apa yang sudah kamu lihat Risa, apakah sesuatu yang sangat berbahaya ?" tanya Angga yang mengerti melihat kegelisahan adiknya itu.
Risa belum bisa menjawab pertanyaan dari ibu dan kakaknya, ia masih sangat lemas setelah melihat apa yang ia lihat barusan.
" Ya sudah kita ke rumah dulu, biar Risa tenang baru bisa kita tanyakan lagi " kata Aditia yang juga mengerti dengan keadaan sang putri.
Mereka semua mengangguk lalu Nissa menuntun putrinya menuju ke rumah kakek Agus, begitu juga dengan yang lain mereka mengikuti dari belakang.
" Lho ada apa ini ko rame - rame, memangnya kalian habis dari mana ?" tanya kakek Agus yang baru keluar dari rumahnya bersama nek Wati.
" Nanti kami ceritakan Pak, ayo kita masuk dulu " jawab Nissa yang langsung di anggukan mereka semua.
" Baiklah ayo cepat masuk, harinya sudah sore, sebaiknya kalian membersihkan diri dulu, baru kita sholat magrib bersama " kata kakek Agus lagi .
__ADS_1
" Iya kek " sahut Angga dan Andre serta Risa bersamaan.
" lho Bu Siti ikut kesini juga, ada apa?" tanya nek Wati
" Kami yang mengajak beliau ikut ke sini Bu, soalnya di rumah Bu Siti masih tidak aman. " jawab Aditia yang juga di anggukan Nissa.
" Ya ampun kenapa bisa seperti itu, memangnya apa yang sudah terjadi ?" tanya nek Wati lagi.
" Nanti saja ceritanya, sekarang cepat kalian membersihkan diri, waktu magrib sudah tiba kita sholat berjamaah dulu, baru di lanjutkan lagi ya " kata kek Agus
" Baiklah kek " sahut semuanya.
Selesai membersihkan diri bersama, mereka langsung sholat berjamaah, setelah itu mereka langsung makan malam bersama.
Bertapa bahagia yang mereka rasakan saat ini karena bisa berkumpul bersama dan makan bersama, suasana yang sangat jarang sekali mereka rasakan.
Setelah selesai makan malam, mereka langsung ke ruangan keluarga, di ruang keluarga itu keluarga kakek Agus dan Nek Wati berkumpul, lalu mereka mulai bercerita.
" Coba cerita, apa yang sudah terjadi sehingga kalian pulang hingga sore seperti tadi ?" tanya kakek Agus yang juga di anggukan nek Wati.
__ADS_1
" Begini Pak Bu, mulai dari tadi pagi kami ke rumah Bu Siti bersama nak Andre, lalu di sana... " Nissa pun menceritakan semuanya sampai mereka pulang, dan tidak ada yang ketinggalan sama sekali dari kisah yang Nissa ceritakan.
" Astaghfirullah, ya ampun kenapa bisa seperti itu Bu Siti, tapi syukurlah semua sudah baik - baik saja. " kata Nek Wati yang juga di anggukan kek Agus.
" Iya Pak, oleh sebab itulah kami mengajak Bu Siti ikut menginap di rumah ini " kata Aditia yang juga menambahkan.
" Keputusan yang bagus nak, karena memang sangat berbahaya kalau kalian membiarkan Bu Siti sendiri di rumahnya." kata kek Agus yang juga di anggukan nek Wati.
" Oh ya, sekarang kamu sudah tidak apa-apa kan sayang, boleh bunda bertanya ?" kata Nissa pada sang putri.
" Iya bunda, sekarang Risa sudah tenang, bunda boleh tanya apa saja " sahut Risa sedangkan yang lainnya hanya mendengarkan saja sambil menunggu Risa menjawab.
" Begini Nak, bunda tahu kamu pasti mengetahui sesuatu yang menyebabkan kaki bunda rasa tersetrum tadi saat di halaman rumah, kalau boleh bunda tahu, apa penyebab kaki Bunda terasa seperti tersetrum, sedangkan yang yang lain tidak merasakan apapun ?" tanya Nissa yang sangat penasaran, begitu juga dengan yang lainnya.
Sedangkan kakek Agus dan Nek Wati hanya mendengarkan saja apa yang mereka bicarakan.
Dengan perlahan Risa menceritakan semua yang ia lihat di penglihatannya tadi, tidak ada yang Risa lewatkan, bahkan kata - kata orang misterius itu pun Risa katakan pada mereka semua.
Mereka yang mendengar itu begitu sangat terkejut, begitu juga dengan kakek Agus dan nenek Wati yang tak kalah terkejutnya mendengar semua cerita itu.
__ADS_1