
Setelah selesai makan malam bersama. Aldo langsung pamit pulang ke apertemennya. begitu juga dengan reyhan, reyhan langsung masuk ke dalam kamarnya.
Di dalam kamar reyhan masih memikirkan perkataan papahnya.
"Sepertinya aku harus meyakinkan dulu hatiku, apakah benar aku mencintai yara atau ini hanya rasa kagum karena kebaikannya saja" guman reyhan
Setelah meyakinkan hatinya reyhan mengambil ponsel yang berada di meja samping tempat tidurnya.
Reyhan mencari-cari nama yara di ponselnya lalu melakukan panggilan.
satu kali. . .
dua kali. . .
saat akan melakukan panggilan untuk yang ke tiga kalinya reyhan tanpak berfikir sejenak.
. . . . . .
Di rumah yara
Yara yang baru saja masuk kamar lalu mengambil ponselnya untuk melihat apakah ada pesan masuk atau panggilan masuk atau tidak.
Seketika dahi yara mengkerut kala mendapati ada panggilan tidak terjawab dengan nomor baru.
"Nomor siapa iya" gumam yara
"Apa aku telfon balik aja iya, siapa tau ada yang penting" imbuhnya
Namun ketika yara hendak melakukan panggilan ke nomor tadi, tiba-tiba yara mendapatkan panggilan dari nomor yang sama.
Tanpa menunggu lama yara langsung mengangkat panggilan dari nomor tersebut.
__ADS_1
"Hallo" ucap seseorang di sebrang sana
"Iya hallo, maaf ini dengan siapa?" tanya yara sopan
Sesaat reyhan terdiam, lalu menarik nafasnya dalam. Setelah merasa lebih tenang reyhan mulai bersuara lagi
"hallo yara, ini saya reyhan" ucap reyhan
"oh, mas reyhan saya kira tadi siapa. Mas reyhan ada perlu apa telfon malam-malam begini?" tanya yara
"Yara saya mau bicara hal yang penting sama kamu" ucap reyhan serius
"Hal penting apa mas?" tanya yara penasaran
"Besok saya akan berangkat ke kota B untuk menyelesaikan masalah di perusahaan cabang disana" ucap reyhan
Kedua alis yara bertaut
"Lalu apa hubungannya dengan saya mas? tanya yara lagi
"hah" yara semakin di buat bingung dengan reyhan yang tiba-tiba menelfon mengatakan akan pergi ke kota B, lalu ada hal penting yang berhubungan dengan yara. Yara terdiam masih dengan pikirannya sendiri tiba-tiba
"Hallo.. hallo yara kamu bisa dengar saya kan" tanya reyhan
Seketika yara langsung tersadar
"I iya saya masih bisa dengar mas reyhan kok" ucap yara gugup
"Emmm yara" panggil reyhan
"Iya mas rey" jawab yara
__ADS_1
Reyhan yang mendengar yara menyebutnya mas rey seketika jantungnya berdegup dengan kencang
"Kenapa aku bisa segerogi gini sih" batin reyhan
"besok saya akan berangkat ke kota B, mungkin saya akan menetap disana selama satu bulan. tapi sebelum itu ada yang mau saya tanyakan sama kamu" ucap reyhan serius
"Iya mas reyhan mau nanya apa?" tanya yara balik
"Yara maukah kamu menunggu saya sampai saya kembali?" tanya reyhan
"Maksud mas reyhan apa iya, yara tidak mengerti" jawab reyhan
Reyhan menghela nafasnya kasar
"Ra, mungkin ini terlalu cepat, tapi saya sudah berusaha meyakinkan perasaan saya sama kamu" Reyhan menjeda kalimatnya sebentar kemudian melanjutkan kembali
"Sejak pertama saya bertemu sama kamu, Saya langsung menyukaimu ra. Awalnya saya juga ragu dengan perasaan saya tapi setelah saya meyakinkan diri saya dan benar saja saya sudah menyukai kamu dari awal kita bertemu" ucap reyhan
"Lalu bagaimana dengan kamu ra?" tanya reyhan
Reyhan harap-harap cemas menunggu jawaban dari yara, reyhan takut kalau yara akan menolaknya mentah-mentah. Biasanya wanita yang selalu mengejar-ngejar juga menyatakn cintanya sama reyhan, tapi sekarang sebaliknya reyhan lah yang sedang mengungkapkan isi hatinya.
Setelah menunggu lama akhirnya yara bersuara
"Mas reyhan nggak lagi bercanda kan?" tanya yara serius
"Ra, saya nggak lagi bercanda. Saya serius dengan yang saya ucapkan tadi" jawab reyhan tak kalah serius
"Jadi jawaban kamu apa ra?" tanya reyhan
🌸🌸🌸🌸🌸
__ADS_1
Penasaran nggak sih apa jawaban yara?
Kalo penasaran lanjut ke episode selanjutnya iya. Selamat membaca