
Pagi hari di rumah yara
Hari ini yara bangun dengan perasaan yang tidak karuan, antara bahagia dan masih belum tidak percaya dengan apa yang sudah reyhan katakan semalam.
Setelah selesai melaksanakan sholat subuh, yara langsung bergegas menuju dapur untuk membantu ibu memasak. Di dapur terlihat ibunya sedang memotong sayuran.
"Pagi bu" ucap yara tersenyum
"Pagi putri ibu, kok tumben senyum-senyum. Hem ibu tahu pasti kamu sedang menginginkan sesuatu kan dari ibu. Katakan apa yang kamu mau?" tanya ibu yang melihat hari ini yara tidak seperti biasanya
"Ih ibu kok suudzon sih" yara mengerucutkan bibirnya
"Hem apa ada masalah sayang?" tanya bu gina
"Tidak ada bu, hari ini yara sedang tidak menginginkan apa-apa dari ibu" ucap yara yakin
"Kalau begitu, lalu apa yang membuatmu terlihat bahagia sekali pagi ini?"
"Emmm, anu bu, itu itu" ucap yara gugup
"Yara bantu ibu memasak iya, sini biar yara saja yang memotong sayurannya" imbuh yara untuk mengurangi gugupnya, lalu mengambil alih sayuran dari tangan ibunya.
Ibu yara hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah aneh yara pagi ini. Setelah berkutat di dapur selama kurang lebih 1 jam akhirnya ibu dan anak itu selesai memasak untuk sarapan pagi.
"Bu" panggil yara
__ADS_1
"Iya ra, apa kamu memerlukan sesuatu?" tanya ibu
"Tidak bu, yara hanya mau meminta ijin nanti yara mau ke rumah siska. Apa boleh yara pergi ke rumah siska bu?" tanya yara
Karena sekarang adalah hari minggu pasti yara akan merasa sangat bosan jika seharian penuh ia menghabiskan waktu di rumah saja, iya walau pun ada dimas yang akan menemaninya tapi tetap saja yara merasa bosan.
Sebenarnya sih yara bisa saja membantu ibunya di warung hanya saja sekarang yara ingin menemui siska.
"Iya sayang boleh, tapi ingat pulangnya jangan sore-sore iya" jawab ibu
"Terima kasih bu" sambil memeluk ibunya
"Sama-sama sayang, kalau begitu kamu mandi dulu gih biar wangi, nggak bau bawang" tawa ibunya
Yara mengangkuk sebagai jawaban lalu pergi ke kamarnya.
kring. . . tanda pesan masuk. Yara yang penasaran siapa yang mengirimnya pesan pagi ini akhirnya mengurungkan niatnya ke kamar mandi lalu mengambil ponsel yang ada di meja sebelah tempat tidurnya. Terlihat dengan jelas kalau pesan itu dari nomor reyhan, hati yara berbunga-bunga lalu melihat apa isi dari pesan reyhan.
Reyhan
Ra, hari ini aku akan berangkat ke kota B bersama aldo, untuk beberapa hari kedepan mungkin saya tidak bisa menghubungimu karena banyak sekali pekerjaan yang harus saya selesaikan, tapi saya janji akan menyempatkan waktu untuk kamu. Doa kan semoga semua berjalan dengan lancar agar saya bisa secepatnya pulang. Seperti itulah pesan dari reyhan
Yara sedikit kecewa karena reyhan mungkin akan sangat sibuk disana.
"Apa menjadi ceo sesibuk itu" gumam yara
__ADS_1
Tapi mengingat janji reyhan semalam membuat yara seketika menyuingkan senyumannya. Yara membalas pesan dari reyhan
Yara
Iya mas, tidak apa-apa kok. Ingat mas rey disana nggak boleh telat makan dan juga jangan lupa minum vitamin. Semoga semuanya berjalan dengan lancar mas, semangat iya.
Yara menekan tombol kirim dan pesan pun terkirim. Setelah membalas pesan dari reyhan yara langsung masuk ke dalam kamar mandi. Setelah 15 menit yara keluar dari kamar mandi lalu menggambil pakaian casualnya, karena hari ini rencananya yara akan ke rumah siska dan pergi ke moll untuk menontom film.
. . . . . .
Di rumah reyhan
"Mah, pah" panggil lisa
"Iya sayang" jawab mamah
"Hari ini lisa pengin pergi ke moll, apakah boleh?" tanya lisa
"Apa mau mamah menemani lisa ke moll?" tanya mamah yang khawatir pada lisa
"Tidak mah, lisa akan pergi bersama teman-teman lisa" jawab lisa
"Iya sudah kalu begitu, kamu boleh pergi tapi ingat jangan pulang malam-malam. Satu lagi kamu harus di antar supir" ucap mamah mengingatkan
Sebenarnya lisa tidak mau di antar supir, karena rencananya dia akan mencoba naik kendaraan umum, bus misalnya karena kata teman-temannya rasanya sangat menyenangkan. Lisa bukanlah tipe orang yang memilih teman, baginya status bukanlah yang utama dalam berteman karena kedua orang tuanya pun selalu mengajarkan tidak boleh membeda-bedakan orang dengan status.
__ADS_1
"Baik mah, lisa mau di antar sama supir" jawab lisa. Mau tidak mau dia harus menuruti permintaan mamahnya daripada seharian di rumah akan sangat membosankan, terlebih di rumah tidak ada kakaknya.