Kisah Cinta Mutyara

Kisah Cinta Mutyara
Episode 36


__ADS_3

Setelah pembicaraan serius antara reyhan dan orang tua yara, tiba-tiba keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapih, karena rencananya hari ini yara ingin menemui siska dan menjelaskan hubungan dia dan dika.


Saat ingin menemui ayah dan ibu di ruang tamu langkah yara terhenti kala mendapati sosok yang sangat dia kenal.


"Mas reyhan, sedang apa dia disini" gumamnya


"Eh ada yara, kebetulan sekali kamu udah keluar, sini sayang duduk. Ada yang ingin ayah tanyakan sama yara" ucap ayah sambil menepuk sofa di sebelahnya untuk yara duduk.


Yara segera tersadar dari lamunannya, dengan langkah cepat yara duduk di samping ayahnya.


"Ada yang mau ayah tanyakan sama kamu ra" ucap ayah dari nada bicaranya terdengar sangat serius.


"Iya yah, ada apa?" tanya yara penasaran


"Apa kamu mencintai nak reyhan? tanya ayah


Mendengar pertanyaan itu yara langsung melirik ke arah reyhan, saat pandangan mereka bertemu yara langsung menundukan kepalanya.


"Apa ayah mau memarahi yara, maafin yara yah" ucap yara, yara sangat takut kalau ayah akan memarahinya


"Tidak ra, ayah tidak akan memarahi kamu, ayah hanya inhin bernyata, apa kamu mencintai nak reyhan?" tanya ayah sekali lagi


"Iya yah" jawab yara lirih disertai dengan anggukan kepala


"Baiklah kalau begitu ayah dan ibu dengan senang hati merestui hubungan kalian" ucap ayah berbinar


Yara membelalakan matanya tidak percaya, dulu ayahnya akan melarang yara dekat dengan laki-laki hanya dika lah orang yang di percaya ayahnya.


Bu gina yang sadar akan kebingungan putrinya hanya bisa tersenyum dan berkata.

__ADS_1


"Besok malam keluarga nak reyhan akan datang kesini untuk melamar kamu ra" ucap ibu


"Hah" hanya helaan nafas yang terucap dari bibir yara


"Loh apa kamu belum tau maksud kedatangan nak reyhan kesini?" tanya ayah


Yara hanya menggelengkan kepalanya tanda kalau dia tidak tahu. Yara langsung melirik ke arah reyhan berharap bisa menemukan jawaban dari pertanyaan ayahnya.


Reyhan yang di tatap yara segera tersadar.


"Jadi begini ra, maksud dari kedatangan saya kesini ingin meminta restu kedua orang tua kamu. Saya ingin menikahi kamu ra" ucap reyhan yakin


Yara di buat semakin tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.


"Lamaran, menikah apa aku tidak salah dengar" batin yara


"Jadi maksud dari mas reyhan meminta yara menunggu selama satu bulan, mas reyhan mau menikahi yara? tanya yara


"Iya ra, sejak awal saya bertemu dengan kamu saya sudah jatuh cinta sama kamu" ucap reyhan malu-malu


"Jadi mas reyhan juga memiliki perasaan yang sama kaya aku" batin yara bersorak senang


"Tapi kan umur yara baru 18 tahun ma, lagi pula apa tidak terlalu cepat bukankah kita baru kenal beberapa bulan ini" sebenarnya yara ragu untuk mengkapkan hal ini tapi dia ingin memastikan apa benar yang di ucapkan reyhan tadi


"Ra, saya sudah yakin dengan keputusan saya ingin menikahi kamu, saya janji akan mencintai dan menyayangi kamu setulus hati saya. Saya juga akan menjaga kamu sama seperti keluargamu menjaga kamu" terang reyhan


Mendengar hal itu yara semakin yakin bahwa reyhan sedang tidak main-main dengan ucapannya.


"Tapi bagaimana dengan kuliahku mas? tanya yara

__ADS_1


"Setelah menikah nanti saya tidak akan melarang apa pun yang bisa membuat kamu bahagia, saya akan mendung apa pun yang sudah menjadi keputusan kamu"


Ada kelegaan di hati yara mendengar ucapan reyhan.


"Jadi bagaimna ra, apa kamu mau menerima saya menjadi suami kamu?" tanya reyhan memastikan


Seketika yara melirik kedua orang tuanya meminta persetujuan. Pak bayu dan bu gina sadar saat yara melirik mereka berdua.


"Semua keputusan ada di tangan kamu ra, ayah dan ibu hanya bisa mendoakan yang terbaik buat kamu" ucap ayah


Mendengar hal itu yara sangat senang sekali.


Yara mengangguk tanda setuju. Lalu menarik nafasnya dalam-dalam sebelum akhirnya berucap.


"Iya mas, yara mau menerima mas reyhan menjadi suami yara" ucap yara yakin


Mendengar hal itu membuat reyhan sangat bahagia, akhirnya yara menyetujui untuk menikah dengannya.


"Terima kasih ra sudah mau menerima saya" ucap reyhan berbinar


"Sama-sama mas" jawab yara malu-malu


Melihat yara dan reyhan yang malu-malu membuat pak yudi bisa bernafas dengan lega, akhirnya keputusannya menerima reyhan tidak salah.


"Besok saya bersama kedua orang tua saya akan datang kesini untuk melamar kamu ra" ucap reyhan


Yara hanya mengangguk tanda setuju. Setelah obrolan yang serius selesai suasa kembali menjadi hangat, reyhan dan pak yudi banyak membicarakan apa saja yang akan reyhan lakukan setelah menikah nanti.


Dimas hanya bisa menatap keluarganya yang sedang bahagia karena sebentar lagi yara akan menikah dengan reyhan.

__ADS_1


"Ternyata dugaan ku benar" batin dimas


__ADS_2