
Sesampainya di rumah yara siska langsung pamit pulang ke rumahnya.
Di teras ada ayah dan dimas yang sedang duduk di bangku teras.
"Assalamu'alaikum" yara memberi salam
"Wa'alaikumsallam" jawab ayah dan dimas bersamaan.
"Mba sudah pulang, bawa jajan nggak?" tanya dimas
"Nggak dim, tadi mba cuma beli beberapa perlengkapan untuk ujian besok" jawab yara
Ada raut wajah kecewa di wajah dimas mendapati jawaban yara.
"Ya mba kok nggak bawa jajan sih, kalo tau gitu mending tadi aku nonton tv aja" kesal dimas
"Emang kamu nungguin mba pulang?" tanya yara
"Iya tadinya tapi mba malah nggak bawa apa-apa iya udah deh aku masuk dulu" jawab dimas lalu berjalan masuk ke dalam rumah.
Pak yudi yang melihat tingkah kedua anaknya terkekeh. Mereka berdua masih saja kaya anak kecil.
"Yah, ibu kemana?" tanya yara
"Ibu di dalam ra, kita masuk yuk udah malam" jawab pak yudi
Tiba di ruang tamu
"Anak ibu sudah pulang" ucap ibu
"Sudah bu, maaf iya bu yara pulangnya kemalaman jadi nggak bisa bantuin ibu masak" ucap yara
"Ibu malah nggak masak ra, kata ayah hari ini kita makan di luar" jawab ibu
"Beneran bu" tanya yara memastikan
__ADS_1
"Iya bener, iya udah kamu mandi dulu setelah itu baru kita pergi" ucap ibu
"Siap bu" jawab yara semangat
Tapi sebelum yara ke kamarnya, dia pergi ke kamar dimas yang ada di sebelah kamarnya.
tok.. tok.. tok
"Masuk" jawab dimas
"Dimas kamu udah mandi" tanya yara
"Udah dong mba, emang mba yara belum mandi" ketus dimas
"Eh dim, kata ibu hari ini kita makan malam di luar loh"
"Beneran mba" dimas berbinar
"Iya beneran, kamu nggak marah lagi kan sama mba, maafin mba iya lain kali kalo mba pergi pulangnya mba bawain jajan deh"
"Terima kasih dimas" memeluk dimas.
"Ah mba main peluk-peluk aja, dimas kan udah besar, bukan anak kecil lagi" pura-pura merajuk
"Benarkah adik mba ini udah besar, coba mba liat" yara membolak-balikan tubuh dimas
"Mba yaraaaaa" kesal dimas
Yara terkekeh melihat tingkah dimas.
"Iya iya adik mba ini udah besar, iya sudah mba mau mandi dulu, biar nggak kemalaman nanti malah nggak jadi"
"Iya udah sana mandi bau tau" menutup hidungnya
"Kamu iya dim lama-lama ngeselin juga" tanpa menunggu jawaban dimas yara langsung keluar dari kamar dimas.
__ADS_1
Giliran dimas yang terkekeh melihat yara kesal karenanya.
. . . . . .
Sampai di kamar yara langsung bergegas menuju kamar mandi. Tidak menunggu lama yara akhirnya selesai mandi. Tiba-tiba ponselnya berbunyi
ting. tanda ada pesan masuk. Yara langsung mengambil ponsel dan membuka pesan tersebut. Yara tersenyum senang mendapati nama reyhan yang tertera di ponselnya. Tapi seketika wajahnya nampak kecewa melihat isi pesan reyhan untuknya
Reyhan
Hai ra,
Lagi apa?
Sudah makan belum?
Maaf iya untuk beberapa hari kedepan saya tidak bisa menghubungi kamu, secepatnya saya akan menyelesaikan pekerjaan saya disini.
Yara
Hai juga mas,
Ini saya baru selesai mandi, belum mas ini mau makan di luar bareng keluarga saya.
Iya mas tidak apa-apa. hati-hati disana, jaga kesehatan. Cepatlah pulang.
Setelah mengirim balasan kepada reyhan, yara langsung menutup wajahnya tidak percaya dengan apa yang dia ketik barusan.
"Cepatlah pulang, ah apa aku merindukan dia" gimam yara
Reyhan yang baru saja menerima balasan dari yara langsung tersenyum lebar, dia tidak menyangka kalau yara menyuruhnya cepat pulang
"Apakah dia sudah merindukanku" gumamnya
"Kalau begitu aku harus secepatnya menyelesaikan urusanku disini" imbuhnya
__ADS_1