Kisah Cinta Mutyara

Kisah Cinta Mutyara
Episode 11


__ADS_3

Di dalam mobil


Suasana di mobil hening, hanya ada suara mesin mobil. Tiba-tiba aldo bertanya kepada reyhan


"Tuan maaf boleh saya bertanya?" tanya aldo


"Iya al" jawab reyhan


"Bagaimana tuan bisa bertemu dengan nona yara dan tadi kata pak yudi tuan hampir saja menabrak nona yara?" tanya aldo


"Kemarin waktu saya mau pulang tidak sengaja hampir menabrak anak kecil, lalu tiba-tiba yara datang menyelamatkan anak kecil itu hingga dia yang terluka" ( iya kira-kira seperti itu jawaban reyhan)


"Jadi seperti itu tuan"


"Hem"


Suasana kembali hening sampai mereka tiba di rumah reyhan. Aldo langsung membukakan pintu untuk reyhan.


"Terima kasih al" ucap reyhan


Aldo mengngguk.


"Kalau begitu saya pamit pulang dulu tuan"


"Iya al"


Setelah aldo tidak terlihat lagi reyhan langsung masuk ke dalam rumah. Saat melewati ruang tengah terlihat papah mamah juga lisa sedang menonton tv sambil bercerita.

__ADS_1


"Kakak sudah pulang?" tanya lisa


"Hem" jawab reyhan


"Kok tumben pulangnya malam kak?" tanya lisa lagi


"Iya dek" jawab reyhan singkat


"Iya udah mah, pah, rey mau ke kamar dulu"


"Loh kamu nggak makan dulu rey" tanya papah


"Nggak pah, rey tadi sudah makan" jawab rey


"Di kantor?" tanya papahnya lagi


Semua yang ada disana mengerutkan kening heran. Sejak kapan reyhan punya teman. Itu yang ada di pikiran mereka, karena reyhan memang orang yang tertutup jadi tidak heran jika tidak punya banyak teman.


Reyhan pergi meninggalkan mereka dengan banyak tanda tanya. Sampai di kamar reyhan langsung ke kamar mandi, lalu segera mandi. Setelah selesai reyhan langsung tertidur lelap.


. . . . . .


Di kamar yara


Yara yang sedang melamun di kagetkan dengan kedatangan dimas tiba-tiba.


"Aduh dim, bikin mba kaget saja" keluh yara

__ADS_1


"Habis mba semenjak kepergian mas reyhan melamun terus. Mba yara suka iya sama mas reyhan" goda dimas


"Apa an sih kamu dim, nggak mungkin lah dim" sangkal yara


"Buktinya mba senyum-senyum terus"


"Eh. i itu.. itu.. mba cuma lagi pengin tersenyum aja" sambil nyengir kuda


"Alah mba yara ngeles terus"


"Siapa yang ngeles sih dim. Udah sana keluar dari kamar mba, udah malem mba mau tidur. Ngantuk nih" perintah yara karena memang yara sudah mengantuk


"Iya mba aku ke luar deh, jangan lupa mimpiin mas reyhan iya. Aku dukung deh mba sama mas reyhan" goda dimas sebelum akhir pergi dari kamar yara


Pipi yara langsung merah seperti tomat karena ucapan dimas.


"Apa mungkin aku suka sama mas reyhan, tapi nggak mungkin kan. Aku sama mas reyhan kan nggak sederajat nanti apa kata orang" batin yara


"Tapi mas reyhan orang yang baik juga ramah tidak yang seperti orang bicarakan" imbuhnya


"Tunggu-tunggu kenapa aku mikirin mas reyhan lagi sih. Aduh yara sadar diri dong kamu sama dia itu bagaikan bumi dan langit, nggak mungkin seorang reyhan putra pratama bisa suka sama kamu mutyara. Nggak usah ngehalu deh bisa bersanding dengan mas reyhan"


"Lebih baik aku tidur aja lah sebelum imajinasiku kemana-mana" gumam yara


Yara merebahkan tubuhnya ke kasur dan memejamkan mata, seketika bayangan reyhan terlintar di ingatannya, membuat yara susah tidur. Padahal yang di pikirkan sudah berada dalam alamnya sendiri. Hingga akhirnya yara pun terlelap.


🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Cie Cie si yara malu-malu


__ADS_2