Kisah Cinta Mutyara

Kisah Cinta Mutyara
Episode 31


__ADS_3

"Sayang semua ini bukan salah kamu, kamu tenang iya semua akan baik-baik saja" ucap ibu lalu memeluk yara


"Tapi bu"


"Iya mba mba yara tuh nggak salah, nanti dimas bantu coba jelasin sama mba siska deh" ucap dimas menenangkan


"Terima kasih ayah, ibu, dimas"


"Iya sama-sama" jawab mereka bertiga kompak


"Oh iya ra, tadi kamu pulang sendiri?" tanya ayah


"Nggak yah, tadi yara di antar pulang sama mas reyhan. Kebetulan tadi ketemu di jalan pas yara lagi nyari siska" jawab yara


"Terus nak reyhannya mana?" tanya ayah lagi


"Mas reyhan tadi langsung pulang yah, dia mau membantu yara mencari siska. Tadi mas reyhan bilang salam buat ayah sama ibu maaf karena nggak bisa mampir" jelas yara


"Iya nggak apa-apa, yang penting sekarang kamu udah di rumah"


Yara ingin menyampaikan pesan dari reyhan yang ingin menemui orang tuanya besok, tapi yara ragu apakah orang tuanya akan setuju atau tidak.


"Aku ngomong nggak iya sama ayah dan ibu" batin yara. Dengan mengumpulkan keberanian akhirnya yara memutuskan untuk menyampaikan pesan dari reyhan.


"Ayah, ibu" panggil yara


Seketika mereka langsung menoleh menapat yara yang memanggilnya.

__ADS_1


"Iya ra" jawab mereka


"Ada yang mau yara sampaikan sama ayah dan ibu" ucapnya


"Iya kalo kamu mau ngomong, ngomong aja ra" jawab ayah


"Begini yah, bu, tadi mas reyhan mengatakan kalau besok mau ke rumah kita inhin bertemu dengan ayah dan ibu, katanya ada hal penting yang ingin di bicara dengan ayah sama ibu" ucap yara menjelaskan


"Iya sudah kalau begitu besok datang saja kesini, ayah dan ibu akan menerima dengan senang hati permintaannya" jawab ayah


Meski pun pak yudi tidak yakin tapi dia mencoba untuk berfikir yang positif saja, mungkin benar memang ada perlu saja.


"Iya sudah ra, kamu sekarang masuk ke kamar istirahat pasti kamu sudah lelah kan karena mencari siska berjam-jam" ucap ibu


"Iya bu, yara ke kamar dulu" pamitnya lalu berjalan meninggalkan keluarganya di ruang tamu.


"Iya bu" jawab ayah


"Kira-kira apa yang mau nak reyhan bicarakan, sepertinya terdengar sangat penting"


"Ayah juga tidak tau bu, kita tunggu saja besok" jawab ayah


"Jangan-jangan mas reyhan mau melamar mba yara bu" tebak dimas


Deg seketika jantung pak yudi berdetak sangat kencang.


"Apa aku yang tidak menyadari kalau putri kesayanganku sudah dewasa" batin pak yudi. Bibirnya terus saja tersenyum mendengar tebakan dimas.

__ADS_1


"Tapi kan yara baru saja lulus SMA, apa tidak terlalu cepat" batinnya lagi


"Husss jangan ngawur deh dim, mba yara kan baru lulus SMA lagian kenal sama nak reyhan juga belum lama" jawab ibu gusar.


Ibu langsung kepikiran ucapan dimas. Kalau memang tebakan dimas benar, ibunya bisa apa sepertinya putri kesayangannya juga menyuai nak reyhan.


"Tapi bagaimana dengan keluarganya, mau mereka mau menerima yara sebagai menantunya" batin ibu


"Ayah sama ibu kenapa wajahnya serius banget sih, dimas kan hanya menebak-nebak saja" ucapnya


"Lagi kan mana mungkin kan mba yara sama mas reyhan baru kenal, masa iya mau langsung nikah" imbuhnya


"Sudah-sudah sebaiknya kita tidur saja ini sudah malam" ucap ayah menengahi istri dan putranya.


"Iya udah deh, dimas ke kamar dulu yah, bu" pamit dimas


"Iya dim" jawab ayah


Setelah kepergian dimas pak yudi dan bu gina masih berada di ruang tamu, seketika suasana menjadi hening.


"Apa ibu memikirkan apa yang ayah pikirkan?" tanya pak yudi


Dengan ragu bu gina menjawab


"Iya yah"


"Ibu tenang saja semua akan baik-baik saja, kita kan juga belum tau nak reyhan mau membicarakan soal apa" ucap pak yudi menenangkan istrinya.

__ADS_1


"Iya sudah bu kita masuk kamu sudah malam, ibu juga butuh istirahat" imbuh ayah lalu berdiri di iringi bu gina yang mengikutinya di belakang.


__ADS_2