
Yara, siska dan dika akhirnya sampai di taman.
"Ra, kita duduk disana yuk" ajak siska sambil menunjuk tempat duduk di bawah pohon yang besar. Yara mengikuti langkah siska menuju tempat duduk itu.
"Kalian tunggu disini dulu iya, aku mau membeli minuman untuk kita" ucap dika
Siska dan yara mengangguk tanda setuju. Setelah kepergian dika yara dan siska saling bertukar cerita.
"Sis, kalo udah lulus kamu mau kuliah dimana?" tanya yara
"Aku belum tau ra, penginnya sih satu kampus sama kamu" jawab siska
"Kalo kamu ra?" tanya siska
"Penginnya sih di kampus xxx, tapi nggak tau deh besok" jawab yara
"Hem iya deh ra"
"Eh ra kita selfi yuk" ucap siska lalu mengeluarkan ponsel dari tas kecilnya
Dika yang sedang berjalan hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah yara dan siska yang berpose berbagai macam gaya.
"Aku ikutan dong" ucap dika, langsung menempel di sebelah siska
deg.. deg.. deg
Siska langsung gugup saat dika merangkul pundaknya
"Ra, kamu fotoin aku sama siska gih, buat kenang-kenangan" ucap dika
"Okeh dik" lalu mengambil ponsel siska
__ADS_1
Dika yang memang pandai untuk merayu wanita tidak tinggal diam, dia berpose dengan banyak gaya dengan siska seperti orang yang berpacaran saja
"Aku jadi obat nyamuk deh" batin yara. Tapi yara senang melihat kedekatan siska dan dika.
Setelah berfoto dengan macam-macam gaya akhirnya mereka menyudahi acara foto-fotonya.
"Nih minum dulu" memberikan botol minuman kepada yara dan siska
"Terima kasih" ucap yara dan siska bersamaan.
Tidak terasa mereka bertiga sudah menghabiskan waktu 2 jam di taman dan sekarang sudah jam 5 sore. Akhirnya mereka memutuskan pulang kerumah masing-masing. Tadinya dika mau mengantar yara pulang, tapi yara menolak. Yara malah menyuruh dika mengantarkan siska pulang dengan begitu mereka bisa lebih akrab lagi.
. . . . .
"Dika makasih iya sudah mau mengantar aku pulang" ucap siska senang
"Iya siska sama-sama" jawab dika
"Lain kali aja sis, aku mau langsung pulang aja udah sore juga" jawab dika
Setelah dika pergi siska lalu masuk ke dalam rumah, di sana sudah ada mamahnya.
"Siska" panggil mamah
"iya mah" jawab siska
"Tadi kamu di antar pulang sama siapa?" tanya mamah
"Emm anu mah, sama.. sama" ucap siska terpotong
"Tinggal jawab apa susahnya sih" ucap mamah
__ADS_1
"Siska, di anter pulang sama dika mah" siska menunduk takut mamah akan marah
Mamahnya yang tau siska ketakutan langsung memeluknya
"Sayang kamu nggak usah takut mamah nggak marah kok sama kamu. Mamah cuma takut kalo kamu jatuh cinta sama orang yang salah" mamah menasehati siska
"Siska tau kok mah, tapi siska sudah terlanjur cinta sama dika mah" lirih siska
"Mamah cuma nggak mau kamu bernasib sama kaya mamah, Karena mencintai saja tidak cukup" ucap mamahnya lalu mengingat kembali masa lalunya bersama papah siska. Suaminya terpaksa menyetujui menikah denganya karena desakan kedua orang tuanya hingga akhirnya mereka berpisah karena suaminya masih mencintai mantan pacarnya. Tanpa terasa bu amel menitikan air mata. Siska yang menyadari mamahnya menangis langsung mengeratkan pelukannya.
"Mamah tenang aja iya, siska janji nggak akan dekat-dekat dengan dika lagi" siska menunduk menyembunyikan wajah sedihnya
"Sayang, bukan begitu maksud mamah. Kamu boleh kok dekat dengan dika tapi kamu juga harus memastikan kalo dika juga mencintai kamu" pesan mamah
Siska yang tadi menunduk langsung mendongakkan kepalanya melihat mata ibunya mencari-cari kebohongan dari ucapan mamahnya, tapi yang siska lihat hanya ada sebuah kejujuran disana.
"Terima kasih mah" ucap siska.
"Iya sudah sayang, kamu mandi dulu gih setelah itu kita makan malam bersama" ucap mamah
"iya mah" jawab siska lalu berjalan menunu kamarnya
. . . . .
Yara yang baru sampai di rumah langsung di sambut ibunya di teras rumah.
"Assalamualaikum bu" ucap yara sambil mencium tangan ibunya
"Wa'alaikumsallam nak"
Mereka berdua lalu masuk ke dalam rumah.
__ADS_1