
Perkenalkan ini novel pertamaku. Semoga kalian semua suka iya. Selamat membaca๐
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Pengenalan Tokoh,
Tokoh utama:
Mutyara alias Yara.
Yara gadis dari keluarga sederhana yang jatuh cinta kepada seorang CEO muda di perusahaan pratama company.
Reyhan Putra Pratama alias Reyhan.
Seorang CEO muda di perusahaan pratama company yang di kagumi kaum wanita, sikapnya yang terkenal dingin dan cuek menjadi daya tarik tersendiri. Hanya ada satu wanita yang membuatnya jatuh hati, seorang gadis dari kalangan biasa yang mampu merubah prinsip hidupnya untuk tidak menikah muda. Gadis itu adalah yara.
Tokoh pendamping:
Yudi prasetya ayah yara
Gina farida ibu yara
Dimas prasetya adik yara
Bayu pratama papah reyhan
Erina mamah reyhan
Alisa ayudia pratama adik reyhan
Aldo putra pratama Asisten sekaligus adik angkat reyhan
__ADS_1
Andika mahesa sahabat yara
Aulia siska pratiwi sahabat yara
Amelia mamah siska
Untuk sementara daftar nama tokoh di novel Kisah Cinta Mutyara.
Selamat membaca teman-teman๐
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Siang hari di tengah teriknya sinar matahari, seorang gadis berjalan menyusuri jalanan ibu kota yang sangat ramai.
Suara bising dari setiap kendaraan yang lewat, tidak membuat langkahnya terhenti. Gadis itu terus berjalan tanpa menghiraukan kebisingan di sekitarnya.
Gadis itu adalah Mutyara, atau orang biasa memanggilnya yara.
Yara baru saja pulang dari sekolah dan sedang berjalan menuju rumah. Rumah bergaya modern minimalis dengan cat tembok berwarna putih. Di samping rumah terdapat warung kecil, warung yang di gunakan bu gina untuk menjual kebutuhan sembako.
Di belakang rumah terdapat taman kecil yang banyak di tumbuhi bunga juga pepohonan yang rindang, yang membuat rumah tampak begitu asri.
Ketika di tengah-tengah perjalanan, yara di kagetkan dengan seseorang yang memanggil namanya.
Teriakan tersebut mampu memekakan telinga setiap orang yang mendengarnya. Dengan malas yara membalikkan tubuhnya menatap orang yang tadi memanggilnya.
Yara menghembuskan nafasnya kasar, kala mendapati sosok dika yang memanggil namanya. Dika adalah sahabat sekaligus tetangga yara. Dengan langkah cepat dika mendekati yara.
"Kenapa kama nggak nunggu aku sih ra" keluh dika karena lagi-lagi yara memilih pulang sendiri daripada menunggunya.
"Aduh dika maaf iya aku lupa" jawab yara
"Aku buru-buru harus cepat sampai di rumah, soalnya sebentar lagi aku harus berangkat keeja, kalau tidak nanti aku bisa terlambat" yara menjelaskan panjang lebar
"Iya aku tahu ra, tapi apa salahnya jika menungguku sebentar. Tadi aku sedang di perpustakaan untuk mengembalikan buku" terang dika
"Nggak ada yang salah dika" yara menatap dika jengah
"Tapi aku memang sedang terburu-buru. Jadi aku berfikir untuk pulang sendiri tanpa menunggu kamu, kamu nggak marah kan dik? tanya yara
"Menggemaskan sekali kalau kaya gini mana bisa aku marah lama-lama" batin dika
"Emmm iya baiklah aku tidak akan marah kok, asalkan lain kamu harus menungguku" pinta dika
__ADS_1
"Iya.. iya dika" mau tidak mau yara harus mengiyakan permintaan dika, kalau tidak bisa lebih panjang urusannya.
"Ra nanti mau aku antar ke cafe tidak?" tanya dika
"Nggak usah dik, terima kasih dika untuk tawarannya, tapi aku bisa kok berangkat sendiri" tolak yara halus
Sebenarnya alasan yara menolak tawaran dika karena yara tidak ingin merepitkan dika
Lagi-lagi tawaran dika di tolak yara untuk yang kesekian kalinya, tapi tidak apa dika akan mencobanya lain waktu.
"Iya sudah aku tidak akan memaksa, tapi lain kali kamuharus mau aku antar ke cafe" ucap dika
"Iya.. iya dika. Dik aku udah nyampe nih, aku masuk dulu iya. Sampai ketemu besok" ucap yara lalu meninggalkan dika.
"Sampai ketemu besok yara, semangat kerjanya" ucap dika memberi semangat
"Terima kasih" ucap yara tersenyum. Senyuman yang mampu membuat hati dika meleleh.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Sampai di depan rumah yara langsung mengetuk pintu
tok.. tok.. tok..
"Assalamualaikum" ucap yara
"Wa'alaikumsallam, kamu baru pulang ra" tanya ibu
"Iya bu" jawab yara
"Iya sudah sekarang kamu ganti baju dulu setelah itu makan, ibu tadi sudah memasak makanan kesukaan kamu"
"Pasti enak banget" gumam yara menelan salivanya kasar, membayangkannya saja sudah seperti ini.
"Iya sudah bu, yara ke kamar dulu" pamit yara.
Segera yara masuk ke dalam kamar dan mengganti seragamnya dengan pakaian santai.
Setelah selesai mengganti baju, yara keluar dari kamar dan berjalan menuju meja makan. Di lihatnya ibu dan adiknya sudah menunggu kedatangan yara.
Yara mempunyai satu adik laki-laki namanya dimas. Dimas sekarang sudah kelas 3 SMP dan sebentar lagi akan masuk SMA. Sementara yara sekarang sudah kelas 3 SMA sebentar lagi akan masuk kuliah.
Dimas anak yang rajin, sepulang sekolah dimas selalu membantu ibunya di warung.
Sebenarnya bu gina dan pak yudi sudah melarang yara untuk tidak bekerja paruh waktu, alasannya agar yara bisa lebih fokus untuk belajar, karena sebentar lagi yara akan ada ujian akhir.
__ADS_1
Keluarga yara termasuk keluarga yang kecukupan. Ayahnya bekerja di salah satu perusahaan terkenal di kota ini, walau pun hanya sebagai karyawan biasa, tapi penghasilannya cukup untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Tapi yara selalu saja menolak dengan alasan ingin mandiri.
Setelah selesai makan siang, yara langsung masuk ke dalam kamar untuk mengambil tas dan ponselnya. Setelah itu yara berpamitan kepada ibunya untuk berangkat ke cafe. Jarak dari rumah yara ke cafe tidak terlalu jauh, itu lah sebabnya yara memilih untuk berjalan kaki saja. Kira-kira butuh waktu 15 menit untuk sampai di cafe tempatnya bekerja.