
Setelah kejadian itu alhasil semalam mereka tidak tidur dan subuh baru mereka bisa tidur dengan tenang.
Tidak terasa mentari pagi menyinari bumi dan saat ini waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi dan keluarga Ros serta Risa yang menginap di rumah Ros masih tidur dengan nyenyak nya, sampai suara deringan ponsel Risa membangunkannya.
" Halo ka ada apa ?" tanya Risa setelah mengangkat telponnya.
" Risa masih di rumah Ros ka, iya sebentar lagi Risa pulang " sahut Risa lagi sambil melihat ke arah jam dinding.
" Iya walaikum salam " kata Risa lagi setelah itu menutup telponnya.
" Siapa Ris ?" tanya Ros yang baru saja terbangun mendengar Risa bicara di telepon.
" Kakak ku, katanya suruh pulang. Ya sudah aku bersih - bersih duluan " jawab Risa dan langsung di anggukan oleh Ros.
Sementara Risa membersihkan dirinya, Ros langsung keluar kamar menuju dapur, dan di sana sudah ada Bu Indah dan pak Dedy yang duduk di meja makan.
" Eh kamu sudah bangun Rosy, Risa mana ?" tanya Bu Indah.
" Masih mandi Bu, bagaimana keadaan bapak sekarang sudah baikan ?" tanya Ros yang langsung duduk di sebelah ayahnya.
" Alhamdulillah bapak sudah tidak apa-apa nak, bapak tidak menyangka teman kamu itu mempunyai kemampuan seperti itu, dari mana dia belajar ?" kata pak Dedy sambil meminum kopinya.
" Kata Risa sih keturunan pak, ia mewarisi kemampuan dari kakek buyut ibunya " jawab Ros
__ADS_1
Mendengar itu pak Dedy dan Bu Indah pun mengangguk, dan tidak lama yang di bicarakan pun datang.
" Selamat siang pak Bu " sapa Risa yang baru saja tiba dan langsung berkumpul bersama Ros dan kedua orang tuanya.
" Siang nak, ayo langsung sarapan saja " sahut Bu Indah dan langsung di anggukan oleh Risa.
Setelah selesai sarapan mereka langsung berkumpul di ruang keluarga bersama.
" Pak Bu Ros, Risa mau pamit pulang " kata Risa
" Ko cepat sekali nak, kenapa tidak menginap di sini lagi saja " kata Bu indah yang sangat senang sekali Risa menginap di rumahnya.
" Iya, kenapa cepat sekali pulangnya, bukankah kalian sudah selesai kuliahnya " kata pak Dedy juga.
" Nanti lain kali Risa menginap di sini lagi Bu pak, soalnya keluarga Risa nyariin. " sahut Risa
" Nanti kapan - kapan aku nginap di sini lagi, tapi sekarang aku pulang dulu ya. " kata Risa pada Ros
" Ya sudah tidak apa-apa, tapi lain kali nginap di sini lagi ya nak, salam untuk keluarga mu " kata Bu indah lagi yang juga langsung di anggukan pak Dedy.
" Iya Bu pak, nanti Risa sampaikan " sahut Risa
" Janji ya Ris, nanti kapan - kapan nginap lagi di sini, jangan kapok " kata Ros yang langsung memeluk sahabatnya itu.
__ADS_1
" Iya janji, aku ga kapok ko. " kata Risa sambil membalas pelukan dari sahabatnya itu.
Bu Indah dan pak Dedy pun tersenyum bahagia, karena anak mereka bersahabat dengan orang yang sangat baik menurut mereka.
" Ya sudah Risa pamit dulu pak Bu Ros, assalamualaikum " pamit Risa.
" Iya walaikum salam, hati - hati di jalan ya nak " sahut Bu Indah dan pak Dedy bersamaan.
" Walaikum salam, mau ku antara Ris" kata Ros.
" Ga usah, ya sudah dah Ros " kata Risa yang langsung di anggukan oleh Ros sambil melambaikan tangannya.
Setelah berpamitan dengan Ros dan juga orang tua Ros, Risa langsung melakukan motornya menuju pulang.
Tidak lama akhirnya Risa sampai di rumahnya.
" Assalamualaikum, Risa pulang " salam Risa yang langsung masuk setelah mengetuk pintu.
" Walaikum salam, eh anak ibu baru pulang " sahut Bu Nissa.
" Ko sepi Bu, yang lain pada kemana, ibu juga tumben jam segini sudah ada di rumah, biasanya di toko ?" tanya Risa sambil duduk di kursi sebelah ibunya.
Seketika raut wajah Bu Nissa berubah sangat sedih, dan seperti menahan tangisannya dengan hanya diam saja.
__ADS_1
Sedangkan Risa sangat bingung melihat raut wajah ibunya yang kelihatan sangat sedih itu.