
Ke esokan paginya mereka semua sudah bersiap untuk kembali ke desa mereka.
" Bagaimana kalian sudah siap ?" tanya Aditia.
" Sudah Yah, anak - anak kalian juga ikut ya kita ke desa bersama " ucap Nissa.
" Kenapa kita juga ikut Bun ?" tanya Angga.
" Ya ikut saja, kalian tidak keberatan kan, cepat bersiap " kata Nissa.
Mendengar itu Angga dan Risa mengangguk saja, sedangkan Andre memang sudah bersiap karena akan mengantarkan ibunya itu pulang ke rumah.
Setelah siap semua mereka langsung berangkat kembali menuju desa mereka, tidak ada percakapan di antara mereka saat di perjalanan.
Dan tidak terasa setelah melewati beberapa jam perjalanan akhirnya mereka sampai di desa, dan bertapa terkejutnya mereka saat melewati rumah yang terbakar hangus menjadi abu itu.
" Lho ko rumah Bu Ros terbakar seperti itu, ya ampun... " ucap nek Wati yang terkejut melihat itu.
" Iya Nek, ternyata kalau rumah sudah lama tidak di huni seperti ini sangat mudah sekali untuk terbakar, sayang sekali rumahnya. " kata Bu Siti juga sambil melihat ke arah bekas rumah Bu Ros itu.
Nek Wati dan kek Agus mengiyakan apa yang di katakan Bu Siti, sedangkan Andre Angga Risa dan Nissa saling pandang dan tersenyum satu sama lain.
Sampai melewati rumah Bu Zahra, Angga kembali celingak celinguk sambil melihat ke arah rumah itu.
__ADS_1
" Kamu kenapa Ngga ?" tanya Aditia
" Eh tidak apa-apa Yah " sahut Angga yang salah tingkah.
Sedangkan yang lain hanya biasa saja, berbeda dengan Nissa kek Agus dan Nek Wati, mereka saling pandang dan tersenyum tanpa sepengetahuan yang lainnya.
Sesampainya di rumah kek Agus, mereka semua langsung turun dan langsung masuk ke rumah untuk beristirahat.
" Alhamdulillah, sekarang kita kembali lagi. " ucap kek Agus yang melangkah lebih dulu masuk ke dalam rumahnya.
" Alhamdulillah... " kata mereka juga dan langsung mengikuti langkah kaki Agus masuk dalam rumah.
Setelah masuk kedalam rumah, mereka semua langsung beristirahat.
" Pergi dulu ya pak Bu, " pamit Nissa yang juga di anggukan Aditia.
" Iya hati - hati di jalan ya, kenapa malam ini kenapa gak besok saja sih nak " kata nek Wati
" Besok lain lagi Bu, karena malam ini adalah penentuan, jadi besok tinggal melanjutkan saja lagi " sahut Nissa..
" Oh ya sudah kalau begitu, semoga saja lancar ya nak " kata kek Agus dan langsung di anggukan Nissa dan Aditia.
" Memangnya Ayah saya Bunda mau kemana malam - malam begini ?" tanya Angga yang juga di anggukan Risa.
__ADS_1
Sedangkan Andre dan Bu Siti sudah kembali ke rumah mereka sendiri tadi siang.
" Ada deh, besok juga kalian akan tahu " kata Nissa yang juga dia nggak anggukan Adita.
Setelah berpamitan Nissa dan Aditia langsung berangkat ke rumah orang yang mereka tuju,
Sedangkan Angga Risa Nek Wati dan ke Agus yang masih tertinggal disana.
" Memangnya Ayah sama bunda mau kemana kek Nek ?" tanya Risa yang sudah sangat penasaran.
" Kerumah temen semasa kecil ibumu untuk bersilaturahmi " jawab Nek Wati.
" Kenapa malam berkunjungnya, kenapa gak besok siang saja kan bisa " kata Angga juga.
" Siang mereka bisa tidak ada di rumah nak, kalau malam mereka sekeluarga sudah pasti berada di rumahnya, makanya orang tua kalian lebih baik malam berkunjungnya, jadi yang di datangi ada semua. " sahut nek Wati yang juga di anggukan kek Agus.
" Oh gitu, haah... Ada - ada saja ayah sama bunda. " kata Angga yang juga di anggukan Risa.
Setelah itu mereka langsung masuk ke dalam kamar masing-masing untuk kembali beristirahat sambil menunggu waktu isya.
Di tempat lain saat ini Aditia dan Nissa sudah sampai di rumah orang yang mereka tuju, setelah menyampaikan maksud kedatangan mereka, keluarga itu pun menerima dan rencananya besok mereka akan melakukan semuanya.
salah satu orang yang berada di rumah itu begitu sangat terkejut mendengarnya, bahkan sangat syok mendengar semua orang membicarakan.
__ADS_1