
Sesuai janjinya sepulang sekolah siska dan dika pergi ke rumah yara. Sesampainya disana.
Tok.. tok..
Assalamualaikum.
Yara yang mendengar suara ketukan pintu langsung beranjak dari duduknya dan segera membuka pintu.
Wa'alaikumsallam.
Yara kaget saat membuka pintu, ternyata yang datang siska dan dika.
"Eh ada siska sama dika, masuk dulu yuk" tawar yara. Mereka masuk lalu duduk di ruang tamu.
"Ra, kata siska kemarin kamu hampir tertabrak mobil, tapi kamu nggak papa kan" tanya dika yang khawatir
"Aku nggak papa dik, tadi mau berangkat sekolah tapi belum di bolehin sama orang tua ku. Di suruh istirahat dulu katanya" jawab yara lalu mengingat ibunya yang melarang berangkat sekolah.
"Syukurlah kalau begitu"
"Ra, gimana kemarin kamu di antar sampai rumah kan? giliran siska yang bertanya
"Iya sis, aku di antar sampai rumah kok" jawab yara
__ADS_1
Di tengah perbincangan yara dan kedua sahabatnya tiba-tiba ibu datang membawa nampan berisi minuman dan camilan.
"Di minum dulu nak" tawar ibu
"Terima kasih bu" ucap ketiganya. Lalu ibu pergi meninggalkan mereka bertiga di ruang tamu. Setelah lama mereka mengobrol akhirnya siska dan dika pamit pulang karena hari sudah sore. Yara mengantar sahabatnya sampai di teras rumah.
"Ra, kita pamit pulang dulu iya" pamit dika dan siska
"Iya hati-hati di jalan, makasih udah mau njengukin aku" jawab yara. Mereka berdua mengangguk dan tersenyum, lalu pergi meninggalkan rumah yara.
. . . . . .
Setelah berkutik seharian di kantor dengan berkas-berkas serta pertemuan di luar kantor yang memang menguras tenaga, akhirnya reyhan memutuskan untuk pulang ke rumah. Karena jam sudah menunjukkan pulang kantor.
Di tengah perjalanan menuju rumah, reyhan yang teringat yara memutuskan untuk menjenguk yara, hanya untuk memastikan keadaannya.
Aldo mengerutkan keningnya merasa heran dengan tuan mudanya, sejak kapan tuannya pulang kantor tidak langsung pulang ke rumah. Karena biasanya reyhan selalu pulang ke rumah. Meski heran tapi aldo tetap menuruti tuan mudanya.
"Baik tuan" jawab aldo
. . . . . . .
Sesampainya di jalan xxx
__ADS_1
"Tuan kita sudah sampai di jalan xxx" ucap aldo
"Kita berhenti di rumah yang catnya warna putih al, kalo nggak salah di sebelah rumah ada warungnya" jawab reyhan sambil mengingat rumah yara
"Baik tuan" Sebenarnya tuan reyhan mau kemana sih. Batin aldo. Karena memang tempat yang di kunjunginya sekarang terasa asing, ini kali pertama aldo mengantar tuannya ke tempat ini.
Sesampainya di depan rumah yara, terlihat ibu dan dimas sedang di warung melayani pembeli yang cukup ramai sore itu. Kalo yara lagi di dapur memasak makanan untuk makan malam nanti.
Dimas yang bingung ada mobil berhenti di depan rumahnya langsung bertanya pada ibunya.
"Bu, itu mobil siapa kok berhenti di depan rumah kita" tanya dimas
Bu gina yang memang tidak terlalu ingat dengan mobil reyhan pun menyuruh dimas untuk menemuinya siapa tau orang tanya alamat atau teman ayahnya.
"Ibu juga tidak tau dim, coba kamu tanya saja" jawab ibu
"Iya bu, dimas kesana dulu" menunjuk mobil yang terparkir di depan rumahnya.
Setelah mobil berhenti aldo keluar dan membukakan pintu mobil untuk reyhan. Semua orang yang ada di warung terkesiap melihat pesona seorang reyhan. Suasana di warung pun langsung heboh. Ada yang memuji ketampanan reyhan, ada juga yang heran dan bertanya-tanya siapa yang datang ke rumah bu gina.
"Bu gina, dia siapa?" tanya ibu-ibu yang sedang berbelanja. "Tampan sekali" imbuhnya
Bu gina yang heran siapa yang datang pun langsung melihat ke arah orang yang baru keluar dari mobil mewah itu. Seketika bu gina langsung kaget saat menyadari yang datang adalah nak reyhan, orang yang kemarin mengantarkan putrinya pulang.
__ADS_1
"Oh itu... itu dia tamu saya" jawab bu gina bingung harus menjawab apa pertanyaan ibu-ibu
"Iya sudah bu, saya sudah selesai belanjanya, saya pamit pulang dulu" pamit ibu rita di ikuti ibu-ibu yang lainnya. Bu gina mengangguk sambil berkata iya.