
Dimas yang baru saja sampai di depan rumahnya langsung bertanya
"Maaf tuan ada yang bisa saya bantu?" tanya dimas
"Saya ingin bertemu yara, apa yaranya ada di dalam?" reyhan bertanya balik kepada dimas
Aldo yang baru mendengar nama yara langsung bertanya-tanya sendiri. Siapa perempuan yang mau tuan temui. Batin aldo
"Oh mba yara ada di dalam tuan" jawab dimas dan di angguki kepala oleh reyhan. Ibu yang baru sampai di sebelah dimas langsung berkata.
"Eh ada nak reyhan, mari masuk nak" ucap bu gina mempersilahkan reyhan dan aldo masuk ke dalam rumah. Sebelum menghampiri mereka bu gina sudah terlebih dulu menutup warungnya karena hari juga sudah sore.
"Terima kasih bu" ucap reyhan dan aldo secara bersamaan
Di ruang tamu
"Silahkan duduk nak" ucap bu gina
Reyhan langsung duduk sementara aldo masih berdiri di samping reyhan. Reyhan yang menyadari perikalu aldo langsung bersuara.
"Duduk al, jangan berdiri terus" ucap reyhan
"Baik tuan" jawab aldo lalu duduk di sebelah reyhan
Suasa di ruang tamu menjadi canggung karena kedatangan reyhan dan aldo. Tiba-tiba bu gina bersuara.
"Nak reyhan, ada perlu apa iya?" tanya bu gina
"Emmm itu... itu bu saya hanya ingin memastikan keadaan yara" jawab reyhan gugup
__ADS_1
"Baru kali ini saya liat tuan reyhan gugup" batin aldo
"Alhamdulillah yara sudah membaik tuan, itu hanya luka kecil, tidak perlu di khawatirkan" jawab bu gina
"Syukurlah bu" ucap reyhan
Aldo mengerutkan keningnya. Dia di buat bingung dengan sikap tuan mudanya yang tidak seperti biasanya.
"Dim, tolong kamu panggilkan mba yara kesini, bilang kalo ada nak reyhan" ucap bu gina
"Baik bu" jawab dimas sambil berdiri dari duduknya dan berlalu menuju dapur, dimana disana yara baru saja selesai memasak untuk makan malam.
"Mba yara ada yang nyariin tuh" ucap dimas
Yara mengerutkan keningnya berfikir siapa yang nyariin dia.
"Siapa dim?" tanya yara
"Hah, mas reyhan?" tanya yara meyakinkan
"iya mba, mba yara kenal sama tuan reyhan?" dimas bertanya balik.
"Iya dim, mas reyhan kemarin yang sudah mengantar mba pulang" jawab yara
"Oh... iya udah mba temuin sana tuan reyhannya, kasihan nunggu lama" ucap dimas
"Iya dim, mba kesana dulu" sambil berlalu meninggalkan dimas.
Sesampainya di ruang tamu
__ADS_1
"Mas reyhan" panggil yara
Reyhan yang merasa ada yang memanggil namanya langsung menoleh ke sumber suara, ketika matanya bertemu dengan mata yara seketika reyhan langsung tersenyum. Senyum yang begitu menawan. Tanpa sadar reyhan berucap "Cantik" membuat semua orang yang berada di ruang tamu seketika menatap ke arah reyhan. Reyhan yang merasa semua orang menatap ke arahnya langsung tersadar.
"Mas reyhan tadi ngomong apa?" tanya yara
"itu.. itu.. saya nggak ngomong apa-apa kok" sambil tersenyum canggung
Yara duduk di samping ibunya, dimas yang baru saja keluar dari dapur menuju ke ruang tamu sambil membawa teh yang tadi sudah di buatnya setelah kepergian yara.
"Ini tehnya tuan" ucap dimas, lalu duduk di sebelah yara
"Terima kasih, tolong jangan panggil saya tuan, panggil saja reyhan" ucap reyhan tidak enak hati
"Baik tuan, eh maksud saya mas reyhan" ucap dimas gugup
"Mas reyhan datang kemari ada perlu apa iya?" tanya yara memecahkan keheningan disana
"Saya... saya" Aduh kenapa jadi gugup begini sih batin reyhan.
"Saya ingin memastikan keadaan kamu saja" jawab reyhan gugup
"Terima kasih sudah khawatirkan saya, tapi saya sudah tidak apa-apa tuan" jawab yara
Aldo yang tidak tau apa-apa hanya diam saja sambil mendengarkan pembicaraan tuan mudanya dan keluarga yara.
Suasana yang tadinya canggung menjadi hangat saat ibu mulai membicarakan masa kecil yara. Pembicaraan itu terhenti ketika tiba-tiba terdengar suara motor di depan rumah.
🌸🌸🌸🌸🌸
__ADS_1
Wah wah kira-kira siapa yang datang iya. Penasaran kan, ikuti terus kelanjutan ceritanya iya.
Terima kasih buat kalian yang udah mau membaca cerita saya😊