
Di ruang kerja pak bayu sudah ada pak bayu, bu erina dan juga reyhan. Mereka duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.
"Jadi apa rencanamu rey?" tanya papah
"Reyhan ingin menikahi yara pah, mah" jawab reykan yakin
"Apa kamu sudah yakin dengan keputusan kamu? tanya pak bayu penuh menyelidik
Reyhan melirik pak bayu dan bu erina bergantian kemudian menjawab pertanyaan papahnya.
"Reyhan sudah yakin pah, bukankah lebih cepat lebih baik. Itu kan keinginan papah dan mamah"
"Tapi rey, bukankah yara baru saja lulus SMA, apa tidak terlalu cepat" tanya mamah
"Aku tahu mah, jujur setelah pertemuan pertamaku dengan yara, aku merasa sudah menemukan orang yang tepat untuk menjadi pasanganku nantinya"
"Lalu bagaimana dengan kuliahnya?" tanya papah
"Pah, mah, aku menikahinya karena aku takut kehilangan yara. Setelah kami menikah aku tidak akan melarangnya untuk kuliah" jawab reyhan
"Bagus papah suka sikap kamu rey" pak bayu memeluk reyhan bangga. Tidak terasa ternyata putranya sudah dewasa untuk menentukan jalan hidupnya.
"Lalu apa kata keluarganya?" tanya mamah
"Aku belum ngomong apa-apa mah, rencananya hari ini aku akan meminta restu dari orang tua yara" jawab reyhan
__ADS_1
"Baiklah apa pun yang sudah menjadi keputusan kamu mamah dan papah akan mendukungnya. Mamah dan papah hanya ingin kamu bahagia" ucap mamah tulus lalu memeluk reyhan
"Terima kasih mah, pah sudah mau menerima keputusan reyhan" ucap reyhan
"Sama-sama sayang" jawab mamah.
"Jadi kapan kamu akan membawa calon menantu mamah kesini?" tanya mamah
"Setelah orang tuanya merestui kami, aku akan segera membawa yara kesini untuk bertemu papah dan mamah" jawab reyhan
"Baiklah papah tunggu, pasti yara orangnya sangat cantik sampai-sampai anak papah langsung ingin menikahinya" canda papah
"Yara tidak hanya cantik wajahnya tapi hatinya juga cantik pah" jawab reyhan
"Okeh. okeh papah dan mamah jadi tidak sabar ingin bertemu menantu kami" seloroh pak bayu
"Setelah orang tuanya merestui kami, reyhan minta tolong sama mamah dan papah untuk melamar yara buat reyhan" ucap reyhan
"Tentu sayang, dengan senang hati kami akan melamar yara untuk putra kesayangan kami" jawab pak bayu. Mereka bertiga berpelukan
"Terima kasih pah, mah" ucap reyhan.
Setelah selesai membicarakan banyak hal mereka bertiga keluar dari ruang kerja pak bayu, lalu turun ke bawah menemui aldo dan lisa.
Alangkah terkejutnya mereka melihat lisa dan aldo berlarian kesana kemari dengan nafas yang tersengal-enggal.
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan?" tanya papah
Seketika lisa dan aldo menghentikan aksinya dan menoleh ke sumber suara tersebut.
"Eh tuan, anu tuan" ucap aldo
"Seperti anak kecil saja" decak reyhan
"Kakak aku tuh udah besar, jangan panggil aku anak kecil lagi" kesal lisa
"Memang kamu masih kecil, buktinya kamu sama aldo lari-larian di dalam rumah" balas reyhan
"Ini semua karena nona lisa" jawab aldo
Lisa yang tidak terima aldo menyalahkan diriny langsung berlari mengejar aldo lagi, dan terjadilah kejar-kejar untuk yang ke dua kalinya. Sebelum akhirnya terhenti karena teriakan pak bayu
"Stop" teriak pak bayu
"Kalian itu sama-sama saja, benar kata reyhan seperti anak kecil" pak bayu terkekeh begitu juga bu erina.
"Sudah, sudah sekarang kita duduk ada yang mau papah bicarakan sama kalian" ucap pak bayu
"Iya sudah pah, mah, reyhan pamit pergi dulu" pamit reyhan kemudian menyalami orang tuanya.
Di ruang tengah tersisa pak bayu, bu erina, aldo dan juga siska. Akhirnya pak bayu menceritakan rencana reyhan.
__ADS_1
Lisa dan aldo terkejut secara bersamaan, merak tidak menyangka kalau reyhan akan memutuskan menikah dengan yara secepat ini.
"Apa" teriak aldo dan lisa bersamaan.