
Malam harinya sehabis sholat maghrib reyhan langsung berpamitan untuk menjemput yara.
Reyhan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Setelah berkendara sekitar 20 menit akhirnya reyhan sampai di rumah yara.
🌸🌸🌸🌸🌸
Di kamar yara
"Aduh aku pake baju yang mana iya" gumam yara
Setelah cukup lama berfikir akhirnya hara menjatuhkan pilihannya pada dress selutut berwarna putih yang di belikan siska. Lalu mengganti bajunya dengan dress tersebut.
Saat yara hendak keluar tiba-tiba di depan pintu kamar yara dimas sudah berdiri dengan tatapan takjub memandang yara.
"Wah, mba yara cantik banget" ucap dimas tanpa berkedip
Yara terkekeh melihat dimas yang memandangnya tanpa berkedip.
"Kamu bisa aja dim" jawab yara, bisa di bayangkan pipi yara sekarang sudah sangat merona karena pujian dimas
Dimas tersadar dari rasa takjubnya memandang yara lalu menggoda yara
"Cie.. cie yang mau ketemu sama calon mertua dandannya cantik banget" goda dimas
"Udah deh dim jangan mulai iya" ucap yara malas
"Tapi beneran loh mba, dimas nggak bohong malam ini mba yara itu cantik banget" puji dimas
"Nggak usah berlebihan dimas"
Tiba-tiba ibu datang menghampiri mereka.
"Wah anak ibu sudah cantik" ucap bu gina
__ADS_1
Yara tersenyum mendengar pujian bu gina.
"Ibu bisa aja" jawab yara
"Kamu tuh malam ini sangat cantik sayang" imbuhnya
Yara di buat merona lagi aktibat pujian bu gina.
"Ehh. ibu sampai lupa. Kamu sudah di tunggu sama nak reyhan" ucap bu gina
"Mas reyhan sudah datang bu" tanya yara memastikan
"Iya nak reyhan, sedang di ruang tamu sama ayah" ucap bu gina
"Iya sudah kita kesana yuk bu, dim" ucap yara
Mereka bertiga berjalan menuju ruang tamu. Reyhan yang awalnya sesang berbincang dengan pak yudi. Saat matanya tak sengaja melihat yara datang, reyhan langsung di buat takjub karena penampilan yara.
Mendengar reyhan memuji penampilan anaknya pak yudi tersenyum.
"Kamu tadi ngomong apa nak?" tanya pak yudi pura-pura tidak mendengar
Reyhan yang tersadar akan keterkejutannya dengan reyhan segera memalingkan wajahnya ke sembarang arah.
"Ng nggak pak, reyhan tadi nggak ngomong apa-apa kok" sanggah reyhan
"Mas kamu sudah sampai?" tanya yara
"Iya ra, apa kamu sudah siap" tanya reyhan memastikan
"Sudah mas" jawab yara
"Kalau begitu kita berangkat sekarang saja biar nanti pulangnya nggak kemalaman" ucap reyhan
__ADS_1
"Iya mas" jawab yara
"Pak, bu, dimas, saya dan yara pamit pergi dulu" ucap reyhan
"Iya nak, jaga putri ayah dengan baik" jawab pak yudi
"Iya pak"
Setelah itu reyhan mencium tangan pak yudi dan bu gina, di ikuti juga dengan yara.
Sampai di depan reyhan langsung membukakan pintu mobil untuk yara. Setelah reyhan masuk mobil dan duduk di kursi kemudi.
Suasana di mobil hening, tidak ada obrolan disana. Yara memilih memalingkan wajahnya menghadap jendela guna mengurangi rasa gugupnya.
Reyhan melirik yara, di lihatnya yara duduk dengan tidak tenang.
"Ra" panggil reyhan
"Iya mas" jawab yara
"Kamu kenapa?" tanya reyhan
"Aku, aku nggak apa-apa kok mas" jawab yara
"Kamu tenang aja iya ra, mamah dan papah orangnya baik kok. Malahan mereka sudah tidak sabar ingin bertemu kamu" ucap reyhan
"Tapi mas, aku takut kalau nanti orang tua mas reyhan tidak suka sama aku" lirih yara
"Kamu nggak usah mikir yang nggak-nggak deh ra, kan kamu juga belum bertemu sama mereka"
"Udah kamu tenang aja, ada aku di samping kamu" ucap reyhan menenangkan.
"Iya mas"
__ADS_1