
Sesampainya di rumah reyhan langsung memarkirkan mobilnya di garasi lalu masuk ke dalam rumah sambil tersenyum. Iya senyuman yang hampir sudah lama tak terlihat di wajah tampannya. Reyhan masih memikirkan pertemuannya tadi dengan yara. Gadis cantik dan imut yang masih duduk di bangku SMA telah menyita perhatiannya.
Di ruang tengah terlihat lisa dan juga mamahnya sedang menonton tv, lisa menatap kakaknya yang tiba-tiba datang dan menghampiri mereka sambil terus tersenyum. Lisa yang keheranan pun langsung mengejek kakaknya.
"Wah kesambet apa sih kak sampe pulang-pulang sambil senyum-senyum sendiri nggak jelas gitu" tanya lisa. Belum sempat reyhan menjawab lisa mulai berbicara lagi.
"Tunggu.. tunggu ini kan masih jam kantor kenapa kakak sudah pulang? Lalu dimana asisten kakak? tanya lisa lagi. Lisa menatap kakaknya heran. Tidak seperti biasanya kakaknya pulang di saat jam kantor, padahal biasanya reyhan selalu pulang malam dengan alasan banyak pekerjaan yang tidak bisa di tinggal.
"Kalo nanya tuh satu-satu" jawab reyhan sambil mengambil camilan yang ada di meja. Belum sempat lisa menjawab tiba-tiba mamahnya yang bertanya.
"Iya rey, kok tumben kamu sudah pulang nggak seperti biasanya, sambil senyum-senyum lagi" ucap mamahnya
"Iya mah, reyhan hari ini merasa lelah sekali makannya pulang lebih awal pengin istirahat di rumah" jawab reyhan
"Kak rey, kok pertanyaan lisa nggak di jawab sih" lisa mengerucutkan bibirnya, yang membuat reyhan gemas dan mencubit pipinya.
"Awww... sakit tau kak" keluhnya
"Habis kamu menggemaskan kalo lagi ngambek" Mamahnya hanya tersenyum melihat tingkah kedua anaknya itu. Memang selalu saja begitu setiap kali mereka bertemu.
"Jadi siapa orang yang sudah membuat kakak ku yang kaku ini tersenyum?" tanya lisa mengejek, reyhan bukanlah tipe orang yang mudah tersenyum, bahkan lisa sendiri bingung dengan sikap kakaknya yang dingin dan kaku itu.
"Tidak ada, kakak hanya ingin tersenyum saja" jawab reyhan. Lisa yang tidak puas dengan jawaban reyhan pun kesal.
"Kakak itu kalo di tanya jawab, bukan malah bikin orang kesal" keluh lisa
__ADS_1
"Kan tadi kakak sudah menjawab pertanyaanmu lisa" goda reyhan. Iya sudah kakak ke kamar dulu mau mandi, terus langsung istirahat. Reyhan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
Di dalam kamar reyhan masih terus memikirkan yara, gadis yang sudah menyita perhatiannya sejak pertama ketemu. Reyhan lalu masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan badannya yang lelah. Setelah selesai mandi reyhan merebahkan tubuhnya di kasur. Reyhan yang lelah langsung tertidur.
......
Di rumah yara
Setelah mengantarkan rayhan ke depan, bu gina lalu masuk ke rumah menghampiri yara.
"Ra, sebaiknya kamu masuk kamar dan istirahat. Hari ini tidak usah masuk kerja, nanti biar ibu menyuruh dimas ke cafe unyuk memberitahu bos kamu kalo kamu hari ini tidak bisa masuk kerja"
"Iya bu, yara ke kamar dulu" Berjalan ke kamar meninggalkan ibunya sendiri di ruang tamu.
Di dalam kamar yara langsung mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian rumahan, lalu merebahkan tubuhnya ke kasur. Tiba-tiba yara teringat reyhan, laki-laki yang tadi mengantarnya pulang. Tanpa yara sadari dia tersenyum ketika mengingat pertemuannya dengan reyhan tadi.
Tapi mas reyhan tampan juga sih, lagi-lagi yara tersenyum. Lama-lama aku bisa gila kalo terus mikirin mas reyhan, lebih baik aku tidur siang saja, lalu memejamkan mata. Tak perlu menunggu waktu lama akhirnya yara tertidur, mungkin karena kelelahan juga.
.....
Di rumah reyhan
"Mah, kaya ada yang aneh sama kak rey. Nggak seperti biasanya senyum-senyum sendiri. Apa kak rey kesambet iya mah" Lisa yang mengingat kakaknya senyum-senyum sendiri langsung merinding.
"Hus ngawur kamu, mana mungkin kakamu kesambet" sambil mencubit pipi lisa.
__ADS_1
"Apa mungkin kakakmu lagi jatuh cinta iya" ucap mamahnya.
"Jatuh cinta" Tanya lisa bingung
"Iya mungkin kakakmu lagi jatuh cinta makannya senyum-senyum sendiri"
"Bisa jadi sih mah, soalnya nggak biasanya kakak pulang sambil senyum-senyum" Mengingat kakaknya yang pulang selalu dengan wajah yang lelah, tapi hari ini berbeda.
Sore hari yara terbangun, lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi. Setelah selesai mandi yara keluar kamar menuju dapur membantu ibunya menyiapkan makanan untuk makan malam.
"Bu, yara bantu iya" tawarku pada ibu
"Kamu sudah bangun, bagaimana lukamu apa masih sakit" tanya bu gina
"Ayo lah bu ini hanya luka kecil saja, kenapa ibu begitu khawatir" rengek yara
"Iya ibu tau sayang, tapi apa sudah mendingan?" tanya ibu
"Sudah bu, tapi sedikit perih bu." jawab yara "Tapi yara masih bisa kok bantuin ibu memasak"
"Iya sudah kalo kamu memaksa" jawab ibu
Ibu dan anak itu tengah meracik bumbu-bumbu serta memotong sayuran untuk di masak. Ibu mulai menumis bumbu dan memasukan sayuran kedalam wajan. Tidak ada obrolan dari ibu dan anak itu. Setelah makanannya sudah matang yara langsung menyiapkannya di meja makan.
"Akhirnya selesai juga" gumam yara
__ADS_1
"Bu, yara mau ke kamar dulu"
Ibunya mengangguk dan tersenyum sambil menjawab iya.