Kisah Cinta Mutyara

Kisah Cinta Mutyara
Episode 41


__ADS_3

Di rumah siska


Setelah kepergian yara dan reyhan, bu amel langsung memeluk putrinya. Bu amel terharu atas ucapan siska yang mengatakan rela mengikhlaskan dika asal yara bahagia.


"Mah, siska nggak apa-apa. Siska sudah memutuskan untuk melupakan rasa cinta siska ke dika, bukan karena yara yang mengatakan akan menikah dengan kak reyhan" ucap siska


"Lalu" tanya mamah


"Siska sadar mah, bukan siska orang yang dika cintai" jawabnya


"Mamah yakin suatu saat nanti kamu pasti akan bertemu dengan orang yang akan mencintai kamu dengan tulus" ucap bu amel


"Iya mah"


"Bagaimana kalau sekarang kita ke mall, sudah lama kan kita nggak jalan-jalan bareng. Hari ini mamah ingin menghabiskan waktu bersama kamu" usul mamah


"Ide yang bagus, iya sudah siska siap-siap dulu iya mah" ucapnya.


Sebelum berlalu ke kamar siska mencium pipi mamahnya. Bu amel merasa sangat bersyukur memiliki anak seperti siska. Di tengah lamunannya tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.


tok.. tok.. tok..

__ADS_1


Setelah pintu di buka bu amel terkejut melihat dika sudah ada di depan pintu.


"Siang tante" ucap dika sopan


"Iya, ada perlu apa iya? tanya bu amel


"Emm. itu.. itu. tan.. tante apa boleh saya bertemu dengan siska?" tanya dika gugup


"Maaf dika untuk saat ini tante mohon jangan temui siska dulu" ucap bu amel, seketika terlihat wajah kecewa dika.


"Tapi tante" ucap dika terpotong


"Bukan maksud tante mau menjauhkan kamu dan siska, tapi tante harap kamu bisa mengerti. Siska butuh waktu untuk menerima semua ini terlebih dia tau bahwa orang yang kamu cintai adalah sahabatnya sendiri. Siska sudah memutuskan untuk melupakan rasa cintanya sama kamu. Jadi tante mohon beri siska waktu" jelas bu amel


"Tidak apa-apa nak, semua ini bukan sepenuhnya salah kamu. Kita tidak bisa memaksakan diri kita untuk mencintai seseorang. Hati tidak bisa memilih siapa orang yang akan kita cintai" ucap bu amel


"Sekali lagi maafin dika, tante"


"Mah" tiba-tiba siska memanggil bu amel.


Bu amel yang terkejut langsung menyuruh dika untuk segera pergi karena tidak mau membuat anaknya semakin bersedih, walaupun siska sudah mengatan ikhlas tapi bu amel tetap khawatir siska akan merasakan sakit ketika melihat dika, bu amel berfikir bahwa siska butuh waktu untuk menerima semua ini.

__ADS_1


"Dika, tante mohon kamu pulang dulu iya, tante nggak mau siska bertemu kamu untuk saat ini. Tante harap kamu mengerti maksud tante" ucap bu amel


"Baik tante saya mengerti, sekali lagi saya minta maaf" ucap dika.


Dika berjalan dengan langkah gontai meninggalkan rumah siska, setelah kepergian dika, bu amel bisa bernafas dengan lega.


"Mamah" panggil siska lagi


"Iya sayang" berjalan menghampiri siska di ruang tamu


"Mamah habis ketemu sama siapa sih?" tanya siska penasaran


"Itu. emm tadi ada yang nanya alamat" jawab bu amel bohong


"Oh.. orang nanya alamat, aku kira siapa mah"


Melihat siska yang sudah rapih bu amel langsung mengalihkan topik pembicaraan.


"Kamu sudah siap sayang" tanya bu amel


"Sudah dong mah" jawab siska tersenyum

__ADS_1


"Iya sudah, sekarang kita berangkat" ajak bu amel


Siska mengangguk tanda setuju, lalu menggandeng tangan mamahnya menuju mobil.


__ADS_2