
Setelah menempuh perjalanan 10 menit akhirnya yara dan reyhan sampai di rumha siska.
Yara terlihat sangat gugup sekali, dia takut nanti siska akan marah-marah dan memakinya.
Melihat yara seperti itu reyhan lalu menggenggam tangan yara lalu berkata
"Percaya padaku semua akan baik-baik saja" ucap reyhan menenangkan
Yara yang tadi hanya menunduk perlahan mulai mendongakkan kepalanya melihat reyhan.
"Tapi mas" ucap yara menggantung
"Semua akan baik-baik saja ra, jangan khawatir. Siska pasti bisa mengerti semua, percaya padaku" yakin reyhan
"Sekarang kita turun dan temui dia, kamu jelaskan tentang perasaan kamu ke dika. Kalau perlu kamu bilang kita akan segera menikah agar siska yakin kalau kamu benar-benar tidak punya perasaan apapun sama dika" imbuhnya
Melihat itu semua seketika rasa gugup yara menghilang dengan sendirinya. Yara tersenyum ke arah reyhan.
"Terima kasih mas, aku sudah siap untuk bertemu siska" ucap yara yakin
__ADS_1
"Baiklah sekarang kita turun" ucap reyhan, reyhan turun terlebih dahulu lalu membukakan pintu mobil untuk yara.
Setelah yara turun dari mobil, mereka langsung berjalan menuju rumah siska. Lalu reyhan mengetuk pintu
tok.. tok.. tok..
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya pintu terbuka dan terlihat ibu amel mamah siska.
"Eh kamu ra, masuk dulu" ucapnya, lalu melirik ke arah reyhan
"Saya reyhan tante" ucap reyhan memperkenalkan diri
"Saya amel mamahnya siska. Silahkan masuk" ucapnya mengulangi perkataan tadi
"Tante maafin yara" ucap yara mengawali pembicaraan
bu amel merasa bingung karena tiba-tiba yara meminta maaf padanya, ia bertanya-tanya apa kesalahan yara.
"Sebenarnya ada apa ra? dan kenapa kamu minta maaf sama tante, memang apa kesalahan kamu? tanya bu amel bertubu-tubi
__ADS_1
Bu amel semakin di buat khawatir karena permintaan maaf yara, dia berfikir ada sesuatu yang terjadi antara siska dan yara. Karena semalam siska pulang diantar seseorang yang tidak dia kenal dengan keadaan basah kuyup dengan wajah penuh dengan air mata.
Lalu yara menjelaskan kejadian semalam dengan penuh penyesalan.
Setelah mendengar penjelasan dari yara ada kelegaan di hati bu amel saat mengetahui bahwa yara tidak mencintai dika sedikitpun karena yara hanya menganggap dika sebagai kakak.
Tapi yang dia cemaskan sekarang adalah putri semata wayangnya, apakah siska masih mencintai dika setelah kejadian ini atau siska akan melupakan rasa cintanya pada dika.
"Kamu nggak salah kok ra, nanti tante juga akan menjelaskan pelan-pelan sama siska" ucap bu amel menenangkan yara yang sedang menangis
"Tante apa boleh yara bertemu dengan siska?" tanya yara di sela tangisannya
"Boleh sayang, sebentar tante panggilkan siska dulu" ucapnya lalu pergi meninggalkan yara dan reyhan di ruang tamu.
Reyhan yang melihat yara masih menangis berusaha menenangkan yara, tangan reyhan terulur ke pipi yara lalu menghapus air mata yang membasahi pipi wanita yang sangat di cintainya.
"Semua akan baik-baik saja ra" ucap reyhan
Yara hanya mengangguk lalu mengatur nafasnya agar kembali tenang. Setelah menunggu selama 5 menit akhirnya bu amel dan siska datang menghampiri mereka.
__ADS_1
Yara semakin merasa bersalah melihat sahabatnya dengan mata memerah dan bengkak, masih terlihat kesedihan di wajahnya.
"Apa dia menangis selama semalaman, hingga menyebabkan mata bengkak seperti itu" batin yara bertanya-tanya pada dirinya sendiri