Keturunan The Indigo

Keturunan The Indigo
Episode 42


__ADS_3

Keesokan paginya, mereka semua sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan kecuali Angga yang masih tertidur karena jiwanya masih berada dalam alam gaib untuk pemulihan kekuatan.


" Kenapa sampai sekarang Angga belum bangun juga Bun ?" tanya Aditia pada sang istri.


" Butuh waktu untuk pemulihan Yah, mungkin sebentar lagi Angga kembali " jawab Nissa sambil memakan makanannya.


" Mm Bun, Yah, kek, Nek. Risa mau minta ijin ya, setelah sarapan Risa mau jalan - jalan keliling desa ini lagi, mumpung kita masih berada di desa ini, boleh ya " kata Risa meminta izin.


Mendengar itu para orang tua saling pandang dan sama - sama mengangguk mengiyakan.


" Iya boleh, tapi kamu tidak boleh pergi sendiri, harus ada yang menemani " kata Nissa


" Bagaimana kalau jalan - jalannya sama ka Andre saja, nanti kak Andre tunjukkan tempat - tempat yang pemandangannya sangat indah di desa ini gimana ?" kata Andre menawarkan diri.


" Mm... Gimana boleh ga Yah, Bun,Kek, Nek ?" tanya Risa lagi dengan tatapan memohon pada keluarganya.


Para orang tua saling pandang dan tersenyum bersama.

__ADS_1


" Baiklah kalian boleh pergi berdua, tapi ada syaratnya " kata Nissa sambil menatap keduanya.


Mendengar itu Risa dan Andre saling pandang, " syarat apa Bun ?" tanya keduanya bersamaan.


" Kalian berdua tidak boleh macam - macam, dan ingat kalian bukan muhrim jadi harus menjaga jarak. Dan kamu Andre, jaga Risa dengan baik bunda percayakan putri bunda ini padamu. " kata Nissa dan di anggukan oleh suami dan kedua orang tuanya.


" Iya Bun, insyaallah Andre janji akan menjaga Risa dengan baik. " kata Andre


" Iya Bun, Risa juga janji akan menjaga jarak karena kita bukan muhrim. " kata Risa juga dan langsung di anggukan oleh Andre.


" Ya sudah kalau begitu, kalian boleh pergi. Tapi jangan sampai malam ya jalan - jalannya " kata Nek Wati


" Kalau begitu kami pamit sekarang ya, Yah, Bun, Nek, Kek, assalamualaikum " pamit Risa duluan.


" Pamit dulu Yah,, Bun, Kek, Nek, assalamualaikum " pamit Andre juga.


" Walaikum salam, hati - hati di jalan. " sahut para orang tua.

__ADS_1


Lalu Andre dan Risa keluar pergi jalan-jalan mengelilingi desa kampung halaman Nissa dan juga Andre.


Risa dan Andre berjalan sambil melihat-lihat pemandangan di desa itu dengan Andre.


Sesampainya mereka di ujung desa itu tak sengaja Risa melihat rumah kosong tapi seperti di huni satu keluarga yang bukan dari alam manusia.


" Rumah siapa itu kak ?" tanya Risa yang penasaran meskipun sedikit takut melihat keluarga makhluk halus yang ada di rumah kosong itu memandangnya.


" Itu bekas rumahnya Bu Ros, sudah lama rumah itu tidak di huni, semenjak Bu Ros masuk rumah sakit dulu, setelah itu sampai sekarang rumah ini kosong bahkan keluarganya pun tidak ada yang mau menempati rumah ini " jawab Andre yang sudah merinding, karena melihat juga apa yang Risa lihat.


" Ya sudah yu lewat saja, merinding nih " ajak Risa sambil mengusap lengan dan lehernya yang sudah merinding.


" Sama, ya sudah yu " sahut Andre yang juga sama seperti Risa.


Setelah itu mereka berdua langsung saja melangkah melewati rumah Bu Ros yang kosong itu, tapi baru beberapa langkah mereka berjalan tiba-tiba, kaki Risa dan Andre terasa berat.


Mereka berdua langsung melihat ke kaki mereka masing-masing dan begitu sangat terkejut setelah melihat apa yang membuat kaki mereka terasa berat.

__ADS_1


" Aaaaa... Kak Andre toloong... " jerit Risa


__ADS_2