
Di rumah reyhan
Reyhan yang sudah siap dengan setelan jas kerjanya sedang menuruni tangga menuju meja makan. Semua keluarganya sudah ada disana.
"Pagi mah, pah, pagi adik kakak yang paling cantik" sapa reyhan
"Pagi rey" jawab mamah
Reyhan duduk di sebelah lisa. Mamahnya lalu mengambilkan roti dan mengolesi dengan selai coklat untuk reyhan.
"Ini rey rotinya" ucap mamah sambil memberikan roti kepada reyhan
"Terima kasih mah" jawab reyhan
Pagi ini mereka makan di iringi dengan canda tawa tidak seperti biasanya. Suasa makan pagi ini terasa begitu hangat. Setelah selesai makan reyhan pamit berangkat ke kantor.
"Kak, lisa berangkatnya bareng sama kak rey iya" pinta lisa
Reyhan mengerutkan keningnya tidak biasanya lisa minta berangkat bareng.
"Loh kenapa lisa?" tanya mamah
Lisa menggelengkan kepalanya
"Nggak papa mah, lisa pengin bareng sama kak rey aja" jawab lisa. Mamah dan papah menatap reyhan. Reyhan yang di tatap seolah mengerti maksud dari tatapan kedua orang tuanya.
"Iya sudah, kamu berangkat bareng kakak dek" ucap reyhan.
Lisa bersorak kegirangan karena jarang-jarang reyhan mau berangkat bareng.
"Ayo kak kita berangkat" ajak lisa
Setelah berpamitan mereka keluar menuju teras rumah, disana sudah ada aldo yang sedang menunggu. Aldo yang melihat tuannya sudah siap langsung membukakan pintu.
__ADS_1
"Silahkan tuan" ucap aldo
Reyhan masuk ke dalam mobil di ikuti lisa.
"Al, kita antar lisa ke sekolahnya dulu setelah itu kita ke kantor" ucap reyhan
"Baik tuan" jawab aldo
Aldo langsung melajukan mobilnya menuju sekolah lisa, jarak dari rumah ke sekolah lisa lumayan jauh dan membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
"Kak" panggil lisa
"Iya dek"
"Emmm nggak jadi deh"
"Kamu kalo mau nanya, iya nanya aja dek" jawab reyhan heran dengan sikap adiknya hari ini.
"Emmmm. Semalam kakak makan dimana?" tanya lisa kepo
"Temannya perempuan apa laki-laki kak?" tanya lisa lagi
"Perempuan. Eh maksud kakak laki-laki" jawab reyhan gugup
"Kakak tuh bukan orang yang pinter bohong, udah deh jawab jujur aja pertanyaan lisa" ucap lisa
"Kamu apa an sih dek, kok jadi kepo sama kehidupan kakak. Biasanya juga kamu cuek-cuek aja" ketus reyhan
"Iya itu dulu sebelum aku lihat kakak pulang sambil senyum-senyum nggak jelas"
"Emang kakak apa an senyum-senyum sendiri, kakak senyum juga ada sebabnya kali" bela reyhan
"Terus kenapa" tanya lisa lagi
__ADS_1
"Karena yara, eh maksud kakak, itu.. itu.. anu bukan apa-apa"
"Aduh kenapa aku bisa keceplosan gini sih sama lisa, bisa gawat kalo dia curiga. Nanti malam pasti aku bakal di introgasi sama papah, mamah" batin reyhan
"Yara" guman lisa seperti mengingat nama yara.
Kemudian melirik aldo sambil berkata.
"Kak al, pasti tau kan siapa yara? tanya lisa menyelidik
Aldo yang di tanya langsung gelagepan, bingung mau menjawab apa pertanyaan nona mudanya yang kepo ini.
"Sa.. saya tidak tau nona" jawab aldo
"Bohong, kak al pasti tau. Kan kak aldo yang setiap hari pergi sama kak reyhan" ketus lisa
Aldo sekilas melirik tuan mudanya meminta bantuan untuk menjawab pertanyaan lisa. Reyhan yang jengah dengan tingkah adiknya langsung bersuara.
"Kamu apa-apa an sih dek, aldo tuh nggak tau apa-apa udah deh diem. Besok lagi kakak nggak mau iya berangkat bareng kamu kalau kamu cerewed kaya gini" ucap reyhan dingin
"Kak yang apa-apa an. Lisa tuh cuma pengin tau aja masa nggak boleh" pura-pura ngambek
Reyhan tidak tahan melihat adiknya yang ngambek akhirnya menyerah dan menceritakan semuanya sama lisa.
"Oh... jadi gitu ceritanya"
"Hem"
Setelah sampai di depan gerbang sekolah aldo menghentikan mobilnya.
"Nona kita sudah sampai" ucap aldo
"Iya udah lisa masuk dulu kak, Terima kasih kak rey, kak al" pamit lisa sambil mencium tangan reyhan dan aldo bergantian.
__ADS_1
Setelah lisa turun aldo langsung melajukan mobilnya menuju perusahaan. Suasa di mobil hening hingga mobil tiba di perusahaan, lalu aldo turun dan membukakan pintu untuk reyhan.