Keturunan The Indigo

Keturunan The Indigo
Episode 34


__ADS_3

Mereka berdua langsung masuk ke gerombolan orang itu, tapi sebelum mereka melangkahkan kakinya tiba-tiba...


" Berhenti... " kata seseorang yang baru saja muncul di belakang mereka.


" Astaghfirullah... " kata Angga dan Risa bersamaan.


" Kenapa kalian berdua berada di sini ?" tanya orang itu.


" Siapa kamu ?" tanya Angga sedangkan Risa langsung bersembunyi di belakang kakaknya.


" Kalian manusia, kenapa berada di sini, di sini sangat berbahaya sekali sebaiknya jangan berada di sini " kata orang itu lagi.


Angga dan Risa pun saling pandang.


" Tapi kami hanya mencari teman kami sekarang " kata Angga.


" Memangnya siapa teman kalian ?" tanya seseorang lagi yang baru muncul di belakang orang itu.


" Teman kami adalah... " belum sempat Angga menjawab dan menyelesaikan katanya tiba - tiba langsung terpotong karena muncul lagi seseorang di sebelah mereka.


" Astaghfirullah " kata Angga dan Risa bersamaan saking terkejutnya.


" Cepat kalian cari teman kalian, setelah itu cepat pergi dari sini " kata orang yang baru muncul itu.


" Bibi, kebiasaan ngagetin saja " kata Risa yang sangat terkejut meskipun sudah biasa.

__ADS_1


" Siapa lagi kamu ?" tanya Angga yang juga terkejut tapi bingung mendengar adiknya memanggil orang itu bibi.


" Aisyah kamu mengenal mereka ?" tanya orang itu yang kenal dengan orang yang baru muncul itu.


" Iya Fatimah, mereka berdua adalah anak - anaknya Nissa, dan mereka juga menuruni kemampuan ibunya makanya mereka bisa berada di sini " jawab Aisyah.


Yah kedua orang yang berbicara pada Angga dan Risa tadi adalah Fatimah dan suaminya dari bangsa genderuo yang bernama Rama.


" Bibi mengenal mereka ?" tanya Risa.


" Mereka berdua juga sahabat ibumu Risa, terutama Fatimah kami berdua selalu bersama dengan ibumu sebelum ibumu menikah dan berkeluarga. " jawab Aisyah lagi yang juga langsung di anggukan Fatimah dan Rama.


" Oh jadi begitu " kata Angga lagi yang juga di anggukan Risa.


" Lalu kenapa bibi ada di sini ?" tanya Risa lagi yang juga di anggukan Angga dan mereka berdua.


" Belum bi, dan kami ingin masuk ke dalam bangunan itu, karena di tempat itu seperti mengadakan acara " jawab Angga yang sekarang juga memanggil Aisyah dan Fatimah bibi, sama seperti Risa.


" Di dalam situ sedang mengadakan pernikahan, dan sepertinya pengantin wanitanya berasal dari alam manusia " kata Rama yang mengetahui meskipun tidak melihat langsung.


" Jangan - jangan itu Gina ka " kata Risa.


" Hmm, kita kesana sekarang. " sahut Angga dan langsung bergegas lebih dulu.


" Eh eh eh tunggu kami, seenaknya saja kalian masuk, bahaya tahu " panggil Aisyah yang sedikit geram pada kedua anak muda itu.

__ADS_1


Mendengar itu Angga dan Risa langsung menghentikan langkah mereka dan langsung nyengir kuda melihat pada ketiganya.


" Hehehe maaf bi, cemas banget sih soalnya. Silahkan paman duluan. " kata Risa dan juga di anggukan Angga.


" Kalian ini, dasar sembarang. Ayo kanda " kata Fatimah dan langsung mengajak suaminya masuk lebih dulu.


" Ayo, kalian jangan jauh - jauh dari kami. " kata Rama dan langsung di anggukan oleh Angga dan Risa bersamaan.


Mereka berlima langsung masuk kedalam bangunan yang sudah di penuhi oleh banyak orang yang berpakaian sangat indah.


Sesampainya di dalam semua orang langsung menunduk dan hormat pada Rama dan Aisyah.


" Silahkan Baginda, permaisuri, suatu kehormatan untuk kami, terimakasih sudah menghadiri acara kami " kata seseorang yang sepertinya yang punya acara.


" Hmm... " sahut Rama sambil melihat kearah kedua pengantin yang duduk di depan sebuah api kecil.


Sedangkan Patimah hanya tersenyum dan mengangguk menyahut penyambutan dari sang pemilik acara.


Setelah mendapat sambutan, Rama dan Fatimah langsung duduk di tempat yang sudah di sediakan, begitu juga dengan Angga, Risa dan Aisyah yang juga langsung duduk di belakang mereka berdua.


Setelah menyambut raja mereka yaitu Rama raja genderuo yang sudah menghadiri acara itu, semuanya pun akan memulai acaranya, dan tidak merasa curiga pada Angga dan Risa karena sudah di beri mantra oleh Rama.


Sementara acara mereka mulai, diam - diam Risa dan Angga langsung menatap pengantin perempuan, dan tidak sengaja pengantin perempuan itu juga menatap ke arah Angga.


Melihat itu Risa tidak menyia-nyiakan kesempatan dan langsung ikut menatap kuat ke arah pengantin perempuan yang sedang pokus menatap Angga.

__ADS_1


Setelah lama mereka bertiga saling pandang di tengah mulainya sudah acara itu tiba - tiba...?


__ADS_2